Showing posts with label Asal-Usul Danau Toba. Show all posts
Showing posts with label Asal-Usul Danau Toba. Show all posts

Sunday, February 9, 2014

Ciri Khas Rumah Adat Batak Simalungun Bolon Asal Timur Danau Toba


Sub etnis Batak Simalungun berdiam di sebagian wilayah Deli Serdang sebelah Timur Danau Toba. Rumah adatnya berbentuk panggung dengan lantai yang sebagian disangga balok-balok besar berjajar secar horizontal bersilangan. Balok-balok ini menumpu pada pondasi umpak. Dinding rumah agak miring dan memilliki sedikit bukaan/jendela.

Atapnya memilliki kemiringan yang curam dengan bentuk perisai pada sebagian besar sisi bawah, sedang sisi atas berbentuk pelana dengan gevel yang miring menghadap ke bawah. Pada ujung atas gevel biasanya dihiasi dengan kepala kerbau. Tanduknya dari kerbau asli dan kepalanya dari injuk yang dibentuk. Bagian-bagian  konstruksi Rumah Adat Batak Simalungun Bolon diukir, dicat serta digambar dengan warna merah, putih dan hitam. Selain sarat dengan nilai filosofis, ornamentasi rumah memiliki keunggulan dekoratif dalam memadukan unsur alam dan manusia dengan unsur geometris.

Rumah Adat Batak Simalungun Bolon menyampaikan sebuah ungkapan pertemuan masyarakat dapat dimunculkan dengan bentuk geometri segi empat yang ditengahnya diberi lingkaran lalu diberi corak ragam hias manusia beruang berkeliling lingkaran. Menyampaikan sebuah ungkapan hubungan dua manusia ditampilkan dengan bentuk geometri kotak melambangkan dekorasi badan manusia di mana bagian atas dan bawahnya diberi kepala dalam posisi berlawanan arah.

Corak ragam ornamen Rumah Adat Batak Simalungun Bolon ini selalu berulang, melalui proses tradisi turun temurun, berkembang dan berpadu saling melengkapi dengan bentuk dekorasi lain.

Masyarakat Batak Simalungun mempercayai adanya kekuatan roh halus, membedakannya dari yang baik dan jahat. Untuk menolak yang jahat agar tidak mengganggu penghuni Rumah Adat Batak Simalungun Bolon juga diwujudkan dengan ornamentasi konstruksi rumah dengan bentuk tertentu.

Hiasan penolak roh jahat ini dapat berupa kepala manusia dan bentuk-bentuk yang runcing. Hiasan lain Rumah Adat Batak Simalungun Bolon yang khas adalah pengecatan pada penampang balok-balok horizontal di kolong rumah. Balok-balok berbentuk silinder ini hanya berposisi 2 modul struktur pada bagian depan rumah. Di bagian belakangnya digantikan tiang-tiang yang berposisi vertikal.

Denah rumah memanjang ke belakang dengan tiga modul struktur di bagian depan dan 5 sampai 7 modul ke belakang. Dua pintu terletak di bagian depan dan belakang. Untuk mencapai rumah digunakan anak tangga yang berjumlah ganjil. Satu modul struktur bagian depan tidak berdinding dan digunakan sebagai beranda/teras.

Bagian tengah Rumah Adat Batak Simalungun Bolon ini juga dihilangkan dan digantikan dengan tangga utama menuju rumah. Dengan demikian terbentuk teras yang berjumlah dua dan berada di kiri-kanan tangga utama. Karena teras berada satu level dengan lantai rumah panggung maka posisinya di atas. Untuk mengamankan dibuat pagar mengelilingi teras.

Demikian artikel tentang Rumah Adat Batak Simalungun Bolon ini semoga bermanfaat dan bisa menambah informasi tentang kebudayaan yang dada di Indonesia.
Artikel yang terkait dengan Rumah Adat Batak Simalungun Bolon : rumah adat balai batak toba, nama rumah adat batak toba, nama rumah adat batak, rumah adat suku batak, rumah adat batak toba, rumah adat batak karo, gambar rumah adat batak toba, rumah adat betawi, nama rumah adat batak, rumah adat suku batak, rumah adat batak toba, rumah adat batak karo, gambar rumah adat batak toba, rumah adat batak simalungun, rumah adat betawi, Rumah Adat Batak Simalungun Bolon, rumah adat toraja.

Sunday, November 3, 2013

Wisata Pasir Putih di Tepi Danau Toba


Panorama Danau Toba adalah magnet utama wisata di Sumatera Utara khususnya Samosir. Namun tidak itu saja yang bisa kita nikmati saat berlibur ke kawasan tetangga Medan ini. Ada pesona lain yang tak kalah menawan, yakni pasir putih Parbaba.

Pasir putih Parbaba terhampar di pantai yang berada di tepian Samosir. Jangan tanya seperti apa pemandangannya. Anda mungkin akan terkejut karena ada sudut begitu menakjubkan di sini.

Hamparan pasir putih akan menjadi pemandangan utama destinasi ini. Sekilas Parbaba seperti pantai bedanya kita tidak akan mencium aroma garam. Udaranya sangat segar membuat siapapun betah berlama-lama di Parbaba.

Bagi yang hobi berenang, air jernih Parbaba pasti akan menggoda Anda. Tepian danau di Parbaba ini tidaklah dalam. Berjalanlah agak ketengah, ketinggian air hanya hingga sepinggang.

Tak ada gelombang atau ombak. Ya, perairan ini benar-benar memanjakan siapapun. Badan Anda juga tidak akan lengket karena kita bermandikan air tawar bukan air garam. Mengasyikkan bukan?

Puncak keindahan Parbaba akan tampak saat senja. Duduklah di tepian sambil makan kudapan atau minum kopi yang sudah Anda siapkan dari rumah. Tak lama kemudian langit Danau Toba semburat merah mengantarkan sang surya ke peraduan.

Pemandangan ini sangat indah dan terbukti membuat banyak pelancong kagum dengan destinasi ini. Selepas petang, pemandangan di kawasan ini tergantikan dengan bayangan pusuk buhit dan dinding-dinding tepian Danau Toba di seberang.

Parbaba terletak di kecamatan Pangururan, kabupaten Samosir. Untuk mencapai lokasi ini Anda bisa memilih satu dari 3 rute yang tersedia. Rute pertama adalah Medan-Berastagi-Kabanjahe.

Dari Tigaras Anda bisa menumpang fery atau kapal penumpang menuju ke Simanindo dan dilanjutkan ke Parbaba. Alternatif kedua bisa dicapai melalui Medan – Siantar. Dari parapat Anda bisa menyebrang ke Tomok Parbaba.

Sedangkan yang terakhir, Anda bisa menempuh Medan – Berastagi – Kabanjahe – Sidikalang – Tele – Parbaba.

Sebelum ke Parbaba tak ada salahnya Anda mengetahui tips wisata ke kawasan Samosir dan destinasi wisata apa saja yang ada di Medan. Objek lain yang sayang untuk dilewatkan adalah Batu Parsidangan yang menjadi salah salah satu peninggalan sejarah yang tak ternilai.

Sekembalinya dari Samosir menuju Medan, Anda bisa menginap di Grand Swiss-Belhotel Medan, Grand Angkasa International Hotel dan HL Days Inn.

Asal-Usul Danau Toba


Danau toba adalah danau yang terkenal hingga ke mancanegara. Danau Toba menjadi ikon pulau Sumatera, apalagi jika anda sedang berwisata ke kota Medan. Memang jaraknya tidak dekat, namun pesona dan eksotisme Danau Toba mampu membius para wisatawan lokal maupun luar daerah.

Banyak cerita dan legenda yang menyertai terbentuknya Danau Ini. Namun para ilmuan menyatakan danau ini terbentuk karena ledakan gunung yang dahsyat, sehingga menimbulkan cekungan, yang kemudan terisi oleh air hujan.

Pemandangan di Danau Toba tidak kalah menarik dengan yang ada di Bukit Lawang. Bahkan di danau terluas di Indonesia ini, anda dapat menikmati suasana pagi dan sore di pinggir danau, anda pun dapat melihat sunset dan sunrise dari balik pulau Samosir yang sangat menawan.

Tidak salah jika Danau Toba menjadi salah satu objek wisata yang tak boleh dilewatkan. Tidak hanya pemandangan indah saja yang ada di sana, udara yang sejuk, serta terdapat beberapa kuliner khas, patut anda coba.

Bahkan jika anda ingin ber-dugem, ada bar dan kafe-nya juga lho…. Anda juga dapat berlayar berkeliling di Danau Toba dengan menyewa sampan yang telah disediakan disana, dengan kisaran biaya sewa Rp. 50.000 hingga Rp. 200.000, tergantung penumpang dan kemampuan anda menawar tentunya.

Ada yang suka mancing? Disini juga diperbolehkan memancing, asal ijin dulu sama warga sekitar. Masyarakat di sekitar Danau toba juga banyak yang memanfaatkan danau ini sebagai sarana mencari penghasilan, baik dengan memancing maupun dengan memelihara ikan di kolam-kolam sekitar danau.

Ikan hasil tangkapan nelayan di Danau Toba biasanya di jual di pasar atau di rumah makan sekitar danau sebagai menu andalan di rumah makan mereka. Jika anda ingin merasakan lezatnya ikan bakar atau ikan goreng di sana, anda dapat mengunjungi rumah makan di sekitar danau, karena sebagian besar menu yang ditawarkan berupa ikan.

Harga makanan yang ditawarkan beragam, untuk ikan bakar atau ikan goreng misalnya, berkisar antara Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000, bergantung pada jenis dan ukuran ikan, kalau untuk menu lainnya berkisar antara Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000. Anda yang tinggal di kawasan perkotaan pasti akan kaget ketika anda mengunjungi Danau Toba, suasana yang berbeda sekali dengan suasana kota.

Yang paling menonjol adalah ketenangan dan keramahan masyarakat sekitar danau, jadi anda bisa melupakan sejenak masalah yang anda hadapi dan relax. Pokoknya gak bakal nyesel deh, kalo mampir ke Danau Toba.

Kalau bicara Danau Toba, tak lengkap tanpa Pulau Samosir. Pulau yang berada di tengah-tengah danau ini juga mampu menarik wisatawan lokal maupun asing karena pemandangan alamnya yang mantabs.

Cara menuju Danau Toba : perjalanan akan memakan waktu sekitar 3-4 jam dari Medan. Anda dapat naik bus ekonomi yang menuju pelabuhan Ajibata, dengan tarif Rp. 10.000, kemudian turun di pelabuhan Ajibata, disana ada beberapa dermaga penyebrangan, cari yang paling murah, dengan kapal ferri, hanya bertarif sekitar Rp. 5000, anda akan di bawa menyebrang dari pelabuhan ke depan hotel di Pulau Samosir.
Posting Lama ►
 

Total Pageviews