Showing posts with label Unsure – unsure komposisi tari. Show all posts
Showing posts with label Unsure – unsure komposisi tari. Show all posts

Wednesday, January 15, 2014

Unsur Dasar Pendukung Tari


Tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak yang indah, maka seorang . penari atau penata tari harus mampu menafsirkan, menghayati, dan mengekspresikan makna-makna gerak yang dipakai dalam tari tersebut. Tari memiliki unsur dasar tersendiri yang meliputi tiga aspek, antara lain:

1.    Wiraga, yaitu dasar keterampilan gerak dari bagian fisik/tubuh penari, di antaranya gerakan jari-jari tangan, pergelangan tangan, siku-siku tangan, bahu, leher, muka dan kepala, lutut, mulut, jari-jari kaki, dada, perut, pinggul, biji mata, alis dan pergelangan kaki.

2.    Wirama, yaitu suatu pola pengaturan dinamika untuk mencapai gerakan yang harmonis seperti aksen dan tempo tarian. Wirama terbagi menjadi dua, yaitu wirama tandak dan wirama bebas.

3.    Wirasa, yaitu tingkatan penjiwaan dan penghayatan dalam tarian yang diekspresikan melalui gerakan dan mimik wajah penari sehingga melahirkan keindahan, seperti halus, lembut, sedih, gembira, dan Iain-Iain.


Agar gerakan dalam tarian terlihat lebih indah, maka diperlukan unsur-unsur pendukung terhadap tarian tersebut. Unsur-unsur pendukung tari terdiri dari gerak, properti, iringan, tata busana/ kostum, dan tata pentas/panggung.

1.    Gerak

Unsur pokok tari adalah gerak, gerak tari merupakan fungsional dari tubuh (gerak bagian kepala,
kaki, tangan, dan badan). Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian, olahraga, gerak bermain, bekerja, dan gerak sehari-hari.
Pada khususnya, tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian, di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah ditata indah. Gerakan bersifat lembut dan mengalir, serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri.
Gerak dapat dibedakan menjadi: gerak maknawi, murni atau wantah, imitatif, dan imajinatif.

a.    Gerak imitatif adalah gerakan tari yang dihasilkan dari eksplorasi gerak tiruan dari alam.
b.    Gerak imajinatif adalah gerak yang dihasilkan rekayasa manusia.
c.    Gerak maknawi adalah  gerak tari yang mengandung arti atau maksud tertentu.
d.    Gerak murni adalah gerak yang tidak mengandung arti, tetapi masih mempunyai unsur keindahan atau estetika.


2.    Properti

Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk  harapan tari secara baik, agar kesan garapan tari akan lebih sempurna.
Penggunaan properti tari harus mempertimbangkan jenis, fungsi, dan asas pakai properti secara baik dan benar. Hal ini dikarenakan proporsi penggunaan properti  tari secara mendasar menentukan penguasaan keterampilan penari secara pokok.
Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan, menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format garapan tari yang berkuaiitas. Properti tari banyak ragam, bentuk, dan jenisnya.
Properti yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur), kipas, rebana, payung, tongkat, keris, cundrik, pedang, mandau, tombak, gendang, piring, panah, dan Iain-Iain.

3.    Iringan

Iringan dalam tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian. Keduanya seiring dan sejalan sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis.
Musik yang dinamis dapat menggugah suasana sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari. Oleh karenanya tari tersebut komunikatif.

4     Tata Busana/Kostum

Keberadaan kostum dalam sebuah pertunjukan bersifat mutlak, karena pada dasarnya suatu tarian dapat terungkap dengan sempurna, jikaseluruh unsur pendukung hadir di dalamnya. Salah satu unsur pendukung yang penting dalam suatu tarian adalah tata busana/kostum.
Busana tari berfungsi untuk mendukung tema atau isi tari dan untuk memperjelas peranan-peranan dalam suatu sajian tari. Busana tari secara umum terdiri atas baju, celana, kain, selendang, ikat kepala, mahkota, dan Iain-Iain.
Tata busana untuk keperluan pementasan tafi biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya. Alternatif bahan untuk pembuat busana tari bermacam-macam, dapat terbuat dari kain, kertas, plastik, daun atau apa saja yang ada di sekitar kita, yang dapat dimanfaatkan untuk bahan busana tari. Dalam tari tradisional, pada umumnya desain busana taritidakjauh berbeda dengan busana adat setempat.

5    Tata Pentas/Panggung

Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pergeiaran tari. Tata pentas bukap hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik, namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yang terkait dengan konsep tari. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat benda-benda dan alat yang berhubungan dengan tari, yang disebut dengan setting.

Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang memiliki dua jenis, yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka. Jenis panggung tertutup disebut dengan prosenium. Cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. Bentuknya bermacam-macam, yaitu berbentuk arena, pendopo, di halaman pura, di halaman rumah atau di lapangan. Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penari dapat dilihat dari berbagai arah pandang.

Monday, July 1, 2013

Unsure – unsure komposisi tari



Pada dasarnya sebuah tarian tidak hanya terdiri dari susunan gerak yang telah mengalami proses stilisasi atau distorsi atau penggarapan dari aspek tenaga, ruang dan waktu, namun juga terdapat unsure – unsure lain yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi komposisi yang disebut dengan tari. Unsure – unsure itu adalah desain lantai, desain atas, desain music, desain dramatic, tema, tata rias / busana dan tata rambut, tata pentas, tata lampu, tata suara property, dan komposisi kelompok, penyusunan acara yang disebut dengan unsure – unsure komposisi tari.

Desain lantai atau floor design adalah garis yang dilalui penari di atas lantai atau garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Pola lantai ada 2 pola dasar yaitu pola lantai garis lurus dan pola lantai garis lengkung. Pola lantai garis lurus formasi yang dibuat membentuk garis lurus yaitu ke depan, belakang, samping, serong, huruf V, seitiga, segi empat, huruf T, atau zig zag. Pola lantai garis lengkung dapat dimodifikasi dengan model lengkung ke depan, samping, belakang, serong, melingkar, angka 8 dan lain sebagainya.

Design atas atau air design adalah design yang dibuat oleh anggota badan yang berada di atas lantai atau garis yang terlukis di udara. Macam – macam design atas yaitu datar, dalam, vertical, horizontal, kontras, murni, statis, lurus, lengkung, bersudut, spiral, tinggi, medium, rendah, terlukis, lanjutan, tetunda, simetris, asimetris.

Design musik adalah pola ritmik dalam sebuah tari pola ritmik dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi, harmoni dan frase music.

Design dramatic adalah tahap – tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Tahap – tahap ini perlu agar tarian menarik, dan tidak terkesan monoton. Tahapan ini penonton dapat merasakan perbedaan bagian awal, klimaks dan penurunan. Klimaks merupakan puncak kekuatan emosional dalam tari. Untuk mencapai klimaks dapat digunakan dengan cara memperceoat tempo, memperluas jangkauan gerak, menambah jumlah penari, menambah dinamika gerak atau justru berhenti sama sekali. Dua jenis desain dalam tari yaitu kerucut ganda dan desain kerucut tunggal.

Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi – variasi di dalam tari tersebut. Variasi berupa penggunaan tenaga dalam gerak, tempo, tinggi rendah (level), pergantian posisi penari serta perubahan suasana. Dinamika tari memberikan kesan tarian menarik, tidak membosankan dan tidak terkesan monoton
Tema adalah Ide persoalan dalam tari. Sumber tema berasal dari Tuhan, manusia dan alam sekitar.

Tata Rias, tata rambut dan tata busana adalah rias wajah, tata rambut, tata busana yang dirancang dan dipakai khusus oleh penari untuk keperluan pementasan tari. Tata rias adalah seni menggunakan bahan kosmetika untuk mewujudkan wajah sesuai dengan peran yang dibawakan. Tata rias ada 2 yaitu rias tradisi dan non tradisi. Tata rias dalam pertunjukan tari ada 3 yaitu rias wajah kolektif yang berfungsi untuk memperbaiki bagian – bagian yang kurang sempurna, rias wajah karakter yang berfungsi memperjelas karakter tokoh, dan rias wajah fantasi yang bertujuan untuk mewujudkan angan – angan / imajinasi. Fungsi tata rias ada 2 yaitu:

a.       Fungsi pokok yaitu tata rias yang didasarkan pada karakter ( mengubah wajah dari muda jadi tua)
b.   Fungsi bantuan yaitu tata rias yang digunakan dalam tingkatan rias sederhana dan semata – mata untuk menambah kecantikan atau ketampanan.

Tata rambut ada 2 yaitu rambut tradisional yang modelnya disesuaikan dengan adapt dan gaya rambut masing – masing serta rambut non tradisional yang disesuaikan dengan konsep tari.

Tata busana dirancang sesuai dengan tema tari. Kostum atau tata busana adalah segala sandang dan perlengkapan yang dikenakan saat pentas atau pertujukan. Kostum dikelompokkan 4 macam yaitu kostum dasar, body, kepala, assesories. Alternatif bahan membuat busana bermacam – macam yaitu kain kertas, plastik, daun dan lain sebagainya.

Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pagelaran tari. Tata pentas panggung memiliki 2 jenis bentuk panggung yaitu panggung terbuka dan panggung tertutup. Panggung tertutup disebut dengan proscenium yaitu penonton dari satu pandang, dan berada di dalam suatu ruangan. Contohnya pentas di kelas, aula dan lain sebagainya. Panggung terbuka di sebut auditorium dan berada di luar ruangan yang tidak beratap. Contohnya pura, pendopo, halaman rumah, lapangan dan lain sebagainya.

Tata lampu adalah seperangkat penataan lampu untuk keperluan pementasan tari yang fungsinya untuk penerangan, penciptaan suasana dan memperjelas peristiwa pada suatu adegan. Sumber cahaya antara lain berasal dari api lilin, obor dan listrik.

Tata suara adalah seperangkat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik untuk iringan tari contoh tape, CD player, MP3 dan lain – lain.

Property adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Alat ini berupa benda yan dibawa atau dapat pula benda yang menempel pada penari itu sendiri. Penari dalam membawakan property dituntut dapat trampil menggunakan alat tersebut, karena dapat memantapkan pengungkapan ekspresinya. Dengan melihat property tari dapat juga diketahui karakternya. Property ini ada yang berupa senjata dan non senjata. Property yangyang berupa senjata meliputi pedang, tameng, tombak, godo, alugara, panah , keris dan lain –lain. Property yang berupa non senjata meliputi paying, kipas, piring, lilin, sampur, bokor dan lain sebagainya.

Komposisi kelompok sangat diperlukan dalam penggarapan tari. Tari tunggal dan pasangan menggunakan komposisi kelompok yang sederhana dibanding dengan jumlah penari tiga atau lebih. Garapan tari kelompok dibutuhkan mendesain tari kelompok agar semakin cermat, teliti, dan memperhitungkan teliti dan kemungkinan yang dapat membosankan. Untuk penari kelompok dengan jumlah penari 5 dibutuhkan aspek serempak yaitu semua penari melakukan gerakan serempak, bergerak dengan motif dan bentuk gerak yang sama, arah hadap dan arah pelaksanaan gerak sama.

Penyusunan acara perlu dipertimbangkan agar pertunjukan tidak monoton, dan membosankan. Pemilihan tata susun urutan koreografi dipertimbangkan dengan pilihan koreografer, pilihan cerita, pilihan asal tari, hingga pada kualitas koreografi yang disusun berdasarkan urutan penampilan, dari sederhana sampai berbobot. Nomor penampilan dan buku program dibutuhkan agar penonton memperoleh informasi awal tentang isi pertunjukan, susunan koreografer, dan orang - orang yang terlibat dalam pertunjukan.
Posting Lama ►
 

Total Pageviews