Showing posts with label PAUD. Show all posts
Showing posts with label PAUD. Show all posts

Monday, August 4, 2014

PRAKTIK PENCIPTAAN GERAK BERIRAMA UNTUK ANAK USIA DINI



A. Perencanaan
Dalam perencanaan gerak berirama untuk anak usia dinitergambar semua aspek atau komponen atau tahapan yang harus disiapkan oleh pelaksana. Hasil dari berpikir muncullah sebuah gagasan tarian, gagasan ini berkaitan dengan tema, bentuk, dan gaya tarian yang akan dibuat. Perencanaan tari dapat disebut juga konsep tari.
Beberapa komponen yang ada dalam perencanaan tari adalah :

1. Latar belakang penciptaan tarian : berisi paparan alasan pendidik menciptakan tarian tersebut.
2. Manfaat diciptakan tarian : menjelaskan untuk apa dan harapan apa yang diinginkan oleh pendidik dengan dibuatnya tarian tersebut. 
3. Acuan teoritik : menjelaskan tentang hasil survey data yang dilakukan untuk mendukung bentuk tariannya.
4. Metode garapan : menjelaskan tentang tujuan menciptakan tarian beserta langkah-langkahnya
5. Orientasi garapan : menjelaskan tentang batasan-batasan tarian yang akan dibuat.
6. Komposisi tari : menjelaskan tentang rencana susunan berbagai unsur komposisi (gerak, desain lantai, desain atas, desain musik, dramatik, tema, tata rias, tata busana, tata pentas, tata lampu, tata suara) 
7. Daftar pustaka : berisi tentang daftar buku atau sumber yang digunakan

B. Penciptaan
Menurut Hawkins tahap yang harus dulalui oleh seorang koreografer adalah : 
1. Tahap Ekplorasi yaitu tahap dimana pikiran bekerja, berimajinasi, merasakan, dan merespon rangsang untuk menemukan berbagai gerak dari berbagai sumber dengan menggunakan semua indra. 
2. Tahap Improvisasi yaitu aktivitas yang sangat diperlukan dalam tari dengan memperoleh gerakan-gerakan spontan dan terkendali. 
3. Tahap Evaluasi yaitu kegiatan mengkaji kembali gerakan-gerakan yang sudah ditemukan dan drencanakan untuk digunakan dalam tarian. 
4. Tahap Komposisi adalah merupakan klimaks dari proses penciptaan.

Pemanfaatan Perbendaharaan Gerak Anak Usia Dini Dalam Gerak Berirama



A. Toodler
Anak usia 1-3 tahun atau toddler senang melakukan eksplorasi ruangan. Hal ini terjadi karena pada usia ini kemampuan berjalan dan menyeimbangkan badan mulai dikuasainya, serta keingintahuannya akan keadaan diluar kamarnya dan rumahnya sendiri. 

Anak usia 2-3 tahun yang masih masuk kategori toddler, anak mengalami perkembangan yang signifikan. Anak ini mulai memiliki perhatian terhadap diri orang lain. Anak mulai membutuhkan orang lain untuk bersama-sama dalam berekplorasi dan mengisi waktunya. 

B. Preschool (3-5 Tahun)
Pada usia ini anak mulai mampu bersosialisasi, dengan kemampuan seperti ini anak perlu diberi kesempatan untuk bermain dengan anak-anak lain, sehingga mereka dapat belajar mendengarkan dan menerima, serta berbagi dengan temannya. Melalui bermain dan berakivitas mereka terus menerus mengembangkan kemampuan fisiknya. 
Anak usia 4-5 tahun bergerak secara aktif, seakan energi yang dimilikinya tidak pernah habis. Pada usia ini anak menyadari simbol-simbol penting untuk nanti mereka belajar di sekolah, warna, bentuk dan namanya. Anak seumur ini membutuhkan kesempatan untuk bereksperimen dan mengembangkan rasa keingintahuannya pada hal-hal yang menarik perhatiannya dalam pelajaran di sekolah, seperti pengetahuan musik, seni rupa, dan matematika. 

C. Perbendaharaan Gerak Dasar Pada AUD
Rasa estetika pada anak preschool perlu ditumbuhkembangkan agar kelak mereka menjadi manusia yang utuh.Keindahan adalah sesuatu yang abstrak yang sangat sulit dijelaskan kepada mereka.
Berikut adalah tingkat perkembangan anak usia 2-5 tahun dalam penggunaan vocabulary gerakan : 
1. Anak usia 2 tahun
- Anak mengamati, mengidentifikasi, gerak anggota tubuh dan gerakan berpindah tempat
- Anak mengamati, mengidentifikasi elemen taran yang spesifik, karasteristik gerak
2. Anak usia 3 tahun
- Anak mengamati dan meniru tarian berdurasi pendek, mengidentifikasi gerakan anggota tubuh dan gerakan berpndah tempat, level tubuh, dan arah gerak tubuh
- Anak mengamati dan menunjukkan gerakan taran dan bila diminta untuk menjelaskan anak akan menceritakannya
3. Usia 4 tahun
- Anak mengamati sebuah tarian dan mengidentifikasi gerakan anggota tubuh dan gerakan berpindah tempat, level tubuh, arah gerak tubuh dan kualitas gerakan (pelan, berat, ringan, cepat)
- Anak akan mengamati dan menunjuk gerakan-gerakan tarian dan membedakan bagaimana gerakan-gerakan itu sama dan gerakan-gerakan itu berbeda.
4. Usia 5 tahun
- Anak mengamati dan menirunya, serta menjelaskan gerakan yang digunakan dalam tarian yang diamatinya
- Anak mengamati dan menirunya, serta menjelaskan gerakan-gerakan yang digunakan dalam tarian yang digunakannya, anak juga dapat membedakan apakah gerakan tersebut sama atau tidak.

Kemampuan Merespons Anak Usia Dini Dalam Gerak Berirama
Seperti telah kita ketahui bahwa kemampuan dasar anak usia dini, meliputi : kemampuan fisik, kemampuan intelektual, sosial, emosional, perseptual, kreatifitas dan estetika. 
1. Kemampuan intelektual dalam menari ditandai anak mampu mengendalikan gerakan agar dapat menggambarkan obyek yang ditirunya. 
2. Kemampuan emosional ditunjukkan dengan anak mampu memilih tema tarian berdasarkan pada kecintaannya pada sesuatu obyek. Kemampuan ini merupakan kemampuan merasakan dan menyalurkan perasaan yang meluap dari hatinya. 
3. Kemampuan sosial dalam menari diperlihatkan anak pada saat menari kelompok, dalam bersosialisasi dengan lngkungannya, anak akan belajar mengkomunikasikan pikiran dan perasaannya, bekerja sama dengan teman-temannya, bersimpati dan berempati dengan orang lain. 
4. Kemampuan kreativitas, akan terlihat saat anak mulai memunculkan gagasan / ide-ide unik yang kadangkala terlihat atau terdengar mustahil, misalnya tentang tema, gerakan, musik, formasi, sehingga menjadi bentuk tampilan yang menarik. 

Kemampuan perseptual akan terlihat ketika anak memperagakan gerakan-gerakan tertentu untuk menggambarkan obyek yang dilihat, didengar atau dirabanya.

KARAKTERISTIK GERAK BERIRAMA PADA PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI (PAUD)



A. Gerak Tari Pada Anak Usia Dini
Pola pengembangan tari pada anak usia dini mencakup 3 aspek, yakni : 
1. Pola Pengembangan Gerak
Mencakup gerak berjalan, berlari, melompat, meloncat, berbaring, berguling-guling dan gerak dasar lainnya. Pola dasar diberi sentuhan estetika agar terlihat indah, kemudian diperkaya dengan berbagai macam permainan. 
2. Pola Pengembangan Irama
Pola pengembangan irama sebaiknya tidak hanya tertumpu pada hitungan atau ketukan 
saja ketika melakukan kegiatan, tetapi harus mampu menjadi wahana mengembangkan kecerdasan dalam bidang gerak dan rasa irama Anak Usia Dini.
3. Pola Pengembangan Ekspresi
Ekspresi ditunjukkan melalui roman muka, gerakan/bahasa non verbal. 

B. Gerak Pada Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini (AUD)
Gerak Tari atau braingym dipakai istilah dimensi literalis untuk belahan otak kanan dan kiri, dimensi memfokuskan untuk bagian belakang otak (batang otak atau brainstem) dan bagian otak depan (frontal lobes) serta pemusatan untuk untuk sistem limbis (midbrain) dan otak besar (celebral otak). Dalam melakukan aktivitas gerak anak diharapkan dapat mengubah perilakunya, dengan demikian anak tidak hanya mampu melakukan gerak semat melainkan juga berlatih untuk bersosialisasi dan mengembangkan potensi kreatifnya. 

C. Gerak Pada Perkembangan Belajar
Pengertian belajar menurut Sardiman ada lima macam, yaitu ; 
1. Belajar menyangkut potensi manusiawi dan kelakuannya
2. Belajar memerlukan proses dan pentahapan serta kematangan diri
3. Belajar akan lebih mantap dan efektif bila dorongan motifasi, terutama motivasi dari dalam/dasar kebutuhan/kesadaran atau intrinsic motivasion. 
4. Belajar merupakan proses percobaan (dengan kemungkinan keliru) dan konditioning atau pembiasaan
5. Kemampuan belajar seseorang harus diperhitungkan dalam rangka menentukan isi pembelajaran

Slameto mengungkapkan bahwa belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh sesuau perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. 
Whiterington menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan didalam kepribadian yang menyatkan diri sebagai pola baru daripada reaksi serupa yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu perintah. 
Belajar tari memerlukan kecerdasan intelektual karena diperlukan menghafal gerakan serta mensistesiskan dengan irama musiknya. 

D. Gerak Pada Perkembangan Afektif AUD
Kecerdasan intra dan interpersonal dapat berkembang melalui kegiatan bermain sambil menari. 1. Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan seseorang untuk berhubungan atau berkomunikasi dengan orang lain. 
2. kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengelola segala potensi diri yang dimilikinya. 

E. Gerak Pada Perkembangan Fisik Motorik AUD
Setiap permainan yang dilakukan oleh anak pasti melibatkan kemampuan kinestetik baik kasar maupun halus. Melalui permainan ini selain fisik tumbuh dan berkembang, tetapi juga merangsang pertumbuhan otak anak untuk melatih perkembangan fisik motorik anak melalui tari dapat dilakukan dengan cara permainan. Memilih permainan tradisional indonesia merupakan satu upaya dalam memperkaya kreatifitas guru, melatih motorik kasar dan motorik halus anak usia dini.

Keterampilan Gerak Tari Anak Usia Dini (PAUD)



A. PENGENALAN TUBUH
Tubuh merupakan sumber gerak tari secara keseluruhan. Mulai dari gerakan kepala, tangan dan kaki. Bagian-bagian tubuh yang berperan dalam menari, adalah : 
1. Struktur Tubuh
Mengenal struktur tubuh sangat penting bagi anak dalam menari. Anak diberi kesempatan mengidentifikasi dan mendemonstrasikan melalui gerakan tari yang terkoordinasi dengan struktur tubuh atau anatomi seperti persendian : siku, lutut, pinggang, leher, pergelangan 
tangan, pundak atas. 
2. Organisasi Tubuh / Olah Tubuh
Dapat dilakukan melalui : 
a. Gerakan dinamis adalah gerakan yang dilakukan secara wajar oleh anak, namun indah dilihat. 
b. Pembentukan tubuh dan dapat diajarkan cukup dengan cara mendemonstrasikan gerakan lateral atau kearah samping dan menyilang kearah samping, atau gerakan yang menggunakan bagian tubuh atas dan bawah dalam waktu yang bersamaan. 
3. Ketrampilan Tubuh. 
Ketrampilan tubuh yang perlu dilakukan anak adalah : 
a. Keseimbangan
Adalah kemampuan anak untuk mendemonstrasikan kemampuan berjalan, melingkar, berjalan jinjit dan kemampuan menyeimbangkan satu kaki selama dua atau tiga detik. 
b. Kekuatan
Kemampuan untuk mengungkapkan ekspresi gerak tubuh anak dalam menari
c. Rentangan gerak
Anak mampu mendemonstrasikan fleksibilitas dari gerakan : putar-putar, pinggang, pundak, lutut dan kaki
d. Menghubungkan
e. Ketrampilan anak untuk menggerakkan bagian tubuh secara tersendiri : menggerakkan tangan kanan saja atau kepala saja atau pada waktu yang bersamaan memfokuskan pada perhatian dan arah. 

B. KESADARAN TUBUH
Bagian tubuh yang perlu dikenal anak dalam melibatkan tiga wilayah meliputi : 
1. Wilayah kepala :dahii, muka, pipi, alis, hidung, mulut, telinga, rahang, dagu, mata, dan rambut
2. Wilayah badan bagian atas : leher, bahu, dada, perut, lengan, tangan, siku, pergelangan, telapak, dan jari-jari
3. Wilayah badan bagian bawah : pinggang, panggul, pantat, paha, lutut, betis, pergelangan kaki, punggung kaki, tumit, bola-bola kaki, dan jari-jari. 

Bentuk- bentuk ruang dalam menari untuk anak usia dini 
1. Arah : menggunakan tubuhnya untuk menciptakan arah seperti kedepan, kebelakang, kesamping, meninggi, merendah, serta berbelok sambil menjelajahi tempat yang kecil, besar, tinggi dan rendah. 
2. Jalan setapak
Anak menari dalam ruangan yang lurus, berkelok, melingkar dengan jalan setapak
3. Level
Anak menari dengan level intensitas yang tinggi, rendah, menengah
4. Bentuk individual
Anak bergerak pada ruang teman lainnya : anak bergerak diruang sendiri dan masuk ke dalam ruang teman atau sebaliknya
5. Bentuk
Anak mendemonstrasikan bentuk-bentuk geometri, melingkar, segitiga, diagonal, oval, bintang, bulan sabit, segi empat dll. 
6. Hubungan
Anak menari dan mengidentifikasikan hubungannya dengan posisi yang jelas dengan teman lain.

Aspek dalam menari 
- Tempo : anak menari dengan tempo yang berbeda-beda tergantung pada perubahan iringan musik atau instrumen
- Ritme : anak menari dengan ketukan yang tetap, seirama dengan musik atau instrumen
- Pola : anak menari dengan pola ritmik
- Musik : anak berimprovissi dengan merespon musik. 

C. KETRAMPILAN GERAK ANAK USIA DINI
Ketrampilan gerak dasar anak usia dini bersifat teknis dapat dilakukan sebagai gerakan kreatif dengan memadukan ketrampilan berikut: 
1. Ketrampilan lokomotor : ketrampilan memindahkan posisi tubuh dari satu tempat ke tempat lainnya, misal berjalan, berlari, lompat, jingkat, berderap, mendorong dll. 
2. Ketrampilan non lokomotor : ketrampilan ditempat yang dilakukan tanpa memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain. Meliputi kegiatan membongkokkan tubuh, merentangkan tangan, memilin, memutar, mengayun, menggoyang, mengangkat, mendorong, menark, memantulkan, merendahkan tubuh, dan lain-lain. 
3. Keterampilan manipulatif : keterampilan yang melibatkan kemampuan anak untuk menggunakan bagian-bagian tubuhnya seperti tangan dan kaki untuk memanipulasi benda diluar dirinya. Keterampilan ini melibatkan koordinasi mata-tangan serta mata-kaki seperti gerakan bertepuk tangan, melambaikan benda (bendera atau selendang) serta melempar benda keatas lalu ditangkapnya dan sebagainya.

Prinsip Karya Tari Anak Usia Dini (PAUD)



A. PRINSIP – PRINSIP PENCIPTAAN TARI

1. Latar Belakang
Kegiatan tari tidak hanya menekankan pada aspek psikomotorik semata, tetapi juga pada aspek afektif dan kognitif. Cakupannya pun tidak hanya pada satu bidang pengembangan seni saja, tetapi juga mencakup bidang pengembangan bahasa, kognitif, dan juga fsik (motorik). Jika kegiatan tari mampu mencakup pengembangan 
semua aspek secara holistk, maka tidak menutup kemungkinan tari dapat dijadikan sebagai titik pijak dalam pembelajaran. Ini berarti penciptaan tari bagi anak usia dini harus dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidahnya, tidak hanya penciptaan tari tetapi juga psikologi perkembangan anak. 

2. Pemilihan Judul
Sebelum mencipta tari yang pertama kali harus dilakukan adalah memilih judul yang sesuai. Dalam pemilihan judul ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni : 
a. Sesuaikan judul tari dengan tema
b. Sesuaikan judul tari dengan kondisi lingkungan tempat tinggal anak
c. Judul sederhana, singkat tetapi menarik
d. Judul menggambarkan isi tari secara keseluruhan

3. Stimulan Tari
Stimulan/rangsang tari adalah pembelian tindakan dalam mencari gerak tari. Manfaat dari stimulan antara lain : 
a. Memudahkan dalam melakukan eksplorasi
b. Memudahkan dalam melakukan improvisasi 
c. Memudahkan dalam melakukan penyusunan gerak tari

Setidaknya ada dua jenis stimulasi/rangsangan tari, yaitu : 
a. Stimulan Visual
Rangsang ini menekankan pada semua jenis stimulan yang dapat dilihat, seperti melihat video, melihat gerak, menirukan gerak, atau bahkan menstilisasi gerak. 
b. Stimulan Audio
Stimulan ini menggunakan suara sebagai stimulasi/rangsanga.Suara tersebut dapat berupa teriakan, hentakan, pukulan pada perkusi, atau kaset yang berisi lagu-lagu. 

B. STRUKTUR TARI
Struktur tari anak usia dini meliputi aspek : struktur gerak, struktur irama dan struktur ekspresi. 
Menurut Yulianti Parani membagi gerak menjadi 10 pola pengembangannya, yakni : 
1. Gerak sebagai akibat kesadaran dari tubuh atau anggota tubuh, contoh : berjalan, melompat, berlari, berjingkat. 
2. Gerak sebagai akibat kesadaran waktu dan kekuatan atau daya, contoh : gerak bergantian (canon) 
3. Gerak sebagai akibat kesadaran ruang, contoh : kedua tangan direntang kemudian berjalan atau berlari menirukan pesawat terbang
4. Gerak sebagai akibat kesadaran pengaliran berat badan dalam ruang dan waktu, contoh : lompat katak, berjingkat
5. Gerak sebagai akibat kesadaran kelompok dan formasi kelompok, contoh : gerak bercermin. 
6. Gerak sebagai akibat irama yang bersifat fungsional, contoh :jalan atau langkah ganda
7. Gerak sebagai akibat penggunaan daya kekuatan yang bersumber pada lengan tangan, contoh : seperti gerakan terbang tapi diam di tempat
8. Gerak sebagai bentuk- bentuk tertentu di tubuh, contoh : membentuk lingkaran dengan bergandengan tangan, membentuk garis lurus dengan duduk berjajar. 
9. Gerak sebagai akibat rasa ringan sehingga ingin lepas dari lantai, contoh : melompat, meloncat, berlari kemudian melompat. 
10. Gerak yang dituntut oleh kualitas ekspresif, contoh : mimik sedih dengan kedua tangan bersedekap, mimik riang dengan kedua tangan direntang sambil berlari-lari kecil. 

Menurut Gendhon Humardhani menyatakan gerak tubuh manusia dapat digolongkan kedalam berbagai bentuk gerak, antara lain : 
1. Gerak aktif : gerak tubuh yang mengandung maksud tertentu yang dilakukan sedemikian rupa sehingga lawan tergerak atau terpacu. 
2. Gerak kata : gerak-gerak aktif yang dilakukan untuk menceritakan sesuatu maksud. 
3. Gerak bagian : bagian gerak dari kata/sikap tubuh yang tidak bergerak sebagai bagian dari satu kesatuan gerak kata seluruhnya. 
4. Gerak kata baru : pengolahan dan penyempurnaan dari gerak bagian/gerakan telah melalui proses penyempurnaan bentuk yang diselaraskan dengan tempo, volume, tekanan, irama, serta ritme tertentu
5. Gerak indah : pengembangan dari gerak bagian gerak kata yang sudah disempurnakan menjadi bentuk gerak yang ditarikan.gerak ini disajikan dalam bentuk tempo, volume, tekanan, irama, serta ritme tertentu
6. Gerak praktis : gerak yang mengandung kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari. 

C. STRUKTUR MUSIK IRINGAN
Dalam tari selain gerak juga terdapat irama atau ritme yang dikenal sebagai iringan.
1. Iringan internal ini dapat berupa ketukan, tepuk, teriakan, permainan alat musik yang dibawa penari. 
2. Iringan eksternal dapat berupa kaset, seperangkat alat musk yang dimainkan oleh orang lain (bukan penari). 

D. STRUKTUR EKSPRESI
Suryo Brongto menyatakan bahwa : ekspresi muka harus seimbang dengan ekspresi gerakannya. Keduanya harus diatur oleh jiwa, tanpa pengisian jiwa tari kurang hidup kosong dan tanpa diepte (dangkal) tidak berdaya, dan tanpa karakter.

E. PROSES PENCIPTAAN TARI
Pembelajaran tari anak usia dini berarti pula mengembangkan berbagai ragam ranah belajar baik kognitif, afektif maupun psikomotorik. Gabbar, Leblanc dan Lowy menyatakan bahwa materi dan obyektifitas serta program tari haruslah mencakup 3 aspek tersebut.
1. Aspek Psikomotorik mencakup kemampuan motor control, keseimbangan, agility, koordinasi, musicular, strenght dan endurance dan cardorespiratory endurance.
2. Aspek Kognitif meliputi sequent, sinkronisasi gerakan,s erta pengetahuan tentang budaya.
3. Aspek Afektif meliputi kerjasama dengan orang lain serta ekspresi diri melalui gerakan.

Menurut Anne Green Gilbert menyatakan kegunaan pembelajaran tari AUD mencakup kegunaan kognitif, kegunaan afektif, fisik dan sosial. 
Eko Purnomo menyatakan bahwa kegiatan tari pada Anak Usia Dini mencakup aspek : eksplorasi, improvisasi, inkubasi, evaluasi dan hasil/komposisi tari. 
Eksplorasi merupakan pencarian berbagai macam ragam gerak. 
Improvisasi adalah membangun struktur tari tetapi belum sempurna/pengayaan gerak. 
Inkubasi adalah penetapan gerakan yang akan dipakai. 
Komposisi tari merupakan hasil atau produk tari.

Karakteristik Tari Anak Usia Dini (PAUD)



A. UNSUR GERAK DALAM TARI
Seni tari menurut Soedarsono adalah desakan perasaan manusia tentang “sesuatu” yang disalurkan melalui gerak–gerak ritmis yang indah. Karya tari dapat dinikmati melalui bentuk visualnya. 
Elemen-elemen yang dapat kita tangkap dalam seni tari secara visual antara lain: gerak, rias, busana dan properti. 
Tari merupakan kesenian yang terkait langsung dengan gerak tubuh manusia. Tubuh merupakan alatnya dan gerak tubuh merupakan medianya. Secara global bagian-bagian tubuh manusia yang dapat digerakkan itu antara lain meliputi gerakan kepala, badan, tangan dan kaki. 
Elemen dasar tari adalah gerak. 

Gerak dibedakan menjadi 3 golongan: gerak bekerja, gerak main dan gerak tari. 
Gerak bekerja adalah gerak yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup untuk mencapai keseimbangan hidup berdasarkan pada nilai kesejahteraan material. 
Gerak bermain adalah gerak yang bersifat jasmaniah yang melibatkan sejumlah pelaku. 
Gerak tari lebih bersifat keluar,sehingga terjadi komunikasi antar pribadi yang terlibat. 
Aspek yang terpenting dalam tari yaitu aspek gerak dan aspek irama. Tari merupakan kesenian yang mudah direspon, gerakan-gerakan itu timbul karena adanya rangsangan yang ditimbulkan oleh bunyi-bunyian yang ritmis atau berirama. 

B. KARAKTERISTIK GERAK ANAK USIA DINI
Karakteristik gerak motorik anak usia dini terdiri dari dua gerakan yaitu motorik halus dan motorik kasar
1. Ketrampilan Koordinasi Gerakan Motorik Kasar
Gerakan ini meliputi kegiatan seluruh tubuh atau sebagian tubuh. Ketrampilan ini meliputi : ketahan, kecepatan, kelenturan, ketangkasan, keseimbangan dan kekuatan. 
Ketrampilan motorik kasar dapat dibagi dalam 3 kelompok: 
a. Ketrampilan lokomotorik : Berlari, melompat, menderap, meluncur, berguling, behenti, berjalan setelah berhenti sejenak, menjatuhkan diri dan mengelak. 
b. Ketrampilan non lokomotorik : menggerakkan anggota tubuh dengan posisi tubuh diam ditempat, berayun, berbelok, mengangkat, bergoyang, melengkung, memeluk, memutar dan mendorong. 
c. Ketrampilan memproyeksi : menangkap, menerima, menendang, menggiring, melambung, memukul dan menarik. 

2. Ketrampilan Koordinasi Gerakan Motorik Halus
Gerakan ini menyangkut koordinasi gerakan gerakan jari-jari tangan dalam melakukan berbagai aktivitas. 
Karakteristik gerak yang biasa dilakukan oleh anak usia dini pada umumnya adalah sebagai berikut: 
a. Menirukan
b. Manipulasi
c. Bersahaja

Gerakan–gerakan ini terbentuk dari unsur tenaga, ruang dan waktu : 
a. Tenaga 
Penggunaan tenaga dalam gerakan tari meliputi beberapa hal yaitu : intensitas, aksen/tekanan, kualitas. 
b. Ruang ( space ) 
Ruang didalam tari dapat dibedakan menjadi dua yaitu: Ruang yang diciptakan oleh penari dan Ruang pentas. Unsur-unsur pokok yang penting yang ada dalam Ruang : 
- Garis, kesan garis timbul karena penari menggerakkan tubuhnya sedemikian rupa hingga membentuk garis tubuh diluar garis tubuh yang dialami. 
- Volume, kapasitas gerak atau jangkauan gerak yang tergantung dari besar kecilnya ruangan yang digunakan untuk menari.
- Arah, yaitu arah hadap penari ketika melakukan gerak arah itu dapat ke depan, ke belakang, ke samping, dan ke arah lainnya. 
- Level, yaitu berhubungan dengan tinggi rendahnya penari pada saat melakukan gerakan
- Fokus, yaitu sudut pandang suatu perspektif penonton yang diperlukan dalam melakukan tarian
c. Waktu (time) 
Waktu adalah berapa lama penari dalam melakukan suatu gerak : cepat/lambatnya (tempo), panjang pendek ketukan (ritme), lamanya melakukan gerakan (durasi)
Posting Lama ►
 

Total Pageviews

Copyright 2013 Macam-Macam Tarian di Indonesia: PAUD Template by Hand's. Powered by Blogger