Showing posts with label Tari Asal Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Tari Asal Jawa Timur. Show all posts

Thursday, March 19, 2015

Tari Daerah dari Jawa Timur

Tari Daerah dari Jawa Timur

Tari Reog Ponorogo
tarian reog ponorogo
tarian reog ponorogo
Tari yang pernah di klaim oleh negara sebelah ini sangat identik dengan masyarakat ponorogo. Tari Reog Ponorogo merupakan tarian yang sangat menguras tenaga karena harus mengangkat sebuah reog yang sangat berat, bila orang biasa tidak akan mampu mengangkatnya harus penari yang profesional dalam tarian ini. Terciptanya Tarian Reog Ponorogo memiliki cerita yang historis  berkisar tentang perjalanan Prabu Kelana Sewandana mencari gadis pujaannya, ditemani prajurit berkuda dan patihnya yang setia, Bujangganong.
Ketika pilihan sang prabu jatuh pada putri Kediri, Dewi Sanggalangit, sang dewi memberi syarat bahwa ia akan menerima cintanya apabila sang prabu bersedia menciptakan sebuah kesenian baru. Maka terciptalah reog ponorogo.
Ada 5 komponen penari dalam tari Reog Ponorogo, yaitu:
1. Prabu Kelono Sewandono
2. Patih Bujangganong
3. Jathil
4. Warok
5. Pembarong
Tari Gandrung Banyuwangi
tari gandrung banyuwangi
tari gandrung banyuwangi
Tari Gandung ini berasal dari banyuwangi yang menampilkan seorang penari atau dua orang bahkan untuk event besar bisa menampilkan banyak penari seperti terlihat dari gambar diatas. Tari ini dipentaskan ditempat terbuka dan di tonton oleh banyak masyarakat dengan keunikan setiap penari membawa kipas dan bila kipasnya di sentuhkan kepada penonton maka penonton tersebut di ajak menari. Keindahan tari ini membuat sang penari terlihat gemulai dan banyak orang akan senang melihatnya
Tari Wayang Topeng
tari wayang topeng
tari wayang topeng
Tari ini sekarang masih hidup di daerah malang, keunikan tari wayang ini terlihat dari topengnya dan gerakan tari yang di bawakan oleh sang penari, didaerah jawa timur tari wayang juga berkembang di daerah lain seperti di madura dengan sebutan topeng dalang dengan cerita mahabarata. Didaerah Situbondo tepatnya di Kraksaan dan Panarukan  dikenal dengan nama wayang Kerteh, nama ini disesuaikan dengan nama dalang wayang topeng sekitar tahun 1930 yaitu Kartosuwignyo. Topeng Malangan  memakai celana atau lakon Panji ceritanya antara lain, Sayembara Sedolanang, Umbul-umbul Majapura, Baderbang Sisik Kencana, Panji Laras, Walangwati-walang Semirang, Patah Kundonowa Rongso, Adege Kediri, Jenggala Mbangun Candi, dan masih banyak lagi
Tari Jaranan Buto
tari jaranan buto
tari jaranan buto
Tari yang di fungsikan untuk mengiringi acara kitanan di daerah Blitar dan banyuwangi  jawa timur ini patut disimak karena ada karakter buto yang membuat orang berduyun duyun melihat tarian unik ini. Alat yang digunakan untuk melakukan tarian ini adalah berupa jaran atau kuda lumping dengan model buto.
Tari Kuda Lumping
Tari Kuda Lumping
Tari Kuda Lumping
Tarian ini hampir mirip dengan tarian jaranan buto tetapi dilakukan oleh banyak orang dan merupakan ikon daerah jawa timur, seluruh jawa timur masih banyak menggelar acara kuda lumping ketika ada hajatan atau fertival dan acara besar masyarakat.  Kuda lumping lahir sebagai simbolisasi, bahwa rakyat juga memiliki kemampuan (kedigdayaan), dalam menghadapi musuh ataupun melawan kekuatan elit kerajaan, yang memiliki bala tentara. Selain itu, menghadirkan hiburan yang murah meriah namun fenomenal kepada rakyat banyak.

Tuesday, July 15, 2014

Tari Lenggang Asal Surabaya Jawa Timur

Tari Lenggang Asal Surabaya

Tari lenggang disajikan pada perkembangan budaya masyarakat sekarang, untuk mengangkat citra serta menepis kesan negatif Tand’an dan Ledek serta Jaranan Sandur Madura, maka lahirlah seni tata gerak baru yang dinamakan Lenggang Surabaya. Dengan didukung iringan gamelan, tata rias, tata busana dan tata konfigurasi serta tata sopan yang baru maka tari Lenggang Surabaya terasa lebih sopan dan pantas untuk ditampilkan

Kota Surabaya adalah ibukota provinsi Jawa Timur, Indonesia. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota Surabaya secara geografis terletak antara 0721' Lintang Selatan dan 11236'-11254' Bujur Timur. Jumlah penduduk metropolisnya hampir 3 juta jiwa. Wilayah Kota Surabaya di sebelah utara dan timur berbatasan dengan Selat Madura, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Gresik dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo. Luas wilayah Kota Surabaya 274,06 km2 yang terbagi menjadi 31 kecamatan dan 163 desa/kelurahan.

Surabaya lahir tanggal 31 Mei 1293, berkembang menjadi kota terbesar setelah Jakarta, semuanya itu karena semangat warganya yang dinamis dan mau menerima orang lain sebagai saudara.

Kota yang aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah dengan warganya yang ramah tamah akan membawa kenangan bagi yang mengunjungi, semuanya dimiliki oleh kota Surabaya.

Kota yang mempunyai banyak tempat pendidikan Perguruan Tinggi, kawasan industri dan sentra perdagangan terbesar di wilayah Indonesia bagian timur serta basis maritim yang kuat, sangat mendukung berkembangnya kota ini menjadi kota pariwisata.

"Jer Basuki Mawa Bea" merupakan motto Jawa Timur, yang berarti cita-cita hanya dapat dicapai dengan pengorbanan. Hal ini juga menjadi motto utama, khususnya masyarakat Surabaya, Kota Pahlawan yang merupakan gambaran sejarah perjuangan melawan penjajah.

Bermacam-macam jenis obyek wisata dapat dijumpai di Surabaya. Kota ini juga mempunyai banyak wisata sejarah dari kenangan Soerabaja Tempo Doeloe, gedung-gedung tua peninggalan zaman belanda dan jepang salah satunya adalah Hotel Oranje atau Yamato. Terdapat pula tempat wisata yang bernilai sejarah antara lain bangunan kuno peninggalan Belanda seperti Gedung Internatio, Gedung Grahadi, Balai Pemuda, Balai Kota, dan lain-lain. Untuk mengetahui heroisme perjuangan merebut kemerdekaan ada Museum Tugu Pahlawan dan Monumen Kapal Selam. Di pusat kota juga ada peninggalan patung raja kerajaan masa lalu Singosari yaitu Joko Dolog.

Disamping dianugerahi wisata sejarah, Surabaya juga kaya akan wisata belanja. Sebagai kota perdagangan, Surabaya memiliki cukup banyak pusat perbelanjaan dan mal. Benda seni dan souvenir dapat dibeli di Art Shop, airport, dan Gedung Balai Pemuda. Gedung ini juga merupakan pusat kegiatan seni dan budaya di Surabaya.

Obyek wisata yang bernilai religius terutama adalah kawasan Masjid Ampel. Di kawasan ini berdiri masjid kuno yang dikelilingi oleh bangunan China, Arab, bahkan Eropa dengan kebudayaan yang telah membaur dengan baik.

Wisata rekreasi disini adalah menyaksikan matahari terbit, berperahu di Pantai Kenjeran maupun di sungai Kalimas, mengunjungi kebun binatang, taman hiburan, berrnain golf, maupun menyaksikan pertunjukan.

Kesenian tradisional di Kota Surabaya tumbuh dan berusaha untuk tetap dilestarikan. Bentuk kesenian tradisional kota ini banyak ragamnya. Ada seni tari, seni musik dan seni panggung seperti ludruk, gending jula juli suroboyo, tari remo, kentrung, okol, seni ujung, besutan, upacara loro pangkon, tari lenggang suroboyo, dan tari hadrah.

Macam-Macam Tari Asal Jawa Timur

   PERKEMBANGAN TARIAN JAWA TIMUR

Secara garis besar seni tari dijawa timur masih termasuk dalam lingkungan kebudayaan jawa atau kultur jawa hal ini terbukti bahwa jawa timur pernah memegang peranan besar dalam salah satu periode pertumbuhan tari yang ada di jawa, yaitu disaat perpindahan pusat pemerintahan pulau jawa yang berlangsung pada abad XI sampai XIV membawa dampak pergeseran peranan jawa tengah kedalam kehidupan kebudayaan kewilayah jawa timur.Perkembangan tari tradisional jawa timur dapat dibedakan berdasarkan latar belakang historis kultur dan geografisnya, yang mana menurut data kesenian jawa timur terbagi menjadi 2 etnis yang dominan dan beberapa sub etnis yang masing-masing sub etnis ini memiliki ciri tersendiri yang mempengaruhi gerak tari.

a.       Sub Etnis Jawa Kulonan
-          Derahnya dekat dengan kebudayaan jawa yang berakar dari jawa tengah
-          Sifat kebudayaannya disebut Solo oriented arinya berorientasi dari solo
-         Seni tari yang berkembang tidak berbeda dengan seni tari yang berkembang di Jawa Tengah geraknya mengacu pada gerak jawa tengahan.

b.      Sub Etnis jawa pesisir utara
Tarinya bernafaskan keagamaan khususnya agama islam (bersifat/bernafas islami)

c.       Sub Etnis jawa wetanan
-          Derahnya memiliki dialek bahasa tertentu
-          Dalam tarinya memiliki gerak yang dinamis
-          Kesenian tradisinya memiliki corak tersendiri seperti wayang, topeng, ludruk, remo, berkalan.

d.      Sub Etnis Jawa Tengger
-          Letak dilereng gunung wilis
-          Memiliki kebudayaan jawa dengan kepercayaan hindu
-          Kesenian tradisi yang dimiliki yaitu sodoran karo

e.       Sub etnis mandalungan
-          Derah yang meliputi yaitu sepanjang pantai utara selat madura, masuk pedalaman sekitar jember dan lumajang. Bagian timur panarukan ke bondowoso. Perkawinan kultur madura dengan jawa menghasilkan corak khusus yang disebut mandalungan.
-          Seni pertunjukan yang berkembang kuda kencak, glipang, terbang gending, topeng dalang, kenong telok.

f.       Sub etnis madura
Kebudayaan Masyarakat madura banyak memperoleh pengaruh kebudayaan islam, contohnya Pojian, Ajing,  Rhodat, Hadrah, Disamping itu juga masih memiliki sisa-sisa kesenian Indonesia Hindu. Contoh : Topeng Dalang, Tari Gembu (gambuh), Pangkak, Pantil.

g.      Sub etnis osing
Daerah banyuwangi terletak diujung timur jawa timur, Seni tradisi yang berkembang antara lain  :  Tari barong, tari sanyang, tari seblang, tari gandrung dll. Di wilayah ini tidak luput dari pengaruh budaya islam, pengaruhnya terlihat pada seni pertunjukan hadrah, kuntul, pencak silat dsb.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa seni tari jawa timur tidak berorintasi pada pusat pemerintahan, melainkan tumbuh dan berkembang dikalangan rakyat dan lingkungan masyarakat.

Macam-Macam Tari Asal Jawa Timur:

   a. Drama Tari Wayang Topeng
Berkembang di daerah malang tepatnya didaerah Jabung, Jatiguri, Banjarsari, Kedungmonggo. Drama tari wayang topeng pada  umumnya menggelar cerita tentang Panji. Didaerah Madura terdapat wayang topeng yang disebut dengan  Topeng Dalang dengan cerita Mahabarata. Didaerah Situbondo tepatnya di Kraksaan dan Panarukan  dikenal dengan nama wayang Kerteh, nama ini disesuaikan dengan nama dalang wayang topeng sekitar tahun 1930 yaitu Kartosuwignyo.
Drama Tari Wayang Topeng

     b.      Tari gandrung Banyuwangi
Tarian ini merupakan jenis tari pergaulan sejenis tayub. Gerak dasar tari gandrung ini merupakan perkembangan dari tari sakral yang disebut Seblang. Tari gandrung ini terdiri dari 3 bagian, diantaranya :
     1. Jejer, berisi ucapan selamat datang untuk para tamu. 
     2. Gandrung, Secara bergantian tukang gedog atau tukang mengatur giliran menari, mempersilahkan para tamu untuk menari dengan penari gandrung. 
     3.    Seblang, Ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa
         
Tari Gandrung Banyuwangi
        

    c.       Tari Jaranan Buto
Tari ini berkembang didaerah Banyuwangi dan Blitar, Tari jaranan buto ini dipertunjukkan pada Upacara iring-iringan pengantin dan khitanan. Tarian ini serupa dengan tari Jaranan Kepang tetapi kuda-kudanya menggambarkan binatang yang berkepala Raksasa.
Tari Jaranan Buto


    d.      Tari Reog Kendang
Tari ini disebut juga dengan Reog Tulungagung, Karen berkembang didaerah Tuliunggagung dan sekitarnya. Konon tarian ini melukiskan tentang iringan – iringan prajurit kediri ketika hendak menjebak raksasan di kawah gunung Kemput, Kisah tarian ini erat hubungannya dengan legenda terjadinya kota Kediri. Versi lain menyebutkan bahwa tarian ini diilhami oleh permainan gendang prajurit bugis dalam salah satu kesatuan laskar trunojoyo, Alat yang digunakan adalah Tam-Tam  (kendang kecil yang digendong)
Tari Reog Kendang


    e.       Tari Reog Ponorogo
Merupakan tarian khas kota Ponorogo, Pada tarian ini terdiri dari pemain kuda kepang, Penari dhadak merak, bujang ganong, klana sewandono, thetek melek, penthul dan tembem serta celengan. Tarian ini  diangkat dari cerita panji yangberkisah tentang perjalanan Raden Klana Sewandono meminang putri kediri yang dalam perjalanannya harus berperang dengan  singobarong dengan burung merak diatasnya.
Tari Reog Ponorogo

   f.       Tari Glipang
Tari ini berkembang dikalangan masyarakat Mandalungan, Gerak Tarinya kebanyakan mengambil unsur-unsur silat dengan gerakan keras tetapi penuh humor, Penggambaran tarian ini yaitu tentang pemuda-pemuda yang sedang berlatih olah keprajuritan.
Tari Glipang


    g.      Tari Gembu /Gambuh
Tarian ini menggambarkan prajurit yang berlatih perang dengan berbekal senjata keris dan perisai kecil. Tarian ini digunakan untuk menyambut tamu agung dan para raja di daerah Sumenep.
Tari Gembu/Gambuh

   h.      Tari Remo
Tari ini dipertunjukkan sebagai tarian untuk mengawali pertunjukan ludruk. Jenis tarinya ada 2 yaitu remo gaya putra dan remo gaya putri.
Disaat menari, penarinya sambil menari juga diselingi dengan nyanyi ( ngidung) yang berisi pantun dengan iringan gendhing jula-juli surabayang diteruskan dengan tropongan, ada juga yang dilanjutkan dengan Krucilan atau bahkan ditambah dengan nyanyi gendhing-gendhing kreasi baru. Dalam perkembangannya tari remo dapat berdiri sendiri sebagai tari lepas.
Tokoh-tokoh peanri Remo yang masih terkenal hingga saat ini adalah : Munalifattah  dari Sidoarjo, Bollet dari Jombang, Markaban dari Surabaya.

Tari Remo

    i.        Tari Beskalan
Suatu bentuk tari gaya putri yang dipertunjukkan sebagai acara kedua setelah tarian pembukaan. Dasar tari terdiri dari rangkaian ragam gerak yang disebut Solah disusun dengan gerak penghubung tertentu yang disebut Sendi. Didalam menari tari beskalan ini kadang-kadang penarinya juga menyanyikan lagu-lagu daerah setempat. Tari putri yang bercorak demikian ternyata masih merata diseluruh jawatimur, dimana tarian ini berfungsi sebagai tari penghormatan kepada para tamu.

Tari Beskalan

Saturday, June 28, 2014

Sejarah Tari Reog Ponorogo Asal Provinsi Jawa Timur

Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.
Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita.
Tari Reog Ponorogo Asal Provinsi Jawa Timur

Tarian ini dinamakan tari jaran kepang, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu.Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar,Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi.

Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.Adegan terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.

Monday, February 11, 2013

Jenis-Jenis Penyajian Tari

Tarian memiliki jenis-jenis yang berbeda di seluruh nusantara, dan jumlahnya sangat banyak dan beraneka ragam. masing-masing memiliki ciri-ciri yang mencerminkan dan melambangkan kekhasan daerah masing-masing. Ciri-ciri tersebut bisa kita lihat dari ragam gerak, tata rias, tata busana, iringan, fungsi, maupun peranan dalam masyarakat.

Gerak dasar pada tari berbeda di setiap daerah karena dipengaruhi oleh budaya dan lingkungan setempat. Gerak dasar inilah menjadi salah satu pembeda tari daerah satu dengan lainnya. Gerakan tari bisa kita lihat dari gerakan kaki, tangan, badan, maupun kepala.
Dilihat dari bentuk penyajiaannya, tari masing-masing daerah juga terdapat perbedaan, untuk mengetahui penyajian tari dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu:

1. Tari Tunggal
     adalah bentuk penyajian tari yang dibawakan/ditarikan oleh satu orang penari (individu) baik oleh penari laki-laki, maupun penari perempuan. Sehingga tanggung jawab penari hanya kepada orang yang menjalankan,sehingga penari harus menghafal gerakan dan komposisi (pola lantai) dari awal hingga akhir. Namun menari tunggal dapat dikelompokkan kedalam kelompok atau massal. Contoh menari tunggal secara berkelompok atau bersama-sama adalah tari Gambyong dan tari Golek, tarian ini ditarikan secara massal untuk penyambutan tamu.

Manfaat tari tunggal adalah menciptakan pengalaman mandiri dan tanggung jawab dalam melaksanakan sampai selesai pertunjukkan. Keberhasilan maupun kegagalan, tergantung dari satu penari. Akan tetapi bangga menampilkan seorang diri menjadi pendorong pementasan secara maksimal dan lebih baik lagi.

Beberapa contoh tari tunggal yang ada di Indonesia, antara lain:

a. Tari Ngremo (Jawa Timur)
b. Tari Gatutkoco (Jawa Tengah)
c. Tari Klono Topeng (Jawa Tengah)
d. Tari Gambyong (Jawa Tengah)
e. Tari Panji Semirang (Bali)
f.  Tari Kandagan (Jawa Barat)
g. Tari Golek (Jawa Tengah)
h. Tari Beskalan (Jawa Timur)
i.  Tari Menak Koncar (Jawa Tengah)
j.  Tari Gambir Anom (Jawa Tengah

Asal Usul Tari Ngremo

Mengenal dan mempelajari asal mula Ngremo kita didorong untuk menelusuri perkembangan kesenian-kesenian yang lain yang masih erat berhubungan dengan sejarah pertumbuhannya, antara lain : Tandakan/lerok/bandan/besut/topeng dalang.

Di antara kesenian-kesenian tersebut Ludruk Besutanlah dekat berhubungan dengan peristiwa kelahiran Ngremo.

Di daerah Dukuh Ngasem, Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Ludruk Besutan lahir ± pada tahun 1850 – an. Perkembangan selanjutnya dibawa oleh Pak Durrasyim ke Surabaya pada abad XIX berkisar pada tahun 1927, dengan perkembangan teaternya menjadi Sandiwara Ludruk. Dalam teater inilah tari Ngremo dilahirkan yang fungsinya untuk mengawali  pementasan sebelum ceritera Ludruk dimulai.

Ada beberapa pendapat tentang pertumbuhan tari Ngremo:
- tari Ngremo lahir sebagai ke ianjutan Ludruk Besutan.
- tari Ngremo lahir sebagai kelanjutan dari topeng dalang.

Beberapa pendapat tersebut di atas mengarahkan kita untuk mengamati lebih jauh tentang eksistensinya.
Salah satu unsur perkembangan adalah spontanitas, hal ini dapat dilihat dari adanya tari Seniti yang bermula dari tari-tarian keliling desa yang tidak banyak mempunyai perbendaharaan gerak sebagai vocabuler baku, tetapi dengan kreativitas para penari, gerak terus berkembang dengan waton-waton bentuk yang sekarang ini dianggap merupakan vocabuler tertentu dari pada Ngremo, misalnya: gedruk, singget, brajagan, nebak bumi, ayam alas, nglandak, kipatan dan sebagainya.

Dengan turun temurun keyakinan atas vocabuler tersebut tidak dapat diubah susunannya. Namun demikian masih dapat kita saksikan pada beberapa penari yang tergolong baik mempunyai bentuk-bentuk gerak khusus yang cukup kuat dan menonjol.

Kreativitas yang ada pada penari te rsebut antara lain mengancfung unsure – unsur : wiled (pengisian gerak pribadi), kecepatan, intensitas gerak, volume (bentuk dan isi), dinamik (tebal  tipisnya tegangan otot tubuh ) maupun kekavaan unsur-unsur jenis rasa (mantep gagah , mantep alus).

Hal ini bisa dinyatakan dari pernyataan beberapa Seniman Ngremo yang mengakui bahwa pada ta ri Ngremo ada yang mempu nyai kara kter gagah dan karakter alus (termasuk di dalam pengertian ini adalah penjiwaannya).

Sumber-sumber lain bisa ditelusuri sejak adanya topeng dalang di Jawa Timur ±. Pada abad I X – X III pada masa- masa Raja Kediri dengan tari Kelono yang sampai saat ini bisa kita amati pada teater topeng dalang di daerah Malang khususnya tari Beskalan.

Munali Fatah mengatakan bahwa pada mulanya tari Beskalan yang menggunakan sampur pada bahu ditarikan dengangayaputri. Kemudian berkembang dengan ditarikan dalamgayaputra, dan dalam perkembangan selanjutnya ditarikan pula Ngremogayaputri. Sampai saat  ini bentuk-bentuk tari tersebut dapat kita amati .di daerah Ma lang,Surabaya, Jombang, Mojokerto dan sekitarnya, yang bila diteliti mengenai keragaman dan kekayaan jenis solah masih banyak perbedaan. 

Sedangkan Winoto seniman tayub dari Surabaya yang lama mengikuti perkembangan Ngremo adalah seorang Seniman sejaman Ludruk Besutan dan mengikuti Durrasyim ketika mendirikan Sandiwara Ludruk di Surabaya, mengatakan bahwa Ngremo merupakan perkembangan dari tari Somo gambar yang dalam peragaannya menggunakan property tombak.

Hal ini identik dengan pengalaman yang diperoleh Kuswo seniman Ludruk Besutan dari Jombang sejak jaman awal pertumbuhannya (tahun 1900-1930) yang mengatakan bahwa Ngremo merupakan peikembangan dari tad Go ndoboyo yang menggunakan property tombok.

Beberapa hal tersebut diatas merupakansalah satu sebab dari perkembangan kekayaan jenis-jenis keragaman dan jenis so lah maupun istilah -isdlah tari.

Suatu masalah yang perlu kita kaji bersama adalah sampai seberapa jauh perkembangan bentuk-bentuk tari Ngremo, Kelono dan Beskalan tersebut di masyarakat.

Perkembangan saat ini dari wujud garap ditandai dengan adanya bebe rapa tokoh penyusun tari Ngremo yaitu :
- Munali Fatah dari Su rabaya (R RI)
- Bolet dari Jombang.



by Tri Broto Wibisono, Ngremo
Posting Lama ►
 

Total Pageviews