Showing posts with label Tari Ondel-ondel. Show all posts
Showing posts with label Tari Ondel-ondel. Show all posts

Monday, March 31, 2014

Fungsi Tari Ondel-Ondel Asal Betawi Untuk Tolak Bala


Ondel-ondel merupakan hasil dari kebudayaan Betawi yang berupa boneka besar yang tingginya mencapai sekitar ± 2,5 m dengan garis tengah ± 80 cm, boneka ini dibuat dari anyaman bambu yang dibuat agar dapat dipikul dari dalam oleh orang yang membawanya. Boneka tersebut dipakai dan dimainkan oleh orang yang membawanya. Pada wajahnya berupa topeng atau kedok yang dipakaikan ke anyaman bamboo tersebut, dengan kepala yang diberi rambut dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya di cat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan dicat dengan warna putih.

Jenis pertunjukan ini diduga sudah ada sebelum tersebarnya agama Islam di pulau Jawa dan juga terdapat di berbagai daerah dengan pertunjukkan yang sejenis. Di Pasundan dikenal dengan sebutan Badawang, di Jawa Tengah disebut Barongan Buncis, sedangkan di Bali dikenal dengan nama Barong Landung.

Awal mulanya pertunjukan ondel-ondel ini berfungsi sebagai penolak bala dari gangguan roh halus yang mengganggu. Namun semakin lama tradisi tersebut berubah menjadi hal yang sangat bagus untuk dipertontonkan, dan kebanyakan acara tersebut kini di adakan pada acara penyambutan tamu terhormat, dan untuk menyemarakkan pesta-pesta rakyat serta peresmian gedung yang baru selesai dibangun.

Disamping untuk memeriahkan arak-arakan pada masa yang lalu biasa pula mengadakan pertunjukan keliling, “Ngamen”. Terutama pada perayaan-perayaan Tahun Baru, baik masehi maupun Imlek. Sasaran pada perayaan Tahun Baru Masehi daerah Menteng, yang banyak dihuni orang-orang Kristen.Pendukung utama kesenian ondel-ondel petani yang termasuk “abangan”, khususnya yang terdapat di daerah pinggiran kota Jakarta dan sekitarnya.

Musik yang mengiringi ondel-ondel tidak tertentu, tergantug dari asing-masing rombongan. Ada yang diiringi tanjidor, seperti rombongan ondel-ondel pimpian Gejen, kampong setu. Ada yang diiringi dengan pencak Betawi seperti rombongan “Beringin Sakti” pimpinan Duloh, sekarag pimpinan Yasin, dari Rawasari. 

Adapula yang diirig Bende, “Kemes”, Ningnong dan Rebana ketimpring, seperti rombogan ondel-ondel pimpinan Lamoh, Kalideres. Ondel-ondel betawi tersebut pada dasarnya masih tetap bertahan dan menjadi penghias di wajah kota metropolitan Jakarta.

Saturday, March 1, 2014

5 Tari-Tarian Khas dari Betawi

Berikut ini adalah 5 Tari-Tarian Khas dari Betawi, yaitu :

1. Tari Ondel-Ondel

Setiap ada gelaran hajatan di kalangan warga Betawi, arak-arakan ondel-ondel seperti tidak pernah ketinggalan. Ondel-ondel adalah boneka besar yang tingginya sekitar 2.5 meter dengan garis tengah 80cm yang dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul di dalamnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki dicat merah, sedang perempuan dicat warna putih.

2. Tari Yapong

Tarian ini kadangkala berfungsi sebagai tari pergaulan untuk mengisi acara menari sesuai permintaan, karena tarian ini penuh dengan variasi. Tari Yapong merupakan tarian yang penuh kegembiraan dengan gerakan yang dinamis dan erotis. Tari ini kemudian diolah dengan unsur-unsur tari pop antara lain unsur tari daerah Sumatera. Selain juga dipengaruhi oleh unsur kesenian Tionghoa, misalnya dalam kain yang dipakai oleh para penari terdapat motif naga dengan warna merah menyala. Pengembangan pakaian tarian ini juga berasal dari tari Kembang Topeng Betawi yang terlihat jelas dari hias tutup kepala serta selempang dadanya, yang disebut toka-toka.

3. Tari Kembang Topeng

Tari ini termasuk yang paling kaya dengan unsur tari dan juga terpadu dengan unsur teater. Dalam bahasa Betawi, perkataan topeng dapat berarti tontonan, pertunjukan teater, penari atau primadona. Pemain Topeng Betawi biasanya dianggap sebagai primadona, kostumnya paling unik, serba meriah, dan gemerlapan. Dalam upacara "Kaulan" penari Kembang Topenglah yang diberikan kehormatan bersama tuan rumah dan anak yang dikaul, bersama memegang piring berisi ketupat kaul pada waktu mantera kaulan diucapkan, karena memang kebudayaan Betawi masih identik dengan upacara keagamaan.

4. Tari Samrah

Biasanya para penari samrah menari berpasang-pasangan dengan gerakan tari bermacam-macam, yang salah satunya dipengaruhi oleh gerakan silat. Tokoh dalam bidang musik samrah adalah Ali Sabeni.

5. Tari Cokek

Tarian ini biasanya digunakan untuk mengiringi tari pertunjukan kreasi baru, pertunjukan kreasi baru, seperti tari Sembah Nyai, Sirih Kuning, dan sebagainya. Tarian ini ditarikan berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Tarian ini juga diwarnai oleh budaya China. Tarian ini kerap identik dengan keerotisan penarinya, yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Pakaian penari cokek biasanya terdiri dari baju kurung dan celana panjang dari bahan semacam sutera berwarna.

Beragam tarian dari Betawi ini membuktikan kekayaan budaya yang terkandung di sana. Bagi orang Betawi, tentu tarian ini salah satu tarian yang harus dilestarikan. Namun, bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, kita patut bangga.
Posting Lama ►
 

Total Pageviews

Copyright 2013 Macam-Macam Tarian di Indonesia: Tari Ondel-ondel Template by Hand's. Powered by Blogger