Showing posts with label tari asal lampung. Show all posts
Showing posts with label tari asal lampung. Show all posts

Tuesday, January 14, 2014

Sejarah Tari Cangget Asal Lampung


Lampung adalah sebuah provinsi yang letaknya paling selatan di Pulau Sumatera yang terbagi dalam beberapa suku bangsa yaitu: Suku bangsa Lampung, Jawa, Sunda, Padang dan Bali. Suku bangsa Lampung sendiri terbagi menjadi dua yaitu Lampung Pepadun dan lampung Sebatin. Lampung Pepadun 1 adalah sebutan bagi orang Lampung yang berasal dari Sekala Brak di punggung Bukit Barisan (sebelah barat Lampung Utara) dan menyebar ke utara, timur dan tengah provinsi ini.

Sedangkan, Lampung Sebatin adalah sebutan bagi orang Lampung yang berada di sepanjang pesisir pantai selatan Lampung.Sebagaimana masyarakat lainnya, mereka juga mereka menumbuh-kembangkan kesenian yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi jati dirinya. Dan, salah satu kesenian yang ditumbuh kembangkan oleh masyarakat Lampung, khususnya Orang Pepadun, adalah jenis seni tari yang disebut “tari cangget”.

Konon, sebelum tahun 1942 atau sebelum kedatangan bangsa Jepang ke Indonesia, tari cangget selalu ditampilkan pada setiap upacara yang berhubungan dengan gawi adat, seperti: upacara mendirikan rumah, panen raya, dan mengantar orang yang akan pergi menunaikan ibadah haji. Pada saat itu orang-orang akan berkumpul, baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan dengan tujuan selain untuk mengikuti upacara, juga berkenalan dengan sesamanya. Jadi, pada waktu itu tari cangget dimainkan oleh para pemuda dan pemudi pada suatu desa atau kampung dan bukan oleh penari-penari khusus yang memang menggeluti seni tari tersebut.


Tarian cangget yang menjadi ciri khas orang Lampung ini sebenarnya terdiri dari
beberapa macam, yaitu:

  1. Cengget Nyambuk Temui, adalah tarian yang dibawakan oleh para pemuda dan pemudi dalam upacara menyambut tamu agung yang berkunjung ke daerahnya.
  2. Cangget Bakha, adalah tarian yang dimainkan oleh pemuda dan pemudi pada saat bulat purnama atau setelah selesai panen (pada saat upacara panen raya).
  3. Cangget Penganggik, adalah tarian yang dimainkan oleh pemuda dan pemudi saat mereka menerima anggota baru. Yang dimaksud sebagai anggota baru adalah pada pemuda dan atau pemudi yang telah berubah statusnya dari kanak-kanak menjadi dewasa. Perubahan status ini terjadi setelah mereka melalukan upacara busepei (kikir gigi).
  4. Cangget Pilangan, adalah tarian yang dimainkan oleh para pemuda dan pemudi pada saat mereka melepas salah seorang anggotanya yang akan menikah dan pergi ke luar dari desa, mengikuti isteri atau suaminya.
  5. Cangget Agung adalah tarian yang dimainkan oleh para pemuda dan pemudi pada saat ada upacara adat pengangkatan seseorang menjadi Kepala Adat (Cacak Pepadun). Pada saat upacara pengangkatan ini, apabila Si Kepala Adat mempunyai seorang anak gadis, maka gadis tersebut akan diikutsertakan dalam tarian cangget agung dan setelah itu ia pun akan dianugerahi gelar Inten, Pujian, Indoman atau Dalom Batin.
Walau tarian cangget terdiri dari beberapa macam, namun tarian ini pada dasarnya mempunyai gerakan-gerakan yang relatif sama, yaitu:
  • gerak sembah (sebagai pengungkapan rasa hormat)
  • gerakan knui melayang (lambang keagungan)
  • gerak igel (lambang keperkasaan)
  • gerak ngetir (lambang keteguhan dan kesucian hati
  • gerak rebah pohon (lambang kelembutan hati)
  • gerak jajak/pincak (lambang kesiagaan dalam menghadapi mara bahaya)
  • gerak knui tabang (lambang rasa percaya diri).
Peralatan, Busana, dan Perkembangannya
Peralatan musik yang digunakan untuk mengiringi tari Canget diantaranya adalah:
  • canang lunik 8–12 buah.
  • bende sebuah.
  • gujeh sebuah.
  • gong 2 buah.
  • gendang sebuah.
  • pepetuk 2 buah.
Busana yang dikenakan oleh penari perempuan adalah:
  • kain tapis.
  • kebaya panjang warna putih.
  • siger.
  • gelang burung.
  • gelang ruwi.
  • kalung papan jajar.
  • buah jarum.
  • bulu seratai.
  • tanggai.
  • peneken.
  • anting-anting.
  • kaos kaki warna putih. 
Sedangkan busana dan perlengkapan pada penari laki-laki adalah:
  • kain tipis setengah tiang
  • bulu seratai.
  • ikat pandan.
  • jubah.
  • baju sebelah.
Selain peralatan musik dan busana bagi penarinya, tarian ini juga menggunakan
perlengkapan-perlengkapan pendukung lainnya, yaitu:
  • jepana (tandu usungan) yang dipakai pada saat mengantar dan menjemput tamu agung, sesepuh adat atau pun puteri kepala adat dan kutamara.
  • tombak dan keris, dipakai pada saat tari igel.
  • talam emas, dipakai untuk landasan menurunkan serta menaikkan para sesepuh atau tetua adat dari Jepana memasuki Sesat Agung ataupun sebaliknya.
  • Payung adat yang warna putih (lambang kesucian) dan warna kuning (lambang keagungan).
Adapun lagu-lagu yang sering dinyanyikan untuk mengiringi tarian Cangget Agung
adalah:
  • tabuh mapak/nyabuk temui.
  • tabuh tari (tarey).
  • serliah adak.
  • mikhul bekekes.
  • gupek.
  • hujan turun.
Saat ini, seiring dengan perkembangan zaman, penyelenggaraan tarian ini semakin berkurang. Tarian cangget tidak lagi ditarikan oleh para pamuda dan pemudi untuk saling berkenalan, melainkan telah menjadi suatu tarian khusus yang dimainkan oleh penari-penari tertentu (tidak sembarang orang) dan pada saat-saat tertentu saja (upacara adat saja).

Nilai Budaya.

Cangget sebagai tarian khas orang Lampung Pepadun, jika dicermati, tidak hanya mengandung nilai estetika (keindahan), sebagaimana yang tercermin dalam gerakan-gerakan tubuh para penarinya. Akan tetapi, juga nilai kerukunan dan kesyukuran. Nilai kerukunan tercermin dalam fungsi tari tersebut yang diantaranya adalah sebagai ajang berkumpul dan berkenalan baik bagi orang tua, kaum muda, laki-laki maupun perempuan. Dengan berkumpul dan saling berkenalan antar warga dalam suatu kampung atau desa untuk merayakan suatu upacara adat, maka akan terjalin silaturahim antar sesama dan akhirnya akan menciptakan suatu kerukunan di dalam kampung atau desa tersebut. Sedangkan nilai kesyukuran juga tercermin dalam tujuan diselenggarakannya tarian tersebut, yang merupakan salah satu unsur dalam penyelenggaraan suatu upacara adat sebagai perwujudan rasa syukur kepada Sang Pencipta (Allah SWT).

Semoga dapat menambah pengetahuan serta wawasan kita tentang tari cangget dari lampung.

Sejarah Tari Melinting Dari Lampung Timur


Seni Tari Melinting merupakan tarian tradisional dari peninggalan Ratu Melinting yang berada di Labuhan Meringgai Lampung Timur. Tari Melinting sudah mengalami perjalanan sejarah yang cukup lama, yaitu sejak masuknnya islam ke Indonesia. Sebagai sebuah kesenian daerah, Tari Melinting memiliki corak dan ragam berbagai variasi yang merupakan kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Oleh karenanya kesenian ini perlu mendapatkan perhatian secara terus-menerus, teratur, dan terarah sesuai dengan perkembangan sehingga dapat memperkaya kebuyaan indonesia.

Tari Melinting adalah Tari Tradisional dari kerabat suku Lampung yang beradat Melinting diciptakan Ratu Melinting II pada abad XVI yang bergelar Pangeran Penembahan Mas. Pada abad ke-16 yaitu pada silsilah ke-2 keratuan Melinting Pangeran Penembahan Mas, pengaruh isalm mulai mendominasi tata cara Tari Melinting. Sejak disempurnakan tahun 1958, Tari Melinting dinamakan Tari Melinting Gaya Baru perkembangan yang terjadi sekarang merupakan perubahan yang agak jauh dari bentuk aslinya, baik gerak, busana, maupun aksesorisnya.

Tari Melinting merupakan salah satu kesenian tari yang menggambarkan Keperkasaan dan Keagungan Keratuan Melinting. Tari Melinting merupakan Tari Adat Tradisional Keagungan Keratuan Melinting yang diciptakan oleh Ratu Melinting ini merupakan tari tradisional lepas untuk hiburan lepas untuk hiburan pelengkap pada acara Gawi Adat. Tari Melinting sebelum mengalami perkembangan penyempurnaan(tahun 1958), adalah mutlak sebagai tarian keluarga Ratu Melinting yang pementasanya hanya pada saat Gawi Adat/Keagungan Keratuan Melinting saja. Penarinya hanya sebatas putera dan puteri Ratu Melinting dan di pentaskan di Sesat/Balai Adat.

Seiring dengan perkembangan zaman Tari Melinting mengalami pergeseran fungsi, yaitu merupakan tarian hiburan lepas sebagai tari penyambutan tamu Agung yang datang ke daerah Lampung. Selain itu fungsi fungsi Tari Melinting adalah sebagai pergaulan yang merupakan ungkapan rasa kegembiraan pasangan muda-mudi, penampilanya di dominasi oleh gerak yang dinamis dari penari pria, sedangkan penari wanitanya lebih halus sesuai dengan sifat kewanitaanya.

Awal keberadaanya Tari Melinting merupakan tari yang di pentaskan di lingkungan keluarga pada acara Upacara (Gawi Adat). Dalam perkembangannya tari ini dipentaskan di lapangan terbuka dan di pentaskan untuk umum. Selain itu Tari Melinting banyak mendapat kesempatan untuk dipentaskan dalam upacara-upacara penting di Indonesia.

Thursday, November 14, 2013

Bermacam-Macam Gerak Tari Bedana


Tari Bedana adalah salah satu kesenian tradisional masysrakat Lampung. Tari ini dibawa oleh orang Arab pada sekitar tahun 1930 yang kemudian diajarkan kepada tiga orang anaknya bernama Ma’ruf, Amang, dan Abdullah. Mereka lalu menyebarkan tarian ini ke seluruh pelosok daerah Lampung. Tari Bedana adalah tari tradisional yang telah berakar serta dirasakan sebagai suatu symbol tradisi yang sangat luas tentang pandangan hidup serta alam lingkungan yang ramah dan terbuka.



Tari Bedana adalah  sebuah kesenian rakyat yang akrab dan merupakan salah satu nilai budaya untuk mengintrospeksikan suatu pergaulan, kasih sayang, dan persaudaraan,yang tulus dan ikhlas sebagai ciri dari sebuah ketradisionalan yang tak akan lepas. Tari ini ditampilkan secara berpasangan, sebaiknya putra dan putri. Satu keunikan bernilai plus dari tari berpasangan ini adalah bahwa ragam gerak tari bedana tidak memperkenankan penari bersentuhan dengan pasangannya. Hal itu merupakan refleksi sebuah pergaulan masyarakat dan muda-mudi yang harus penuh kehati-hatian dan saling menjaga kehormatan diri untuk tidak bersentuhan dengan orang yang bukan mahramnya. Filosofi tersebut tidaklah mustahil ada, sebab tari Bedana ini memang dibawa oleh orang Arab yang memiliki budaya demikian.

Tari Bedana ini adalah tari yang relative mudah ragam geraknya untuk dikuasai sehingga jenis tari tradisional ini sangat familiar di kalangan masyarakat Lampung. Dewasa ini, Tari Bedana sudah dikreasikan seperti Tari Bedana Ganta, Tari Bedana Maramis, dan Tari Bedana Lunik.

Ragam Gerak Tari Bedana
  1. Tahto/Tahtim/Ngesit
Hitungan 1 kaki kanan melangkah ke depan
Hitungan 2 kaki kiri melangkah ke depan
Hitungan 3 kaki kanan melangkah ke depan, kaki kiri diangkat
Hitungan 4 kaki kiri balik ke badan ke kiri
Hitungan 5 langkah kaki kanan
Hitungan 6 maju kaki kiri diikuti kaki kanan jinjit sebelah kiri
Hitungan 7 maju kaki kanan sebelah kaki kiri langsung menarik jongkao (sumpah)
(Pada hitungan 1 melangkah setengah meloncat posisi badan tegap gerakan tangan mengayun berlawanan dengan gerak kaki, pandangan ke depan mengikuti arah gerakan kaki)
  1. Khesek Gantung
Hitungan 1 langkah kaki kanan ke depan
Hitungan 2 langkah kaki kiri ke depan
Hitungan 3 ayun kaki kanan geser ke samping kanan 30 derajat
Hitungan 4 tarik kaki kanan merapat kaki kiri (angkat)
(Gerak kaki kanan bisa dilakukan dengan kaki kiri atau sebaliknya gerak tangan berkelai)
  1. Khesek Injing
Hitungan 1 langkah kaki kanan
Hitungan 2 langkah kaki kiri
Hitungan 3 mengangkat kaki kanan diletakkan sebelah kanan kaki kiri jinjit (badan merendah)
Hitungan 4 mengayun kaki kanan ke samping kanan 30 derajat (gerak tangan berkelai)
  1. Jimpang
Hitungan 1 langkah kaki kanan
Hitungan 2 langkah kaki kiri
Hitungan 3 mundur kaki kanan
Hitungan 4 langkah kaki kiri ke kiri (gerak tangan kimbang)
Hitungan 5 langkah kaki kanan
Hitungan 6 Putar kaki kiri ke samping kiri
Hitungan 7 diikuti kaki kanan balik putar ke kanan (sembokh)
Hitungan 8 angkat kaki kiri ke samping kiri kaki kanan dengan pasti kaki kiri jinjit (Gerak angan kimbang)
  1. Humbak Moloh
Hitungan 1 kaki kanan ke samping kanan
Hitungan 2 kaki kiri ke samping kanan (mengikuti kaki kanan)
Hitungan 3 kaki kanan kesamping kanan
Hitungan 4 kaki kiri ayun ke depan
Hitungan 5,6,7,8 kebalikan hitungan 1,2,3,4 (gerak tangan berkelai)
  1. Ayun
Hitungan 1 langkah kaki kanan
Hitungan 2 langkah kaki kiri
Hitungan 3 langkah kanan
Hitungan 4 angkat (ayun) kaki kiri (gerak tangan kimbang)
  1. Gantung
Hitungan 1  angkat/ayun kaki kiri
Hitungan 2 merendah kaki kanan
Hitungan 3 angkat/ayun kaki kiri
Hitungan 4 merendah kaki kanan (gerak tangan berkelai)
  1. Belitut
Hitungan 1 langkah kaki kanan silang ke kiri
Hitungan 2 diikuti kaki kiri di belakang kaki kanan
Hitungan 3 langkah kaki kanan silang ke kiri
Hitungan 4 maju kaki kanan
Hitungan 5 silang kaki kiri ke kanan putar badan
Hitungan 6 mundur kaki kanan
Hitungan 7 ayun kaki kiri ke depan
  1. Gelek
Hitungan 1 ayun angkat kaki kanan
Hitungan 2 langkah kaki kanan
Hitungan 3 langkah kiri
Hitungan 4 langkah kaki kanan
Hitungan 5 mundur kaki kiri
Hitungan 6 langkah samping kaki kanan ke kiri
Hitungan 7 silang kaki kiri ke depan
Hitungan 8 ayun kaki kanan ke depan (gerak tangan kimbang)

Ciri Khas Gerak Tari Bedhana


Tari Bedana
TARI BERPASANGAN DAERAH LAMPUNG

          Menari adalah menyusun gerak ritmis tubuh menjadi satu kesatuan  yang utuh dan harmonis. Susunan unsur gerak tersebut bersifat ritmis yang sangat ditentukan oleh keberaturan tempo ( waktu ) dan ditentukan dengan ketukan.Dalam menari juga dibutuhkan music pengiring yang berfungsi member irama atau keberaturan ketukan sebuah tari yang diiringinya.
          Tari berpasangan di daerah Lampung contohnya ; Tari Melinting, Tari Sebambangan, Trai Bedana dll. Dari sekian banyak ragam dan bentuk tari tradisional yang hidup dan berkembang di daerah Lampung,dan sekaligus merupakan cerminan tata kehidupan masyarakat, yang harus dipelihara, dibina dan dikembangkan salah satunya adalah Tari Bedana.

SEJARAH

          Menutut sejarah, kabarnya Tari Bedana hidup dan berkembang di daerah Lampung seiring dengan masuknya agama Islam.Pada mulanya Tari Bedana ditarikan oleh laki-laki secara berpasangan / kelompok,dan hanya dapat disaksikan oleh keluarga saja.Tari Bedana ditarikan pada saat anggota keluarga hatam Al-Qur’an. Melalui perkembangan zaman sekarang Tari bedana dapat ditarikan oleh laki-laki dan perempuan secara berpasangan/kelompok dan dapat disaksikan oleh masyarakat umum.
          Tari Bedana merupakan tari tradisional kerakyatan daerah Lampung yang mencerminkan tata kehidupan masyarakat Lampung sebagai perwujudan simbul adat istiadat,agama, etika yang telah menyatu dalam kehidupan masyarakat Lampung.

SINOPSIS

          Tari Bedana merupakan tari tradisional yang bernafaskan Islam,mencerminkan tata kehidupan masyarakat Lampung yang ramah dan terbuka sebagai simbol persahabatan dan pergaulan anak muda Lampung dengan komitmen beragama.

CIRI KHAS TARI BEDANA

Tari Bedana memiliki beberapa cirri khas, antara lain:
1.       Lagu pengiring tari
Lagu dalam tari Bedana merupakan keharusan,karena lagu yang dilantunkan dapat merupakan panduan untuk perubahan gerak atau komposisi.Biasanya lagu yang mengiringi tari Bedana bersifat gembira yang bersumber dari salawat nabi, sagata, adi-adi,wayak atau pantun seperti lagu penayuhan,lagu mata kipt,lagu bedana dan lain-lain.

2.       Alat musikpengiring tari
Alat music pengiring tari Bedana yang lazim dipakai adalah:
a.       Alat musik gambus lunik,yaitu sebuah alat music tradisional daerah Lampung yang dipetik berdawai empat.
b.       Ketipung atau marawis yaitu alat yang dipukul
c.       Karenceng atau terbangan,yaitu alat music yang terbuat dari kau nangka fungsinya sama dengan ketipung.
d.       Pembawa lagu atau vokalis yang selalu melantunkan lagu-lagu seirama dengan petikan gambus lunik. 

TATA RIAS DAN BUSANA

1.       Busana Tari Bedana Wanita
a.       Sanggul malang/belattung tebak
b.       Penekan rambut
c.       Gaharu kembang goyang/sual kira
d.       Kembang melati/kembang melur
e.       Subang giwir/anting-anting
f.        Buah jukum/bulan termanggal
g.       Bulu serattei/bebiting
h.       Gelang kano/gelang bibit
i.         Kawai kurung

j.         Tapis/betuppal

1.       Busana Tari Bedana Pria
a.       Kilat akinan/peci sebagai ikat kepala/ikat pujuk
b.       Kawai teluk belanga/belah buluh/kakalah bangkang
c.       Kain bidak gantung/betumpal sebatas lutut
d.       Bulu serattei/bebiting
e.       Gelang kano
f.        Celana panjang/pangal
g.   Kalung/buah jukum


1. KESEK INJING
2. KESEG GANTUNG
3. AYUN GANTUNG
4. BELITUT
5. TAHTO SEMBAH
6. GELEK
7. JIMPANG
8. GANTUNG
9. HUMBAK MOLOH
Posting Lama ►
 

Total Pageviews

Copyright 2013 Macam-Macam Tarian di Indonesia: tari asal lampung Template by Hand's. Powered by Blogger