Monday, July 1, 2013

Tari berdasarkan orientasi peran / fungsi di masyarakat

Peranan seni tari untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan melalui stimulan individu, social dan komunikasi. Dengan demikian tari dalam memenuhi kebutuhan individu dan social merupakan alat yang digunakan untuk penyampaian ekspresi jiwa dalam kaitannya dengan kepentingan lingkungan.

Oleh karena itu tari dapat berperan sebagai pemujaan, sarana komunikasi, dan pernyataan batin manusia dalam kaitannya dengan ekspresi kehendak. Secara garis besar fungsi tari ada 3 antara lain :

1. tari sebagai upacara
Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini yang berfungsi sebagai ritual. tari dalam upacara pada umumya bersifat sakral dan magis.

Pada tari upacara faktor keindahan tidak diutamakan, yang diutamakaan adalah kekuatan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia itu sendiri ataupun hal hal diluar dirinya. Ciri – ciri tari untuk upacara antara lain :

v  diselenggarakan pada tempat dan waktu tertentu, 
v  bersifat sacral dan magis,
v  ada sesaji,
v  dilaksanakan di tempat terbuka dan massal,
v  hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat sebagai sarana untuk persembahan,
v  sebagai sarana memuja dewa,
v  bersifat kebersamaan dan berulang ulang,
v  yang datang dianggap peserta upacara bukan penonton ,
v  ditarikan oleh penari yang terpilih dan dianggap suci,
v  gerak tari imitatif, meniru gerak - gerik alam sekitar,
v  ungkapan gerak mirip ekspresi kehendak jiwa penarinya.

Tari upacara dibagi menjadi 2 yaitu tari adat dan agama :

a.     tari adat
beberapa contoh tari uapacar adat adalah bedhoyo  ketawang (penobatan raja) gambyong, karonsih, dan gatot kaca gandrung ( adat perkawinan), kuda lumping, jatilan (seni tontonan rakyat) tari sekapur sirih untuk penyambutan tamu agung dan tari rangguk (jambi) untuk persembahan untuk tamu biasa.

b.   tari agama
Tari upacara agama adalah tari yang diyakini memiliki karismatik khusus. Apabila tidak dilaksanakan akan berdampak kepada peri kehidupan selanjutnya. Tari upacara agama memiliki tradisi khusus., dilaksanakan dalam konteks yang berhubungan dengan pernyataan penghayan keagamaan di mana mereka lebih asyik apabila melakukan dengan penghayatan dalam dan bersifat memuja, dan penghayantan persembahan secara total. Contoh tari pendet, rangde, rejang, keris, pasraman, gabor, ngaben bedoyo semang, bendaya ketawang, gandari

2. tari sebagai sarana hiburan
Salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk di tonton. Tari ini memiliki tujuan hiburan pribadi lebih mementingkan kenikmatan dalam menarikan. Tari hiburan disebut tari gembira, pada dasarnya tarian gembira tidak bertujuan untuk ditonton akan tetapi tarian ini cenderung untuk kepuasan para penarinya itu sendiri. Keindahan tidak diutamakan, tetapi mementingkan kepuasan individual, bersifat spontanitas dan improvisasi.

Ciri – ciri tari hiburan :

v  mudah melibatkan peserta
v  pakaiannya bebas
v  relative mudah dipelajari
v  mood yang bergembira ria
v  unsure gerak gembira dan bebas

contoh tari hiburan tari tayub (jatim, jateng), ketuk tilu (jabar), gandrung (banyuwangi), jogged bumbung (bali), serampang dua belas (Sumatra)

3. tari sebagai sarana pertunjukkan

Tari pertunjukkan adalah bentuk momunikasi sehingga ada penyampai pesan dan penerima pesan.
Tari ini lebih mementingkan bentuk estetika dari pada tujuannya. Tarian ini lebih digarap sesuai
dengan kebutuhan masyarakat setempat’ tarian ini sengaja disusun untuk dipertontonkan. Oleh sebab
itu penyajian tari mengutamakan segi artistiknya yang konsepsional yang mantab, koreografer yang
baik serta tema dan tujuan yang jelas. 

Ciri – ciri tari pertunjukkan :

v  pola garapannya merupakan penyajian yang khusus untuk dipertunjukkan
v  adanya factor imajinatif / kreativitas
v  adanya ide yang mengandung dan mengarah kepada konteks pementasan yang professional
v kadang kala pementasannya menghendaki penonton tertentu dengan harapan adanya evaluasi apresiatif yang dijalankan dengan undangan atau karcis
v  lokasi pementasan di tempat yang khusus atau teater baik tempat itu berupa gedung pertunjukkan tradisional, modern, panggung terbuka, ataupun panggung tertutup.
    v  Contoh tari pertunjukan tari piring (Sumatra), tari ngremo (jatim), gambyong ( surakarta)

TARI BERDASARKAN BENTUK PENYAJIAN

Berdasarkan bentuk penyajiannya, jenis tari dibagi menjadi 4 macam yaitu tari tunggal, tari berpasangan, tari missal dan drama tari.

A tari tunggal
Tari tunggal adalah jenis tari yang dimainkan mutlak oleh seorang penari. Hal ini berarti bahwa si penari harus mempunyai kemampuan, trampil dalam olah gerak, peka terhadap irama gendhing, dapat mengekspresikan tari yang dibawakan, baik koreografinya maupun karakter tari dengan penuh percaya diri, serta dapat mengolah / mengisi ruang pentas. Sebagai persiapan dalam belajar tari tunggal perlu diperhatikan beberapa hal sebagai bekal yaitu sebagai berikut :

v  Penguasaan ragam gerak sesuai koreografi
v  Penguasaan irama seiring jiwa / karakter tari
v  Penguasaan ruang pentas
v  Rasa percaya diri
 
Contoh tari putrid tunggal anatara lain Manipuri, golek, gambyong, batik, bondan
Contoh tari putra alus tunggal antara lain gunungsari, menak koncar, pamungkas
Contoh tari putra gagah tunggal antara lain cantrik, kelinci, topeng klana, gatotkaca, kuda – kuda


B. tari berpasangan
Tari berpasangan adalah tari yang dibawakan oleh dua orang penari yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Pada tari berpasangan ini diperlukan keterlatihan gerak dengan partner / lawan main / pasangannya waktu tampil untuk mewujudkan keserasian dan keharmonisan. Dalam seni tradisi tari berpasangan dibedakan menjadi dua :

1)      Jenis wireng
Beksan wireng berasal dari kata wira(perwira) dan aeng yaitu prajurit yang unggul yang aeng yang linuwih. Tari ini menggambarkan ketangkasan dalam latihan perang dengan menggunakan senjata / alat perang. Ciri – ciri tari wireng adalah ditarikan oleh 2 orang baik putra maupun putri, bentuk tarinya sama, pakaiannya sama, tidak mengambil suatu cerita, tidak menggunakan ontowecono (dialog), tidak ada yang kalah / menang, perangnya tanding, gending satu / dua artinya ladrang dteruskan ketawang.
Contoh bogis kembar, bandoyudo

2)      Jenis pethilan
Tari yang mengambil cerita pewayangan. Ciri – cirinya adalah tarinya boleh sama boleh tidak, pakaiannya tidak sama kecuali lakon kembar, menggunakan ontowecono (dialog), memetik cerita / lakon, ada yang kalah / menang / mati, perang menggunakan gendhing srepeg, sampak, dan gangsaran.
Contoh srikandhi mustakaweni, adaninggar kelasworo, srikandhi cakil, srikandhi burisrawa, karonsih, handaka bugis, anilo prahasto, gatotkaca antorejo, anoman cakil, anoman wilkataksini

C.     Tari kelompok
Tari kelompok adalah tari yang disajikan oleh sekelompok penari yang tidak berpasangan. Jumlah penari bisa 3,4,5 atau lebih

D.    Tari massal
Tari massal adalah tarian yang dimainkan oleh banyak penari. Penyajiannya memerlukan tempat yang luas seperti lapangan , aula dan lain sebagainya.

Tari yang banyak melibatkan penari dibedakan menjadi 2 yaitu:
1) Tari kelompok non cerita artinya tari dengan bentuk koreografi. Susunan gerak tari kelompok yang bertemakan ( nondramatik). Contoh tari tunggal gambyong, jaranan, tayub, tari dolanan anak.

2)      Tari kelompok yang menggunakan cerita ( dramatic) dapat berwujud fragmen atau cerita singkat. Contohnya tari pejuang, sendratari jaka tarub, langendriyan menakjinggo leno.

Unsure – unsure komposisi tari



Pada dasarnya sebuah tarian tidak hanya terdiri dari susunan gerak yang telah mengalami proses stilisasi atau distorsi atau penggarapan dari aspek tenaga, ruang dan waktu, namun juga terdapat unsure – unsure lain yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi komposisi yang disebut dengan tari. Unsure – unsure itu adalah desain lantai, desain atas, desain music, desain dramatic, tema, tata rias / busana dan tata rambut, tata pentas, tata lampu, tata suara property, dan komposisi kelompok, penyusunan acara yang disebut dengan unsure – unsure komposisi tari.

Desain lantai atau floor design adalah garis yang dilalui penari di atas lantai atau garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Pola lantai ada 2 pola dasar yaitu pola lantai garis lurus dan pola lantai garis lengkung. Pola lantai garis lurus formasi yang dibuat membentuk garis lurus yaitu ke depan, belakang, samping, serong, huruf V, seitiga, segi empat, huruf T, atau zig zag. Pola lantai garis lengkung dapat dimodifikasi dengan model lengkung ke depan, samping, belakang, serong, melingkar, angka 8 dan lain sebagainya.

Design atas atau air design adalah design yang dibuat oleh anggota badan yang berada di atas lantai atau garis yang terlukis di udara. Macam – macam design atas yaitu datar, dalam, vertical, horizontal, kontras, murni, statis, lurus, lengkung, bersudut, spiral, tinggi, medium, rendah, terlukis, lanjutan, tetunda, simetris, asimetris.

Design musik adalah pola ritmik dalam sebuah tari pola ritmik dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi, harmoni dan frase music.

Design dramatic adalah tahap – tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Tahap – tahap ini perlu agar tarian menarik, dan tidak terkesan monoton. Tahapan ini penonton dapat merasakan perbedaan bagian awal, klimaks dan penurunan. Klimaks merupakan puncak kekuatan emosional dalam tari. Untuk mencapai klimaks dapat digunakan dengan cara memperceoat tempo, memperluas jangkauan gerak, menambah jumlah penari, menambah dinamika gerak atau justru berhenti sama sekali. Dua jenis desain dalam tari yaitu kerucut ganda dan desain kerucut tunggal.

Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi – variasi di dalam tari tersebut. Variasi berupa penggunaan tenaga dalam gerak, tempo, tinggi rendah (level), pergantian posisi penari serta perubahan suasana. Dinamika tari memberikan kesan tarian menarik, tidak membosankan dan tidak terkesan monoton
Tema adalah Ide persoalan dalam tari. Sumber tema berasal dari Tuhan, manusia dan alam sekitar.

Tata Rias, tata rambut dan tata busana adalah rias wajah, tata rambut, tata busana yang dirancang dan dipakai khusus oleh penari untuk keperluan pementasan tari. Tata rias adalah seni menggunakan bahan kosmetika untuk mewujudkan wajah sesuai dengan peran yang dibawakan. Tata rias ada 2 yaitu rias tradisi dan non tradisi. Tata rias dalam pertunjukan tari ada 3 yaitu rias wajah kolektif yang berfungsi untuk memperbaiki bagian – bagian yang kurang sempurna, rias wajah karakter yang berfungsi memperjelas karakter tokoh, dan rias wajah fantasi yang bertujuan untuk mewujudkan angan – angan / imajinasi. Fungsi tata rias ada 2 yaitu:

a.       Fungsi pokok yaitu tata rias yang didasarkan pada karakter ( mengubah wajah dari muda jadi tua)
b.   Fungsi bantuan yaitu tata rias yang digunakan dalam tingkatan rias sederhana dan semata – mata untuk menambah kecantikan atau ketampanan.

Tata rambut ada 2 yaitu rambut tradisional yang modelnya disesuaikan dengan adapt dan gaya rambut masing – masing serta rambut non tradisional yang disesuaikan dengan konsep tari.

Tata busana dirancang sesuai dengan tema tari. Kostum atau tata busana adalah segala sandang dan perlengkapan yang dikenakan saat pentas atau pertujukan. Kostum dikelompokkan 4 macam yaitu kostum dasar, body, kepala, assesories. Alternatif bahan membuat busana bermacam – macam yaitu kain kertas, plastik, daun dan lain sebagainya.

Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pagelaran tari. Tata pentas panggung memiliki 2 jenis bentuk panggung yaitu panggung terbuka dan panggung tertutup. Panggung tertutup disebut dengan proscenium yaitu penonton dari satu pandang, dan berada di dalam suatu ruangan. Contohnya pentas di kelas, aula dan lain sebagainya. Panggung terbuka di sebut auditorium dan berada di luar ruangan yang tidak beratap. Contohnya pura, pendopo, halaman rumah, lapangan dan lain sebagainya.

Tata lampu adalah seperangkat penataan lampu untuk keperluan pementasan tari yang fungsinya untuk penerangan, penciptaan suasana dan memperjelas peristiwa pada suatu adegan. Sumber cahaya antara lain berasal dari api lilin, obor dan listrik.

Tata suara adalah seperangkat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik untuk iringan tari contoh tape, CD player, MP3 dan lain – lain.

Property adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Alat ini berupa benda yan dibawa atau dapat pula benda yang menempel pada penari itu sendiri. Penari dalam membawakan property dituntut dapat trampil menggunakan alat tersebut, karena dapat memantapkan pengungkapan ekspresinya. Dengan melihat property tari dapat juga diketahui karakternya. Property ini ada yang berupa senjata dan non senjata. Property yangyang berupa senjata meliputi pedang, tameng, tombak, godo, alugara, panah , keris dan lain –lain. Property yang berupa non senjata meliputi paying, kipas, piring, lilin, sampur, bokor dan lain sebagainya.

Komposisi kelompok sangat diperlukan dalam penggarapan tari. Tari tunggal dan pasangan menggunakan komposisi kelompok yang sederhana dibanding dengan jumlah penari tiga atau lebih. Garapan tari kelompok dibutuhkan mendesain tari kelompok agar semakin cermat, teliti, dan memperhitungkan teliti dan kemungkinan yang dapat membosankan. Untuk penari kelompok dengan jumlah penari 5 dibutuhkan aspek serempak yaitu semua penari melakukan gerakan serempak, bergerak dengan motif dan bentuk gerak yang sama, arah hadap dan arah pelaksanaan gerak sama.

Penyusunan acara perlu dipertimbangkan agar pertunjukan tidak monoton, dan membosankan. Pemilihan tata susun urutan koreografi dipertimbangkan dengan pilihan koreografer, pilihan cerita, pilihan asal tari, hingga pada kualitas koreografi yang disusun berdasarkan urutan penampilan, dari sederhana sampai berbobot. Nomor penampilan dan buku program dibutuhkan agar penonton memperoleh informasi awal tentang isi pertunjukan, susunan koreografer, dan orang - orang yang terlibat dalam pertunjukan.

Elemen-Elemen Dalam Gerak Tari

Elemen – elemen gerak tari

Elemen pokok tari adalah gerak. Rodolf laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari body (gerak bagian kepala, badan, tangan dan kaki), space ( ruang gerak yang terdiri dari level, jarak atau tingkatan gerak), time ( berhubungan dengan durasi gerak, perubahan sikap, posisi, dan kedudukan), dynamic (kualitas gerak menyangkut kuat, lemah, elastis dan penekanan gerakan). 

Elemen gerak tari meliputi ruang, waktu dan tenaga. Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. Ruang dalam tari mencakup aspek gerak yang diungkapkan oleh seorang penari yang membentuk perpindahan gerak tubuh, posisi yang tepat, dan ruang gerak penari itu sendiri. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. Ruang gerak penari tercipta melalui desain. 

Desain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk / wujud ruang secara utuh. Bentuk ruang penari digambarkan secara bermakna ke dalam desain atas dan desain lantai (la meri : 1979 : 12). Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. 

Ruang dapat diartikan sebagai tempat dimana menyangkut garis, volume, arah, dan dimensi, level, fokus serta arah pandang dan gerak. Arah ada 2 macam yaitu arah hadap dan arah gerak. Arah hadap menunjukkan dimana penari menghadap sedangkan arah gerak menunjukkan kemana penari bergerak. Fokus adalah titik pandang penari dengan sentral penontonlevel adalah tingkat jangkauan gerak yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan aturan gerak tari itu sendiri. 

Level berfungsi sebagai pemberi kesan, daya tarik dan menimbulkan kesan dinamis terhadap tari. Level ada 3 yaitu rendah, sedang dan tingi. Dimensi adalah keleluasaan dan kepadatan (densitas) ruang. Ini digunakan sebagai ukuran penari bergerak. Kepadatan atau densitas adalah penguasaan ruang oleh penari.
Waktu adalah cepat lambatnya gerakan yang dilakukan oleh penari. 

Kebutuhan waktu yang diperlukan untuk perubahan posisi dan perubahan kedudukan tubuh. Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak, situasi dan kondisi emosional penari. Pemahaman waktu dapat terkait dengan tehnik pengendalian gerak, intensitas gerak, kualitas gerak dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. 

Konsep membangun waktu dipraktikkan melalui imajinasi gerak hubungannya dengan panjang pendek gerakan, kuat lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. Waktu juga dapat berarti tempo. Tempo gerakan merupakan panjang pendek, cepat lama gerakan dilakukan. 

Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak. Pencerminan penggunaan dan pemanfaatan tenaga yang disalurkan ke dalam gerakan yang dilakukan penari merupakan bagian dari kualitas tari sesuai penghayatan tenaga. 

Konsep tenaga meliputi tentang berat, energi gerak dan berhubungan dengan ruang.tenaga merupakan pengendalian energi yang diekspresikan kontras perubahan yang dinamis(cepat lambat, tinggi rendah, keras lembut). Jadi faktor – faktor yang berhubungan dengan penggunaan tenaga adalah intensitas, tekanan dan kualitas.
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Total Pageviews

Copyright 2013 Macam-Macam Tarian di Indonesia Template by Hand's. Powered by Blogger