Showing posts with label Tari Merak. Show all posts
Showing posts with label Tari Merak. Show all posts

Thursday, March 19, 2015

Tari Daerah dari Jawa Tengah

Tari Daerah dari Jawa Tengah

Tari Serimpi
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitAWzwJwnSMWAR9J8toWxplNluc9RHkvAJ_SCMjKUbFFz6zVQ0bjGqH_LYOf_TLANbB1DO4QOogK8ugJZFiv9D3nw5MSz-VtfGXX0-T-Gbq-MLGQQur4Q_SOFWt1XuEVh9co3afTi2K7Hh/s320/tari+serimpi.jpg
Tari Serimpi ini merupakan tarian yang ditarikan oleh 4 orang putrid. Dimana masing-masing mendapat sebutan : air, api, angin dan bumi/tanah. Selain itu tari ini juga melambangkan terjadinya manusia dengan melambangkan empat penjuru mata angin. Sedang nama peranannya Batak, Gulu, Dhada dan Buncit. Komposisinya segi empat yang melambangkan tiang Pendopo. Seperti Bedhaya, tari Srimpipun ada yang suci atau sakral yaitu Srimpi Anglir Mendhung.
Tari Bondan Payung
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3632WdtKdty80iw_ZFgrHbJGFY8vsCgDkIFsglJ8XpZxAdthTr-WE4D-7K-nbTjMCXrxhl38twZEzPBtSRdg0E6o3ZNn3hzPe_spDTgvlQiepZLpIRehs0irhAspMGghgfkhX-f9j8xT2/s1600/mitoni6.jpg
Tarian ini berasal dari Surakarta. Dalam tari bondan paying ini menggambarkan seorang anak wanita yang sedang menggendong boneka mainan dan payung terbuka, menari dengan hati-hati di atas kendi yang diinjak dan tidak boleh pecah. Dengan kata lain tarian ini melambangkan seorang ibu yang menjaga anak-anaknya dengan hati-hati.
Tari Gambyong
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCiSBK8HmhN3Yth3__IIuCqHu790Yd3CZwoJ1E6bi5ohfMZ4BaHj4DX7l7EtB1csrxNzidMwFRk05LT9epwdLQG1kjs2vCDQ6mLqV51SzH65pzbMawbsrCzUtRVIyL4dSMqkBDRU7bD7k/s1600/Tari-Gambyong-Surakarta-foto-gambar.jpg
Tari Gambyong ini merupakan salah satu jenis tarian pergaulan di masyarakat. Biasanya diawali dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang.
Dalam memainkan kendang yang mengiringi tari Gambyong sangatlah tidak mudah. Pengendang harus mampu jumbuh dengan keluwesan tarian serta mampu berpadu dengan irama gendhing. Maka tak heran, sering terjadi seorang penari Gambyong tidak bisa dipisahkan dengan pengendang yang selalu mengiringinya.
Tari Angsa
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3632WdtKdty80iw_ZFgrHbJGFY8vsCgDkIFsglJ8XpZxAdthTr-WE4D-7K-nbTjMCXrxhl38twZEzPBtSRdg0E6o3ZNn3hzPe_spDTgvlQiepZLpIRehs0irhAspMGghgfkhX-f9j8xT2/s1600/mitoni6.jpg
Tari Angsa ini menggambarkan keagungan seorang dewi yang diiringi oleh sekelompok burung angsa. Dalam tarian ini ada perpaduan antara kebudayaan Timur maupun Barat. Biasnya tari Angsa ini dibawakan oleh 7 orang penari wanita (satu orang penari berperan sebagai Dewi, enam orang penari sebagai angsa).
Tari Merak Jawa Tengah
 http://v-images2.antarafoto.com/gps/1282571128/tari-merak-28.jpg
Tari Merak ini salah satu tarian yang popular di Jawa Tengah. Seperti namanya tarian ini merupakan tarian yang melambangkan gerakan-gerakan burung Merak. Pada umumnya penarinya menggunakan selendang yang terikat dipinggang, dimana selendang tersebut dibentangkan menyerupai sayap burung. Selain itu penarinya juga memakai mahkota berbentuk kepala burung Merak.

Tari Daerah dari Jawa Barat

Tari Daerah dari Jawa Barat

Tari Jaipong
Tari Jaipong
Tari Jaipong
Tari Jaipong sangat terkenal di jawa barat bahkan seluruh wilayah Indonesia bahkan diikutkan dalam festifal tarian mancanegara, tarian kebanggaan jawa barat ini merupakan tarian yang mengedepankan keindahan gerakan yang beragam bahkan sebagaian orang menyebut tari jaipong merupakan tarian erotis. Namun bila kita menyimak secara benar tari Jaipong merupakan tarian keindahan yang membuat orang banyak senang melihatnya
Tari Topeng
tari topeng
tari topeng
Tari Topeng berasal dari Cirebon yang sering kita lihat di daerah jawa barat bahkan ditelevisi. Menurut sejarahnya tari topeng Menurut T. Tjetje Somantri (1951) daerah Jawa Barat antara lain Sumedang, Bandung, Garut dan Tasikmalaya pada tahun 1930 didatangi oleh rombongan topeng berupa wayang wong dengan dalangnya bernama Koncer dan Wentar. Berdasarkan data historis inilah teori awal munculnya tari topeng ke Jawa Barat (Priangan) ditetapkan sebagai awal perkembangan Tari Topeng Priangan. Keistimewaan tari Topeng ini. Selama menari, penari menggunakan 3 buah topeng yang berwarna putih, biru dan merak secara bergantian. Topeng putih menggambarkan sifat lembut, topeng biru menggambarkan kelincahan, dan topeng merah menggambarkan sifat buruk dan pemarah. Sehingga karakteristik tarian yang disajikan dalam tari topeng ini berubah-ubah mengikuti topeng yang digunakan penari
Tari Merak
tari merak
tari merak
Keindahan Burung Merak menjadi inspirasi bagi orang jawa barat untuk menciptakan tarian yang indah seperti burung merak, tarian merak biasanya berfungsi untuk acara penyambutan tamu kehormatan dan juga bisa dijadikan acara mengiringi kemanten menuju pernikahan dan ini dilakukan oleh adat sunda, Pakaian yang dipakai dibuat semirip burung merak dan kepala di beri mahkota sehingga penari bisa tampil sangat menawan
Tari Wayang
tari wayang
tari wayang
Tari wayang dulu di ciptakan oleh Syekh Syarif Hidayatullah pada abad ke 16 tepatnya di daerah cirebon dan kemudian tersebar sampai seluruh jawab barat
Berdasarkan segi penyajiannya tari wayang dikelompokkan menjadi 3 bagian antara lain :
1.Tari Tunggal yaitu tarian yang dibawakan oleh satu orang penari dengan membawakan satu tokoh pewayangan. Contoh : Tari Arjuna, Gatotkaca, dll
2.Tari berpasangan, yaitu tarian yang dibawakan oleh dua orang penari atau lebih yang keduanya saling melengkapi keutuhan tariannya, contoh : Tari Sugriwa, Subali dll.
3.Tari Massal yang berjumlah lebih dari satu penari dengan tarian atau ungkapan yang sama. Contoh : Tari Monggawa, Badaya.

Saturday, June 28, 2014

Fungsi Tari Merak

Tari Merak merupakan salah satu tarian daerah kreasi baru yang dikreasikan oleh Raden TjetjepSomantri sekitar tahun 1950-an, yang kemudian direvisi kembali oleh dra. Irawati Durban pada tahun 1965.
Pada tahun 1985 dra. Irawatai merevisi kembali koreografi tari merak dan mengajarkannya secara langsung pada Romanita Santoso pada tahun 1993.

Walaupun tarian ini dibawakan oleh penari wanita, namun sebenarnya tarian ini mengambarkan tingkah laku merak jantan dalam menebatkan pesonanya kepad merak betina. Dalam tarian ini digambarkan bagaimana usaha merak jantan untuk menarik perhatian merak betina dengan memamerkan bulu ekornya yang indah dan panjang. Dalam usahanya menarik merak betina, sang jantan akan menampilkan pesona terbaik yang ada pada dirinya hingga mampu membuat sang betina terpesona dan berlanjut pada ritual pekawinan.
tari merak.

Gerakan tari merak lebih didominasi oleh gerakan yang menggambarkan keceriaan dan kegembiraan yang dipancarkan oleh sang merak jantan. Dan nilai keceriaan yang digambarkan dalam tari merak semakin jelas dengan penggunaan kostum yang digunakan oleh sang penari. Dalam membawakan tarian merak, umumnya penari akan menggunakan kostum yang berwarna – warni dengan aksesoris yang semakin mempertegas kesan burung merak jantan. Dan yang tidak pernah ketinggalan dalam kostum tari merak adalah sayap burung merak yang bisa dibentangkan dan hiasan kepala (mahkota) yang akan bergoyang – goyang ketika penari menggerakan kepalanya. Sedangkan untuk fungsi tari merak, tarian ini sering ditampilkan sebagai tarian persembahan atau tarian penyambutan. 
Berikut adalah beberapa fungsi tari merak:
- sebagai tarian persembahan untuk para tamu yang hadir dalam resepsi pernikahan
- sebagai tarian penyambutan untuk rombongan pengantin pria ketika menuju pelaminan
- sebagai tarian penyambutan tamu agung dalam sebuah acara atau ritual
- sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia dalam kancah internasional.

Wednesday, October 2, 2013

Sejarah Tari Merak Asal Pasundan Jawa Barat


Tari Merak merupakan tarian kreasi baru dari daerah Pasundan, Jawa Barat. Tarian ini diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri, seorang koreografer tari Sunda pada tahun 1950-an.

Pada tahun 1965, tarian ini kembali diperkenalkan dengan kreasi gerak baru oleh Irawati Urban, seorang wanita pecinta seni tari yang berasal dari daerah Bandung, Jawa Barat.  Di daerah Pasundan, tari Merak seringkali dimainkan ketika menyambut kedatangan tamu kehormatan dalam sebuah acara.

Dalam sebuah pesta pernikahan adat Sunda, Tari Merak seringkali menjadi tari menyambut kehadiran pengantin lelaki yang hendak berjalan menuju pelaminan.

Dalam sebuah pertunjukan, tari Merak umumnya dimainkan oleh seorang atau beberapa orang penari wanita. Ketika pertunjukan, mereka mengenakan kostum yang penuh warna, seperti merah, kuning, serta hijau. Konon, warna itu menggambarkan pesona warna dari burung merak.

Untuk menambah kesan menarik, mereka juga mengenakan selendang yang warnanya senada dengan kostum penari. Selendang itu terikat pada pinggang penari Merak. Ketika dibentangkan, selendang itu tampak seperti sepasang sayap dari seekor burung Merak.

Tak pernah terlewatkan, penari Merak juga menggunakan mahkota yang berhiaskan replika kepala burung merak.

Dengan diiringi seperangkat alat musik gamelan Sunda, pertunjukan tari Merak dimulai. Gerakan lemah gemulai dari sang penari Merak menjadi ciri khas tersendiri dari pertunjukan tari Merak.

Sesekali, mereka menampilkan gerakan layaknya seekor burung yang sedang melompat. Gerakan tari Merak semakin terkesan mempesona ketika penari Merak menari sambil membentang sepasang sayap yang penuh warna.

Dari awal hingga pertunjukan itu usai, penari Merak memainkan gerak yang menggambarkan keanggunan, keindahan serta kelincahan seekor burung Merak.

Menurut ceritanya, keseluruhan gerak dalam pertunjukan tari Merak ini menggambarkan seekor merak jantan yang berusaha menarik hati sang merak betina.
Posting Lama ►
 

Total Pageviews

Copyright 2013 Macam-Macam Tarian di Indonesia: Tari Merak Template by Hand's. Powered by Blogger