Monday, August 4, 2014

Prinsip Karya Tari Anak Usia Dini (PAUD)



A. PRINSIP – PRINSIP PENCIPTAAN TARI

1. Latar Belakang
Kegiatan tari tidak hanya menekankan pada aspek psikomotorik semata, tetapi juga pada aspek afektif dan kognitif. Cakupannya pun tidak hanya pada satu bidang pengembangan seni saja, tetapi juga mencakup bidang pengembangan bahasa, kognitif, dan juga fsik (motorik). Jika kegiatan tari mampu mencakup pengembangan 
semua aspek secara holistk, maka tidak menutup kemungkinan tari dapat dijadikan sebagai titik pijak dalam pembelajaran. Ini berarti penciptaan tari bagi anak usia dini harus dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidahnya, tidak hanya penciptaan tari tetapi juga psikologi perkembangan anak. 

2. Pemilihan Judul
Sebelum mencipta tari yang pertama kali harus dilakukan adalah memilih judul yang sesuai. Dalam pemilihan judul ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni : 
a. Sesuaikan judul tari dengan tema
b. Sesuaikan judul tari dengan kondisi lingkungan tempat tinggal anak
c. Judul sederhana, singkat tetapi menarik
d. Judul menggambarkan isi tari secara keseluruhan

3. Stimulan Tari
Stimulan/rangsang tari adalah pembelian tindakan dalam mencari gerak tari. Manfaat dari stimulan antara lain : 
a. Memudahkan dalam melakukan eksplorasi
b. Memudahkan dalam melakukan improvisasi 
c. Memudahkan dalam melakukan penyusunan gerak tari

Setidaknya ada dua jenis stimulasi/rangsangan tari, yaitu : 
a. Stimulan Visual
Rangsang ini menekankan pada semua jenis stimulan yang dapat dilihat, seperti melihat video, melihat gerak, menirukan gerak, atau bahkan menstilisasi gerak. 
b. Stimulan Audio
Stimulan ini menggunakan suara sebagai stimulasi/rangsanga.Suara tersebut dapat berupa teriakan, hentakan, pukulan pada perkusi, atau kaset yang berisi lagu-lagu. 

B. STRUKTUR TARI
Struktur tari anak usia dini meliputi aspek : struktur gerak, struktur irama dan struktur ekspresi. 
Menurut Yulianti Parani membagi gerak menjadi 10 pola pengembangannya, yakni : 
1. Gerak sebagai akibat kesadaran dari tubuh atau anggota tubuh, contoh : berjalan, melompat, berlari, berjingkat. 
2. Gerak sebagai akibat kesadaran waktu dan kekuatan atau daya, contoh : gerak bergantian (canon) 
3. Gerak sebagai akibat kesadaran ruang, contoh : kedua tangan direntang kemudian berjalan atau berlari menirukan pesawat terbang
4. Gerak sebagai akibat kesadaran pengaliran berat badan dalam ruang dan waktu, contoh : lompat katak, berjingkat
5. Gerak sebagai akibat kesadaran kelompok dan formasi kelompok, contoh : gerak bercermin. 
6. Gerak sebagai akibat irama yang bersifat fungsional, contoh :jalan atau langkah ganda
7. Gerak sebagai akibat penggunaan daya kekuatan yang bersumber pada lengan tangan, contoh : seperti gerakan terbang tapi diam di tempat
8. Gerak sebagai bentuk- bentuk tertentu di tubuh, contoh : membentuk lingkaran dengan bergandengan tangan, membentuk garis lurus dengan duduk berjajar. 
9. Gerak sebagai akibat rasa ringan sehingga ingin lepas dari lantai, contoh : melompat, meloncat, berlari kemudian melompat. 
10. Gerak yang dituntut oleh kualitas ekspresif, contoh : mimik sedih dengan kedua tangan bersedekap, mimik riang dengan kedua tangan direntang sambil berlari-lari kecil. 

Menurut Gendhon Humardhani menyatakan gerak tubuh manusia dapat digolongkan kedalam berbagai bentuk gerak, antara lain : 
1. Gerak aktif : gerak tubuh yang mengandung maksud tertentu yang dilakukan sedemikian rupa sehingga lawan tergerak atau terpacu. 
2. Gerak kata : gerak-gerak aktif yang dilakukan untuk menceritakan sesuatu maksud. 
3. Gerak bagian : bagian gerak dari kata/sikap tubuh yang tidak bergerak sebagai bagian dari satu kesatuan gerak kata seluruhnya. 
4. Gerak kata baru : pengolahan dan penyempurnaan dari gerak bagian/gerakan telah melalui proses penyempurnaan bentuk yang diselaraskan dengan tempo, volume, tekanan, irama, serta ritme tertentu
5. Gerak indah : pengembangan dari gerak bagian gerak kata yang sudah disempurnakan menjadi bentuk gerak yang ditarikan.gerak ini disajikan dalam bentuk tempo, volume, tekanan, irama, serta ritme tertentu
6. Gerak praktis : gerak yang mengandung kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari. 

C. STRUKTUR MUSIK IRINGAN
Dalam tari selain gerak juga terdapat irama atau ritme yang dikenal sebagai iringan.
1. Iringan internal ini dapat berupa ketukan, tepuk, teriakan, permainan alat musik yang dibawa penari. 
2. Iringan eksternal dapat berupa kaset, seperangkat alat musk yang dimainkan oleh orang lain (bukan penari). 

D. STRUKTUR EKSPRESI
Suryo Brongto menyatakan bahwa : ekspresi muka harus seimbang dengan ekspresi gerakannya. Keduanya harus diatur oleh jiwa, tanpa pengisian jiwa tari kurang hidup kosong dan tanpa diepte (dangkal) tidak berdaya, dan tanpa karakter.

E. PROSES PENCIPTAAN TARI
Pembelajaran tari anak usia dini berarti pula mengembangkan berbagai ragam ranah belajar baik kognitif, afektif maupun psikomotorik. Gabbar, Leblanc dan Lowy menyatakan bahwa materi dan obyektifitas serta program tari haruslah mencakup 3 aspek tersebut.
1. Aspek Psikomotorik mencakup kemampuan motor control, keseimbangan, agility, koordinasi, musicular, strenght dan endurance dan cardorespiratory endurance.
2. Aspek Kognitif meliputi sequent, sinkronisasi gerakan,s erta pengetahuan tentang budaya.
3. Aspek Afektif meliputi kerjasama dengan orang lain serta ekspresi diri melalui gerakan.

Menurut Anne Green Gilbert menyatakan kegunaan pembelajaran tari AUD mencakup kegunaan kognitif, kegunaan afektif, fisik dan sosial. 
Eko Purnomo menyatakan bahwa kegiatan tari pada Anak Usia Dini mencakup aspek : eksplorasi, improvisasi, inkubasi, evaluasi dan hasil/komposisi tari. 
Eksplorasi merupakan pencarian berbagai macam ragam gerak. 
Improvisasi adalah membangun struktur tari tetapi belum sempurna/pengayaan gerak. 
Inkubasi adalah penetapan gerakan yang akan dipakai. 
Komposisi tari merupakan hasil atau produk tari.

Karakteristik Tari Anak Usia Dini (PAUD)



A. UNSUR GERAK DALAM TARI
Seni tari menurut Soedarsono adalah desakan perasaan manusia tentang “sesuatu” yang disalurkan melalui gerak–gerak ritmis yang indah. Karya tari dapat dinikmati melalui bentuk visualnya. 
Elemen-elemen yang dapat kita tangkap dalam seni tari secara visual antara lain: gerak, rias, busana dan properti. 
Tari merupakan kesenian yang terkait langsung dengan gerak tubuh manusia. Tubuh merupakan alatnya dan gerak tubuh merupakan medianya. Secara global bagian-bagian tubuh manusia yang dapat digerakkan itu antara lain meliputi gerakan kepala, badan, tangan dan kaki. 
Elemen dasar tari adalah gerak. 

Gerak dibedakan menjadi 3 golongan: gerak bekerja, gerak main dan gerak tari. 
Gerak bekerja adalah gerak yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup untuk mencapai keseimbangan hidup berdasarkan pada nilai kesejahteraan material. 
Gerak bermain adalah gerak yang bersifat jasmaniah yang melibatkan sejumlah pelaku. 
Gerak tari lebih bersifat keluar,sehingga terjadi komunikasi antar pribadi yang terlibat. 
Aspek yang terpenting dalam tari yaitu aspek gerak dan aspek irama. Tari merupakan kesenian yang mudah direspon, gerakan-gerakan itu timbul karena adanya rangsangan yang ditimbulkan oleh bunyi-bunyian yang ritmis atau berirama. 

B. KARAKTERISTIK GERAK ANAK USIA DINI
Karakteristik gerak motorik anak usia dini terdiri dari dua gerakan yaitu motorik halus dan motorik kasar
1. Ketrampilan Koordinasi Gerakan Motorik Kasar
Gerakan ini meliputi kegiatan seluruh tubuh atau sebagian tubuh. Ketrampilan ini meliputi : ketahan, kecepatan, kelenturan, ketangkasan, keseimbangan dan kekuatan. 
Ketrampilan motorik kasar dapat dibagi dalam 3 kelompok: 
a. Ketrampilan lokomotorik : Berlari, melompat, menderap, meluncur, berguling, behenti, berjalan setelah berhenti sejenak, menjatuhkan diri dan mengelak. 
b. Ketrampilan non lokomotorik : menggerakkan anggota tubuh dengan posisi tubuh diam ditempat, berayun, berbelok, mengangkat, bergoyang, melengkung, memeluk, memutar dan mendorong. 
c. Ketrampilan memproyeksi : menangkap, menerima, menendang, menggiring, melambung, memukul dan menarik. 

2. Ketrampilan Koordinasi Gerakan Motorik Halus
Gerakan ini menyangkut koordinasi gerakan gerakan jari-jari tangan dalam melakukan berbagai aktivitas. 
Karakteristik gerak yang biasa dilakukan oleh anak usia dini pada umumnya adalah sebagai berikut: 
a. Menirukan
b. Manipulasi
c. Bersahaja

Gerakan–gerakan ini terbentuk dari unsur tenaga, ruang dan waktu : 
a. Tenaga 
Penggunaan tenaga dalam gerakan tari meliputi beberapa hal yaitu : intensitas, aksen/tekanan, kualitas. 
b. Ruang ( space ) 
Ruang didalam tari dapat dibedakan menjadi dua yaitu: Ruang yang diciptakan oleh penari dan Ruang pentas. Unsur-unsur pokok yang penting yang ada dalam Ruang : 
- Garis, kesan garis timbul karena penari menggerakkan tubuhnya sedemikian rupa hingga membentuk garis tubuh diluar garis tubuh yang dialami. 
- Volume, kapasitas gerak atau jangkauan gerak yang tergantung dari besar kecilnya ruangan yang digunakan untuk menari.
- Arah, yaitu arah hadap penari ketika melakukan gerak arah itu dapat ke depan, ke belakang, ke samping, dan ke arah lainnya. 
- Level, yaitu berhubungan dengan tinggi rendahnya penari pada saat melakukan gerakan
- Fokus, yaitu sudut pandang suatu perspektif penonton yang diperlukan dalam melakukan tarian
c. Waktu (time) 
Waktu adalah berapa lama penari dalam melakukan suatu gerak : cepat/lambatnya (tempo), panjang pendek ketukan (ritme), lamanya melakukan gerakan (durasi)

Contoh Majalah Tari Anak Usia Dini (PAUD)


Judul : TARI MATAHARI, BULAN dan BINTANG
Tema : ALAM SEMESTA 
Lagu : AKU BERSYUKUR (TASYA)
Koreografer : Elly Rianingsih


Aku Bersyukur


Ketika aku bangun pagi hari
Diberinya aku matahari
Agar aku dapat menikmati
Segala yang indah berseri
Ketika aku tidur malam hari

Diberinya ku bulan bintang
Agar aku dapat tidur tenang
Dikawal dijaga sang malam
Tuhan sayang padaku sayang selalu
Puji dan syukur sembah sujudku

SINOPSIS : 
Pada suatu pagi aku terbangun dari tidurku. Ku hirup udara pagi yang segar sambil melihat matahari yang cerah dikelilingi awan yang biru. Aku dapat merasakan indahnya segala ciptaan Tuhan yang ada. Kemudian aku berbenah diri untuk melewati hariku dengan bersekolah. Sepulang sekolah ku hela nafas untuk mengurangi rasa letih di badan. Tak terasa matahari mulai tenggelam disusul dengan gelapnya langit. Tetapi malam ini tak begitu gelap karena ada bulan dan banyak bintang yang menerangi bumi ini. Tuhanku, terima kasih atas segala nikmat yang Engkau berikan. Puji dan syukur sembah sujudku padaMu Ya Robb.

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Saat sekarang ini zaman sudah sangat berkembang, begitu pula perkembangan dunia anak-anak. Budaya tari harus kita lestarikan untuk menjaga kekayaan bangsa. Anak perlu dikenalkan sebuah budaya yang akan melatih perkembangan kecerdasan mereka sehingga dapat bermanfaat untuk saat ini maupun di masa mendatang. Untuk itu perlu diadakan pembelajaran tari untuk anak khususnya usia dini. Karena pada usia 3-5 tahun perkembangan anak akan berkembang dengan pesat.
Tari Matahari, Bulan dan Bintang ini diciptakan dengan maksud untuk mengenalkan alam semesta yang merupakan nikmat Tuhan Yang Maha Esa.

2. Manfaat dan Tujuan Mencipta Tari
Pada dasarnya sebuah tari dapat mengembangkan kecerdasan anak secara holistik. Anak berkesempatan mengekspresikan diri melalui gerakan-gerakan yang disesuaikan dengan irama musik. Melalui tari Matahari, Bulan dan Bintang anak-anak dapat mengenal alam semesta yang diciptakan oleh Tuhan Yang maha Esa.
Sebuah tari yang dijarkan kepada anak usia dini dapat mengembangkan fisikmotorik halus dan motorik kasar melalui gerakan-gerakan sederhana pada tari. Dalam perkembangan kognitif anak dapat mengenal bentuk-bentuk benda serta warnanya. Konsep siang dan malam tersirat dalam lagu yang mengiringi tari ini. Melatih anak untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan nilai-nilai agama dan moral anak yang harus dikembangkan. Aspek bahasa dapat digali melalui menirukan syair yang ada dalam lagu maupun dalam komunikasi dengan personil dalam kelompok. Bekerja sama dengan orang lain, melatih toleransi dan menumbuhkan rasa sabar juga dapat dikembangkan melalui sebuah tari yang kami ciptakan.

B. ACUAN TEORITIK
Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak (menurut Sudarsono). Fungsi tari antara lain : sebagai sarana upacara ritual, sebagai hiburan dan sebagai tontonan. Tari untuk anak usia dini ada beberapa jenis yaitu :
1. Tari yang bertema
2. Tari yang bersifat tiruan
3. Tari yang variatif
4. Tari kelompok
5. Tari dengan pola lantai kurang lebih lima pola
6. Tari yang lama waktunya kurang lebih lima menit
7. Tari dengan iringan musik

C. METODE GARAPAN
Tari ini diciptakan dengan tujuan supaya anak mengenal berbagai macam ciptaan Tuhan di alam semesta dan belajar mensyukuri nikmat Tuhan. Langkah-langkah yang kami terapkan dalam penciptaan tari Matahari, Bulan dan Bintang adalah sebagai berikut :

1. Proses Eksplorasi
Anak diajak ke luar rungan untuk menikmati indahnya pagi hari dan cerahnya sinar matahari. Di sini kita ajak anak untuk menikmati nikmat Tuhan Yang Maha Esa. Kita beri kesempatan anak untuk meekspresikan diri dengan diiringi lagu “Aku Bersyukur”. Melalui pengamatan alam yang ada diharapkan supaya kita menemukan ragam gerak yang bervariasi.
Sehingga dapat digunakan dalam penciptaan tari. Ragam gerak yang kami ciptakan antara lain : gerak Matahari, Gerak Bulan, Gerak melihat alam semesta, Gerak Syukur, Gerak dihembus angin, Gerak bersimpuh.

2. Proses Improvisasi
Dalam tahap ini kita harus menemukan kekurangan atau ketidaksempurnaan dari ragam gerak kita. Setelah itu kita perbaiki agar kekurangan itu tidak terlihat dan mulai menyusun gerakan agar terstruktur sehingga nampak indah. Dari ragam gerak yang diciptakan tadi masing-masing ada sedikit tambahan gerak misalnya dengan sedikit menggelengkan kepala atau merendahkan badan dengan sedikit menekuk lutut supaya terlihat lebih indah.

3. Proses Evaluasi / Inkubasi
Setelah gerakan yang indah sudah jadi maka pada tahap ini saat untuk memadukan gerakan dengan iringan musik atau dengan hitungan sehingga sudah jelas gerakan mana saja yang akan dipakai dalam tarian.

4. Perwujudan gagasan / komposisi tarian
Proses terakhir dalam kegiatan tari anak usia dini adalah hasil belajar dalam bentuk tari Matahari, Bulan dan Bintang. Dengan tari yang kami ciptakan diharapkan anak dapat mengenal alam semesta beserta cara mensyukuri nikmat Tuhan.

D. ORIENTASI GARAPAN
Dalam tari Matahari,Bulan dan Bintang gerakan yang kami ciptakan sesuai dengan kemampuan anak untuk menggambarkan alam semesta yang penuh dengan benda-benda langit yang selalu menemani kita. Disini kami utamakan untuk pengenalan benda langit dan konsep siang malam untuk anak usia dini.

E. KOMPOSISI TARI
1. Sumber gerak tari : berasal dari bentuk-bentuk benda-banda langit dan alam semesta (matahari, bulan, bintang, awan, bunga, pohon dan lain-lain)
2. Desain lantai : masuk pentas dengan desain lurus serong, dilanjutkan dengan bentuk trapesium, bentuk “V”, melingkar, lurus serong, dan lain-lain.
3. Desain atas : banyak menggunakan desain dalam yakni badan anak ke depan menghadap penonton.
4. Desain musik : ditemukan setelah mengadakan pengamatan. Musik yang digunakan musik ritmis dengan melodi sederhana.
5. Desain dramatik : kerucut tunggal yang memunculkan suasana yang berbeda antara awal tarian, tengah, dan akhir tarian.
6. Tema tari : menggambarkan benda-benda langit dan alam semesta serta membedakan siang dan malam.
7. Tata rias / busana : sederhana dengan hanya penegasan dari bentuk asli alis dan bibir. Busana yang dikenakan atas bawah hitam dengan kain persegi menutup paha, jilbab dihias bandana/pita serta properti yang dipakai di badan yaitu benda-benda langit dan yang ada di alam semesta.

1. Nama Gerakan : GERAK MELIHAT ALAM SEMESTA

Iringan musik : intro (4 x 8 hitungan)
Gerakan :  
Hitungan ke 1, 3, 5, 7 kaki kanan maju, bergantian hitungan ke 2, 4, 6, 8 kaki kiri masuk panggung dengan berjalan kaki menyilang kedua tangan di pinggang sambil pinggul bergoyang. Sampai di posisi tangan lurus disamping pinggang seperti pinguin.

Pola lantai :  

2. Nama Gerakan : GERAK MATAHARI

Iringan musik :
(2 x 8 hitungan)
Ketika aku bangun pagi hari
Diberinya aku matahari
Agar aku dapat menikmati
Segala yang indah berseri

Gerakan :
 
Hitungan ke 1, 5 menghadap serong kiri, kedua tangan menengadah ke atas sambil melihat atas (melihat matahari) bergantian ke serong kanan pada hitungan ke 3, 7. Sedangkan hitungan ke 2, 4, 6, 8 kedua tangan di belakang pantat.

Pola lantai :  

3. Nama Gerakan : GERAK BULAN

Iringan musik : (2 x 8 hitungan)
Ketika aku tidur malam hari
Diberinya aku bulan bintang
Agar aku dapat tidur tenang
Dikawal dijaga sang malam

Gerakan :
 
Hitungan ke 1, 3 ,5, 7 tangan membentuk bulan ke atas kepala dan pada hitungan ke 2, 4, 6, 8 kedua tangan ke depan perut sambil berjalan menuju posisi pola lantai.

Pola lantai :  

4. Nama Gerakan : GERAK SYUKUR

Iringan musik : (2 x 8 hitungan)
Tuhan sayang padaku sayang selalu
Puji dan syukur sembah sujudku
Tuhan sayang padaku sayang selalu
Puji dan syukur sembah sujudku

Gerakan :
 
Hitungan ke 1, 2, 5, 6 kedua telapak tangan menghadap ke depan diayunkan ke kanan, pada hitungan ke 3, 4, 7, 8 bergantian ke arah kiri sambil diikuti gerakan kaki mengikuti arah gerakan tangan.

Pola lantai :
 

5. Nama Gerakan : GERAK TERBANG DIHEMBUS ANGIN

Iringan musik : (2 x 8 hitungan)
reffrend

Gerakan :
  
Hitungan ke 1, 2, 5, 6 kedua tangan dikepakkan seperti sayap ke atas, pada hitungan ke 3, 4, 7, 8 kedua tangan dikepakkan ke bawah sambil berjalan jinjit arah kiri menuju posisi pola lantai berputar sekali dan kemudian duduk bersimpuh.

Pola lantai :  

6. Nama Gerakan : GERAK BERSIMPUH

Iringan musik : (2 x 8 hitungan) + (1x 4 hitungan)
Puisi : Tuhan.... terima kasih
Aku telah diberi pagi dan malam
Diberi matahari, bulan, bintang
Dan segala yang indah berseri
Puji syukur sembah sujudku

Gerakan :  
duduk bersimpuh kemudian berdiri satu demi satu personil dengan aksi menunjukkan benda langit (properti yang dikenakan) sesuai kata-kata dalampuisi.

Pola lantai :  

7. Nama Gerakan : GERAK MATAHARI

Iringan musik :
(2 x 8 hitungan)
Ketika aku bangun pagi hari
Diberinya aku matahari
Agar aku dapat menikmati
Segala yang indah berseri

Gerakan :
 
Hitungan ke 1, 5 menghadap serong kiri, kedua tangan menengadah ke atas sambil melihat atas (melihat matahari) bergantian ke serong kanan pada hitungan ke 3, 7. Sedangkan hitungan ke 2, 4, 6, 8 kedua tangan di belakang pantat

Pola lantai :  

8. Nama Gerakan : GERAK BULAN

Iringan musik :
(2 x 8 hitungan)
Ketika aku tidur malam hari
Diberinya aku bulan bintang
Agar aku dapat tidur tenang
Dikawal dijaga sang malam

Gerakan :
 
Hitungan ke 1, 3, 5, 7 tangan membentuk bulan ke atas kepala dan pada hitungan ke 2, 4, 6, 8 kedua tangan ke depan perut sambil berjalan menuju posisi pola lantai.

Pola lantai :  

9. Nama Gerakan : GERAK SYUKUR

Iringan musik : (3 x 8 hitungan)
Tuhan sayang padaku sayang selalu
Puji dan syukur sembah sujudku
Tuhan sayang padaku sayang selalu
Puji dan syukur sembah sujudku

Gerakan :
 
Hitungan ke 1, 2, 5, 6 kedua telapak tangan menghadap ke depan diayunkan ke kanan, pada hitungan ke 3 ,4, 7, 8 bergantian ke arah kiri sambil diikuti gerakan kaki mengikuti arah gerakan tangan.hitungan 1 x 8 yang kedua sambil berjalan menuju posisi.

Pola lantai :  

10. Nama Gerakan : GERAK BERSIMPUH

Iringan musik : (1 x 8 hitungan)
Puji syukur sembah sujudku

Gerakan :
 
duduk bersimpuh kemudian menyatukan kedua telapak tangan seperti gerakan menyembah dengan sedikit membungkukkan badan.

Pola lantai :  

F. PENUTUP

Sebagai orang dewasa kita tahu apa yang membuat kita merasa percaya diri, yaitu ketika kita melihat kita sedang bertindak dan membuat sejumlah hal yang membuahkan hasil memang tidak semua hal berjalan sesuai yang dikendaki tetapi kita tahu bahwa tidak ada keberhasilan jika kita tidak mencobanya begitu juga anak anak belajar dengan mencoba (Trial and Error) adalah baik mengatakan pada anakanak bahwa mereka sebagai pelaku, mereka akan mengembangkan kemampuan untuk melakukan lebih banyak lagi

Anak-anak sering mengingat apa yang pernah mereka lihat, kemudian mereka tidak malu malu menirukan dengan gerakan dan imajinasi mereka memang patut diacungi jempol. Makalah ini menyajikan berbagai tarian yang mudah dipahami dan ditirukan oleh anak, yang setiap gerakan dilengkapi dengan foto sehingga mudah difahami dan diajarkan kepada anak bagi pembaca semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca dan dapat ditularkan atau diajarkan kepada para anak didiknya

Penulis menyadari bahwa dalam menyajkian makalah ini banyak sekali kekuranganya kritikan dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi terciptanya suatu kreasi gerak dan lagu yang lebih baik lagi

Selamat membaca dan selamat berkreasi…

DAFTAR PUSTAKA
Hawkins, Alma. 1990. Mencipta Lewat Tari,Terj. Sumandiyo Hadi.Yogyakarta: ISI.
Tedjasaputra, Mayke S. 2001. Bermain, Mainan dan Permainan untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta: Grasindo.
Tetty Rachmi, dkk. 2011. Keterampilan Musik dan Tari. Jakarta : Universitas Terbuka.
Tim Penulis. 1994. Kerajinan Tangan dan Kesenian jilid 1-6. Jakarta : Yudistira.
http://ellyceria2011.blogspot.com/2014/02/makalah-tari.html

Jenis-Jenis Tari Anak Usia Dini



A. FUNGSI TARI
a. Sebagai Sarana Spiritual
Contoh tari yang digunakan adalah : Tari bedhaya ketawang sebagai upacara ritual penobatan raja dan hari ulang tahun raja; Tari seblang (banyuwangi) sebagai upacara ritual kesuburan; Tari Mepeliang (sulawesi) sebagai tari upacara kematian. 
b. Sebagai Hiburan
Tujuannya yaitu untuk mengungkapkan ekspresi kegembiraan atau rasa syukur, tari hiburan ini tidak terikat oleh kaidah-kaidah seperti yang terdapat pada tari ritual. 
c. Sebagai Tontonan

Disajikan khusus dengan kaidah-kaidah artistik yang telah ditata apik untuk menghasilkan suatu karya yang berkualitas. 

B. JENIS TARI

Ditinjau dari jenisnya tari memiliki beberapa jenis: 
1. Berdasarkan Pola Garapannya
a. Tari Tradisional : tari yang sudah ada sejak masa lampau pada komunitas masyarakat tertentu dan memiliki nilai-nilai ritual. Dari segi artistiknya tari dibagi menjadi 2 yaitu : tari tradisional rakyat dan tari tradisional klasik. Contoh tari tradisional rakyat : Tari Tayup (Jateng), Tari Ketuk Tilu (Jabar), Tari Gandrung (Bali), Tari Serampang Duabelas(Sumatra barat), Reog (Ponorogo) dsb. 
b. Tari Klasik adalah tari yang telah mengalami nilai kristalisasi yang tinggi, memiliki nilai gerak dan komposisi yang diatur dengan pola yang mengacu pada standar tertentu yang mengikat dan harus dipatuhi. 
c. Tari Kreasi Baru adalah tari yang sudah mengalami gubahan. Ciri khas tari modern adalah kebebasan dalam pengungkapannya, misal disco, caca, breakdance dll. Tari konteporer lebih bersifat eksperimem sehingga bentuk dan materi gerak lebih bebas dari tari modern. Salah satu contoh karya tari kontemporer adalah karya Sardono W. Kusumah yang diberi judul Hutan Plastik dan Tari Lumpur.

2. Berdasarkan Koreografinya
Jenis tari ditinjau dari koreografinya digolongkan menjadi tiga, yaitu : tari tunggal, tari berpasangan dan tari kelompok.
a. Tari tunggal adalah tari yang disajikan oleh satu orang penari, namun jika ditarikan oleh banyak penari disebut tari masal.
Contoh tari tunggal adalah tari Bondan, tari Klana, tari Minak Koncar dari Jateng, tari Jejer, tari Ngeremo, tari Cokro Negoro dari Jatim.
b. Tari pasangan adalah tarian yang disajikan berpasangan dan antar penari saling berkaitan atau ada respon, biasanya bertema pergaulan dan peperangan.
Contohnya tari Koransih, tari Bambang Cakil dari Jateng, tari Merak, tari Kupu-Kupu dari jabar, tari Jaran Goyang, tari Paju Gandrung dari Jatim.
c. Tari Kelompok adalah disajikan oleh sejumlah penari. Tarian kelompok kecil disajikan oleh tiga orang, empat penari sampai sembilan penari, tetapi jika jumlahnya besar disebut tari masal, Tari masal ini dapat berasal dari tari tunggal, biasanya dipertunjukan pada acara-acara besar, seperti tari Kecak dari Bali, tari Saman dari Aceh atau tari tradisional lainya, yang ditampilkan pada pembukaan PON atau Olympiade dan peristiwa besar lainnya.

3. Berdasarkan temanya
Dapat dibedakan menjadi dua: yaitu Tari dramatik dan Tari non dramatik. 
a. Tari dramatik yaitu tari yang pengungkapannya menggunakan cerita. 
b. Tari non dramatik adalah tari yang tidak menggunakan cerita ataupun drama. misal tari gandrung (bali), tari tayub (Jateng), Tari lenso (ambon). 

C. JENIS TARI PADA ANAK USIA DINI

1. Konsep pendidikan seni disekolah
Ada 2 konsep pendekatan pembelajaran melalui seni disekolah yaitu seni dalam pendidikan dan pendidikan melalui seni. Pendidikan seni tidak mengharap anak jadi seorang seniman tetapi sebagai wahana berekspresi dan berimajinasi, berkreasi sekaligus menimbulkan rasa senang terhadap diri anak. 
2. Jenis tari pada anak usia dini
Hal – hal yang harus diperhatikan adalah : 
a. Tari yang harus disesuaikan dengan gerak motorik anak usia dini, meliputi kemampuan motorik halus dan motorik kasar. 
b. Bentuk tari harus memperhatikan karakteristik gerak anak usia dini : gerak menirukan, gerak manipulasi, gerak bersahaja, tanpa dibuat-buat. 
c. Fungsi tari sebagai media ekspresi dan kreativitas
d. Tema ditentukan dan disesuaikan dengan perkembangan psikologi anak usia dini

Jenis – jenis tari anak usia dini meliputi: 
a. Tari yang bertema
b. Tari yang variatif
c. Gerak tari yang bersifat tiruan
d. Berbentuk tari kelompok
e. Pola lantai kurang lebih lima
f. Lama waktu menari kurang lebih 5 menit
g. Diiringi oleh musik

Tarian Ulek Mayang | Tari Asal Terengganu | Tarian Anak Burung Baniong | Tarian Rodat | Tarian Gamelan | Tarian Balai

Tarian Balai

Tarian Balai merupakan sejenis tarian Melayu tradisional yang berasal dari daerah-daerah di negeri Terengganu. Tarian ini ditarikan oleh gadis-gadis kampung dalam bentuk simbolik seperti melakukan pekerjaan sawah. Penari-penari akan menari mengelilingi balai, iaitu sejenis payung panjang berwarna-warni yang diletakan di bawah gelanggang. Payung ini mungkin merupakan simbol pemujaan semangat padi. Masyarakat Melayu di Terengganu sememangnya kaya dengan budaya dan adat. Di Terengganu, terdapat beberapa jenis teater tradisional Melayu yang dikenali sebagai Rodat, Teater Nur Sakti dan Tarian Pulai. Persembahan Makyong Kelantan dan Wayang Kulit Kelantan yang disampaikan dalam Bahasa Melayu loghat Kelantan juga boleh ditemui di Terengganu.








Tarian Gamelan

Gamelan diperkenalkan ke Pahang ketika pemerintahan Sultan Ahmad Muadzam Shah. Tengku Ampuan iaitu Wan Fatimah telah meningkatkan muzik gamelan dan diikui oleh isteri kedua Sultan iaitu Che Bedah. Puteri mereka iaitu Tengku Meriam telah berkahwin dengan Sultan Sulaiman dan telah membawa gamelan ke Terengganu. Muzik ini dimainkan dalam majlis formal dan tidak formal di istana dan untuk mengiringi joget Pahang. Pemuzik gamelan terdiri daripada lelaki seramai sembilan orang dan penarinya adalah wanita seramai enam orang. Alatan muzik yang digunakan ialah Gong Agong, Gong Sawokan, Gendang Ibu, Gendang Anak, Saron Pekin, Saron Baron I dan Saron Baron II, Gambang serta Kenong.








Tarian Rodat
Hingga ke hari ini belum dapat dipastikan dengan tepat bilakah Permainan Rodat ini bermula di Terengganu. Mengikut para-para guru rodat di Terengganu, asal Rodat yang sebenarnya ialah dari Timur Tengah. Ini berdasarkan lagu-lagu yang dinyanyikan adalah disalin daripada Kitab Hadrah, begitu juga dengan Rebana Tar yang digunakan hampir sama dengan rebana Hadrah.






Tarian Anak Burung Baniong

Tarian Anak Burung Baniong berasal dari Kampung Kuala Jingai, Hulu Dungun, Terengganu. Tarian etnik ini juga dikenali sebagai Tarian Saba. Para penari melakukan tarian di sekitar pohon Saba diiringi muzik tradisional dan bunyian yang dihasilkan dari buluh disebut 'Kumbang'. Tarian ini pada asalnya ialah tarian ritual, tetapi sekarang ini ia ditarikan hanya demi seni dan hiburan. Tarian itu adalah gabungan dari tiga bentuk seni, iaitu lagu, muzik dan tari. Alat muzik tradisional  seperti Anak Ambang (Buluh), Anak cerating, rebana (drum besar) dan Seruling (flute) menjadikan orkestrasi muzik, sedangkan lagu yang dinyanyikan dalam ayat kontemporari.







Tarian Ulek Mayang

Tarian Ulek Mayang adalah tarian pra-Islam yang disertai dengan nyanyian dan muzik. Ia berasal dari sebuah pulau terdekat yang tidak diketahui di mana. Ia seperti orkestra Melayu yang terdiri daripada drum, gong, biola dan accordian digunakan (Shafiee Ahmad 1992). Tarian Ulek Mayang adalah tarian menyembah dalam tarian Malayu. Tarian dimulakan dengan orang yang mendapat sakit sama ada ketika dia menangkap ikan, bekerja di sawah atau kegiatan sehari-hari lain dalam masyarakat. Pesakit kemudian akan disembuhkan oleh bomoh dengan cara tradisional. Tujuh pelakon berpakaian cantik mewakili 7 putri yang datang untuk melawat pesakit ketika bomoh itu mengubatnya. Kemenyan akan dibakar disertai dengan pantun dan tarian sepanjang ritual tersebut. Kadang-kadang rebab dan seruling juga digunakan untuk mengiringi nyanyian yang dalam bentuk sajak dan puisi. Meskipun suatu ketika dahulu Tarian Ulek Mayang pernah dilakukan untuk upacara ritual masyarakat Melayu dengan tarikan gerakan yang lembut dan anggun, ia kini telah menjadi salah satu tarian tradisional yang indah dalam budaya Terengganu. (Alih bahasa)


◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Total Pageviews

Copyright 2013 Macam-Macam Tarian di Indonesia Template by Hand's. Powered by Blogger