Wednesday, January 15, 2014

Manfaat Tari Shuffle Dance dari Australia


Shuffle Dance berasal dari Melbourne, Australia. Shuffle Melbourne membawakan tariannya ini sekitar pada tahun 1980an. Namun pencipta awalnya adalah Paula Abdul, seorang koreografer pada tahun 1980an. Tarian ini mulai ngetrend di Australia sekitar pada tahun 2004 dan sampai di Indonesia sekitar tahun 2006.


Gerakan dance yang ini terhitung berbeda dengan dance yang lainnya, karena tariannya lebih mengandalkan kekuatan kaki. Shuffle dance lebih menggabungkan gerakan tangan dengan kaki yang lebih berfokus pada tumit. Gerakannya seputar langkah hopping atau geser yang dilakukan sedemikian rupa pada kecepatan tertentu dan terlihat seperti seorang pelari.

Macam-macam gerakan Shuffle
antara lain adalah runningman, shuffle, glide, spin, spin and kick dan extreme spin. Running Man adalah gerakan berlari di tempat namun tidak berpindah serupa dengan orang sedang berlari namun dengan menggunakan kecepatan yang teratur . Sedangkan Shuffle adalah pengembangan dari runningman dengan berpindah ke kanan kiri atau depan belakang di ikuti dengan hentakan kaki. Sedangkan glide spin dan glide serta extream spin adalah gerakan yang digubah atau dikembangkan yang awal atau dasar geraknya adalah runningman dan shuffle.

Shuffle dance ini juga selain terlihat keren dalam gerakannya juga mempunyai manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh, antara lain yaitu bisa mengurangi berat badan karena ber-shuffle selama 10 menit sama dengan treadmill selama 30 menit. Selain itu bisa menyehatkan badan karena semua indera gerak kita dipakai dalam tarian ini. Juga dapat melatih keseimbangan tubuh. Jadi selain untuk tempat menyalurkan hobi dance dan life style, juga dapat untuk kesehatan. Silahkan mencoba teman.

Sejarah Wayang Kulit dari Indonesia

WAYANG salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.

Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.

Penyesuaian konsep filsafat ini juga menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Para dewa dalam pewayangan bukan lagi merupakan sesuatu yang bebas dari salah, melainkan seperti juga makhluk Tuhan lainnya, kadang-kadang bertindak keliru, dan bisa jadi khilaf. Hadirnya tokoh panakawan dalam_ pewayangan sengaja diciptakan para budayawan In­donesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk mem­perkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.

Dalam disertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (1897), ahli sejarah kebudayaan Belanda Dr. GA.J. Hazeau menunjukkan keyakinannya bahwa wayang merupakan pertunjukan asli Jawa. Pengertian wayang dalam disertasi Dr. Hazeau itu adalah walulang inukir (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. Dengan demikian, wayang yang dimaksud tentunya adalah Wayang Kulit seperti yang kita kenal sekarang.

Asal Usul

Mengenai asal-usul wayang ini, di dunia ada dua pendapat. Pertama, pendapat bahwa wayang berasal dan lahir pertama kali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Timur. Pendapat ini selain dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan ahli-ahli bangsa Indonesia, juga merupakan hasil penelitian sarjana-sarjana Barat. Di antara para sarjana Barat yang termasuk kelompok ini, adalah Hazeau, Brandes, Kats, Rentse, dan Kruyt.

Alasan mereka cukup kuat. Di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan, semuanya berasal dari bahasa Jawa (Kuna), dan bukan bahasa lain.

Sementara itu, pendapat kedua menduga wayang berasal dari India, yang dibawa bersama dengan agama Hindu ke Indonesia. Mereka antara lain adalah Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris, negeri Eropa yang pernah menjajah India.

Namun, sejak tahun 1950-an, buku-buku pe­wayangan seolah sudah sepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa, dan sama sekali tidak diimpor dari negara lain.

Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indo­nesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmur­nya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Antara lain, naskah sastra Kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuna ditulis pada masa pemerintahan raja Dyah Balitung (989-910), yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karangan pujangga In­dia, Walmiki. Selanjutnya, para pujangga Jawa tidak lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna, tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya, karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakawin, yang merupakan gubahan yang berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan lain yang lebih nyata bedanya derigan cerita asli versi In­dia, adalah Baratayuda Kakawin karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, raja Kediri (1130 - 1160).

Wayang sebagai suatu pergelaran dan tontonan pun sudah dimulai ada sejak zaman pemerintahan raja Airlangga. Beberapa prasasti yang dibuat pada masa itu antara lain sudah menyebutkan kata-kata "mawa­yang" dan `aringgit' yang maksudnya adalah per­tunjukan wayang.

Mengenai saat kelahiran budaya wayang, Ir. Sri Mulyono dalam bukunya Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang (1979), memperkirakan wayang sudah ada sejak zaman neolithikum, yakni kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Pendapatnya itu didasarkan atas tulisan Robert von Heine-Geldern Ph. D, Prehis­toric Research in the Netherland Indie (1945) dan tulisan Prof. K.A.H. Hidding di Ensiklopedia Indone­sia halaman 987.

Kata `wayang' diduga berasal dari kata `wewa­yangan', yang artinya bayangan. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir, secarik kain, sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang, dan penonton di balik kelir itu. Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. Pada masa itu pergelaran wayang hanya diiringi oleh seperangkat gamelan sederhana yang terdiri atas saron, todung (sejenis seruling), dan kemanak. Jenis gamelan lain dan pesinden pada masa itu diduga belum ada.

Untuk lebih menjawakan budaya wayang, sejak awal zaman Kerajaan Majapahit diperkenalkan cerita wayang lain yang tidak berinduk pada Kitab Ramayana dan Mahabarata. Sejak saat itulah cerita­cerita Panji; yakni cerita tentang leluhur raja-raja Majapahit, mulai diperkenalkan sebagai salah satu bentuk wayang yang lain. Cerita Panji ini kemudian lebih banyak digunakan untuk pertunjukan Wayang Beber. Tradisi menjawakan cerita wayang juga diteruskan oleh beberapa ulama Islam, di antaranya oleh para Wali Sanga. Mereka mulai mewayangkan kisah para raja Majapahit, di antaranya cerita Damarwulan.

Masuknya agama Islam ke Indonesia sejak abad ke-15 juga memberi pengaruh besar pada budaya wayang, terutama pada konsep religi dari falsafah wayang itu. Pada awal abad ke-15, yakni zaman Kerajaan Demak, mulai digunakan lampu minyak berbentuk khusus yang disebut blencong pada pergelaran Wayang Kulit.

Sejak zaman Kartasura, penggubahan cerita wayang yang berinduk pada Ramayana dan mahabarata makin jauh dari aslinya. Sejak zaman itulah masyarakat penggemar wayang mengenal silsilah tokoh wayang, termasuk tokoh dewanya, yang berawal dari Nabi Adam. Sisilah itu terus berlanjut hingga sampai pada raja-raja di Pulau Jawa. Dan selanjutnya, mulai dikenal pula adanya cerita wayang pakem. yang sesuai standar cerita, dan cerita wayang carangan yang diluar garis standar. Selain itu masih ada lagi yang disebut lakon sempalan, yang sudah terlalu jauh keluar dari cerita pakem.

Memang, karena begitu kuatnya seni wayang berakar dalam budaya bangsa Indonesia, sehingga terjadilah beberapa kerancuan antara cerita wayang, legenda, dan sejarah. Jika orang India beranggapan bahwa kisah Mahabarata serta Ramayana benar-benar terjadi di negerinya, orang Jawa pun menganggap kisah pewayangan benar-benar pernah terjadi di pulau Jawa.

Dan di wilayah Kulonprogo sendiri wayang masih sangatlah diminati oleh semua kalangan. Bukan hanya oleh orang tua saja, tapi juga anak remaja bahkan anak kecil juga telah biasa melihat pertunjukan wayang. Disamping itu wayang juga biasa di gunakan dalam acara-acara tertentu di daerah kulonprogo ini, baik di wilayah kota Wates ataupun di daerah pelosok di Kulonprogo.

Asal Drama Tari Wayang Orang


Wayang Orang adalah seni drama tari yang mengambil cerita Ramayana dan Maha­barata sebagai induk ceritanya.


Dari segi cerita, Wayang Orang adalah perwujudan drama tari dari Wayang Kulit Purwa. Pada mulanya, yakni pertengahan abad ke-18, semua penari Wayang Orang adalah penari pria, tidak ada penari wanita. Jadi agak mirip dengan pertunjukan ludruk di Jawa Timur dewasa ini.


Dalam berbagai buku mengenai budaya wayang disebutkan, Wayang Orang diciptakan oleh Kangjeng Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I (1757 - 1795). Para pemainnya waktu itu terdiri atas abdi dalem istana.


Wayang Orang

Pertama kali Wayang Orang itu dipentaskan secara terbatas pada tahun 1760. Namun, barn pada pemerintahan Mangkunegara V pertunjukan Wayang Orang itu lebih memasyarakat, walaupun masih tetap terbatas dinikmati oleh kerabat keraton dan para pegawainya. Pemasyarakatan seni Wayang Orang hampir bersamaan waktunya dengan lahirnya drama tari Langendriyan.


Pada masa pemerintahan Mangkunegara VII (1916 -1944) kesenian Wayang Orang mulai diperkenalkan pada masyarakat di luar tembok keraton. Usaha memasyarakatkan kesenian ini makin pesat ketika Sunan Paku Buwana X (1893-1939) memprakarsai pertunjukan Wayang Orang bagi masyarakat umum di Balekambang, Taman Sri Wedari, dan di Pasar Malam yang diselenggarakan di alun-alun. Para pemainnya pun, bukan lagi hanya para abdi dalem, melainkan juga orang-orang di luar keraton yang berbakat menari.


Penyelenggaraan pertunjukan Wayang Orang secara komersial baru dimulai pada tahun 1922. Mulanya, dengan tujuan mengumpulkan dana bagi kongres kebudayaan. Kemudian pada tahun 1932, pertama kali Wayang Orang masuk dalam siaran radio, yaitu Solosche Radio Vereeniging, yang mendapat sambutan hebat dari masyarakat.


                Wayang Orang juga menyebar ke Yogyakarta. Pada zaman pemerintahan Sultan Hamengku Buwana VII (1877 -1921) keraton Yogyakarta dua kali mempergelarkan pementasan Wayang Orang untuk tontonan kerabat keraton. Waktu itu lakonnya adalah Sri Suwela dan Pregiwa - Pregiwati. Wayang Orang di Yogyakarta ini disebut Wayang Wong Mataraman.


Pakaian para penari Wayang Orang pada awalnya masih amat sederhana, tidakjauh berbeda dengan pakaian adat keraton sehari-hari, hanya ditambah dengan selendang tari. Baru pada zaman Mangku­negara VI (1881-1896), penari Wayang Orang mengenakan irah-irahan terbuat dari kulit ditatah apik, kemudian disungging dengan perada.


Sejalan dengan perkembangan Wayang Orang. terciptalah gerak-gerak tari baru yang diciptakan oleh para seniman pakar tari keraton. Gerak tari baru itu antara lain adalah sembahan, sabetan, lumaksono. ngombak banyu, dan srisig.


Karena ternyata kesenian Wayang Orang mendapat sambutan hangat dari masyarakat, bermun­culanlah berbagai perkumpulan Wayang Orang; mula-mula dengan status amatir, kemudian menjadi profesional. Perkumpulan Wayang orang yang cukup tua dan terkenal, di antaranya Wayang Orang (WO Sriwedari di Surakarta dan WO Ngesti Pandawa di Semarang. Wayang Orang Sriwedari merupakan kelompok budaya komersial yang pertama dalam bidang seni Wayang Orang. Didirikan tahun 1911, per­kumpulan Wayang Orang ini mengadakan pentas: secara tetap di `kebon raja' yakni taman hiburan umum milik Keraton Kasunanan Surakarta.


Patut juga dicatat, peranan masyarakat keturunan Cina di Surakarta dan Malang yang aktif mengem­bangkan kesenian Wayang Orang. Mereka bergabung dalam perkumpulan kesenian PMS (Perkumpulan Ma­syarakat Surakarta) yang secara berkala mengadakan latihan tari dan pada waktu-waktu tertentu mengadakan pementasan untuk pengumpulan dana dan amal.


Perkembangan seni Wayang Orang di Surakarta lebih bersifat populer dibandingkan di Yogyakarta. Kreasi seniman Surakarta untuk melengkapi pakaian tari Wayang Orang, mengarah pada `glamour' dengan kemewahan tata panggung. Untuk pemeran tokoh wayang bambangan seperti Arjuna, Abimanyu, dan sejenisnya, digunakan penari wanita. Sedangkan di Yogyakarta tetap mempertahankan penari pria.

Di Jakarta, pada tahun 1960 - 1990, pernah pula berdiri beberapa perkumpulan Wayang Orang, di antaranya Sri Sabda Utama, Ngesti Budaya, Ngesti Wandawa, Cahya Kawedar, Adi Luhung, Ngesti Widada, Panca Murti, dan yang paling lama bertahan Bharata.


Pentas seni Wayang Orang juga melahirkan seniman-seniman tari yang menonjol, antara lain Sastradirun, Rusman, Darsi, dan Surana dari Surakarta; Sastrasabda dan Nartasabda dari Semarang; Samsu dan Kies Slamet dari Jakarta

10 Fakta Alat Musik Didgeridoo dari Suku Aborigin

Didjeridu biasanya terbentuk ketika sebuah cabang pohon, secara alami berongga, lebih lanjut dilubangi oleh rayap bersarang. Aborigin Australia memotong cabang-cabang dengan panjang yang sesuai (sekitar 1,5 meter), lekukan keluar kedua ujungnya sedikit lebih dan kadang-kadang merapikan corong dengan permen karet. Ditiup dengan bibir bergetar, yang didjeridu memberikan catatan yang mendasar dengan deret harmonik yang kaya dan kompleks. Tekanan udara konstan dipelihara oleh sekaligus meniup melalui mulut dan pernapasan melalui hidung, dengan menggunakan pipi sebagai reservoir. Stamina yang cukup diperlukan untuk teknik ini dan pemain didjeridu baik dianggap mampu mempertahankan pola berirama cepat energik seluruh lagu yang diberikan. J terampil player sangat dihormati dan mungkin berjalan dengan songman profesional untuk meningkatkan pertemuan perdagangan atau pertemuan interband lainnya.

Fungsi didjeridu adalah untuk menyediakan sebuah dengung konstan pada catatan yang mendalam, suatu tempat antara D datar dan G di bawah bass clef. Drone Ini bukan catatan yang diselenggarakan sederhana, tetapi dipecah menjadi berbagai macam pola rythmic dan aksen dengan menggunakan terampil lidah dan pipi. Juga tidak konstan dalam timbre, bagi banyak warna nada yang berbeda dicapai dengan mengubah bentuk rongga mulut dan posisi lidah dan mematikan berbagai bagian anatomi yang bertindak sebagai ruang beresonansi untuk suara manusia.

Hal ini tidak, namun, dalam manipulasi fundamental berdengung, atau dalam kebangkitan dan kejatuhan sedikit lapangan digunakan untuk aksen irama, bahwa keterampilan besar pemain didjeridu terletak, tetapi dalam penggunaan dua catatan yang sama sekali berbeda, yang yang bergantian dalam suksesi cepat untuk membentuk kompleks dan menarik lintas-ritme. Kedua catatan tidak sembarangan dipilih, tetapi selalu yang bernada sepersepuluh utama terpisah, catatan atas yang overtone pertama. Penjelasan fisik untuk nada ini menjadi sepersepuluh atas fundamental belum, sejauh ini, telah ditemukan, tetapi mungkin terletak pada kenyataan bahwa tabung sedikit dan tidak teratur kerucut. Orang akan berharap baik oktaf (untuk pipa kerucut) atau 1 / 12 (untuk pipa silinder) hasil, namun interval yang sebenarnya tidak pernah kurang dari sepersepuluh atau lebih dari sebelas. 

10 Fakta didgeridoo:
  
1. Mungkin di dunia alat musik tertua 
2. Sebuah alat musik tiup awalnya ditemukan di Arnhem Land, Australia Utara. 
3. Terbuat dari tungkai dan batang pohon dilubangi oleh rayap (serangga). 
4. Dipotong dengan panjang rata-rata 1,3 meter dan dibersihkan dengan tongkat. atau panas bara. 
5. Digunakan sebagai iringan untuk nyanyian dan lagu-lagu. 
6. Menghasilkan rendah-pitch, suara resonan dengan pola berirama kompleks. 
7. Dalam kelompok suku yakin hanya dimainkan oleh laki-laki tapi dalam kelompok yang paling dengan pria, wanita dan anak-anak. 
8. Berbagai bentuk Tradisional di didjeridoo mana ditemukan di Australia Tengah sekitar Alice Springs. 
9. Para didgeridoo adalah suara dari Australia. 
10.If bumi memiliki suara itu akan menjadi suara didgeridoo.



Bahan didgeridoo 


Ada banyak bahan yang digunakan hari ini untuk membuat didgeridoo dari:

Didgeridoo tradisional itu dibuat dari kayu Eucalyptus yang sudah dilubangi oleh rayap, tetapi karena budaya Barat telah menemukan didgeridoo, orang membuat didgeridoos keluar dari PVC, poli hitam pipa, fiberglass, bambu, Agave dan segala jenis kayu.

Jika Anda mencari didgeridoo untuk belajar, materi tidak terlalu penting. Jika Anda tidak memiliki terlalu banyak uang, kami sarankan Anda membuat didgeridoo sendiri dari pipa PVC . Ini adalah didgeridoo termurah ada dan mereka memiliki kualitas suara yang memuaskan. Fiberglass membuat didgeridoos bagus juga, tetapi lebih mahal. Bambu digunakan terutama di Indonesia untuk membuat didgeridoos dan kami tidak menyarankan untuk mendapatkan didgeridoo bambu. Sebuah didgeridoo bambu memiliki dua implikasi besar, melainkan perpecahan sangat mudah dan biasanya memiliki suara cukup miskin. Kayu lembut dan berserat dalam sebuah didgeridoo bambu memiliki efek negatif pada kejernihan suara.

Sebuah didgeridoo terbuat dari kayu asli biasanya memiliki resonansi jauh lebih baik. Ada banyak didgeridoos terbuat dari berbagai kayu oleh pengeboran mereka keluar atau dengan routering dua bagian dan kemudian perekatan mereka bersama-sama. Didgeridoos kayu ini biasanya memiliki kualitas suara yang baik.

Tapi kualitas suara terbaik Anda akan menemukan di rayap asli didgeridoos cekung.

Namun jika Anda membeli didgeridoo asli Anda ingin memastikan pengerjaan yang baik dan setidaknya kualitas suara yang wajar, karena kualitas suara sangat bervariasi.
 

Ukuran terbaik dan Key dari didgeridoo
 

Untuk pemula didgeridoo ukuran terbaik adalah suatu tempat antara 100 dan 150 cm. Tombol musik terbaik untuk belajar pada adalah F, F #, E, D #, D, C #, C atau B. didgeridoos panjang atau lebih pendek perlu lebih banyak udara untuk terus dan akibatnya lebih sulit untuk belajar bernapas melingkar pada.
 

Kualitas suara
 

Didgeridoos asli seperti yang disebutkan sebelumnya memiliki kualitas suara terbaik dari semua bahan yang mungkin tetapi mereka berbeda dalam kualitas suara mereka. Sayangnya kebanyakan dari mereka memiliki kualitas suara yang agak miskin karena orang menjual mereka tidak menginvestasikan waktu dan usaha untuk bekerja pada mereka juga tidak mereka peduli di tempat pertama untuk memotong kualitas yang baik, mereka lebih suka potong banyak didgeridoos secepat mungkin.

Didgeridoo penjual paling tidak memberikan informasi apapun tentang kualitas suara didgeridoos mereka. Dan hampir semua yang yang sangat membesar-besarkan kualitas suara dari didgeridoos mereka. Didjshop.com karena sejarah panjang sebagai grosir didgeridoo untuk industri alat musik di seluruh dunia telah mengembangkan sistem tujuan suara-grading dari semua didgeridoos kami sehingga pelanggan kami mendapatkan kualitas suara yang konsisten setiap kali mereka memesan.

Lain didgeridoo penjual memberikan deskripsi didgeridoos mereka berbunga-bunga atau hubungi mereka konser didgeridoos kelas hanya untuk membantu mereka menjual, bukan untuk memberikan penilaian obyektif. Saya telah di toko didgeridoo sangat besar lokal dan didgeridoos mereka sebut konser didgeridoos kelas (mereka mengadopsi terminologi kami tetapi tidak memanggil mereka didjes detik) sama dengan apa yang kita sebut kualitas suara 2.

Jadi kami sarankan Anda sangat berhati-hati ketika melihat didgeridoos yang dipuji oleh penjual mereka, terutama jika penjual mengklaim bahwa semua pemain didgeridoos mereka benar-benar baik (ini tidak benar untuk dimakan rayap didgeridoos).

Beberapa penjual didgeridoo mengatakan bahwa mendengarkan didgeridoo melalui telepon jauh lebih baik daripada mendengarkan rekaman MP3. Ini tidak benar. Orang-orang ini hanya ingin di telepon Anda sehingga mereka dapat berbicara Anda dalam membeli. Kami telah melakukan beberapa percobaan dengan pelanggan dari bermain mereka selama beberapa didgeridoos telepon dan membuat mereka untuk mendengarkan file suara online didgeridoos sama dan semua orang mengatakan bahwa file suara online adalah cara yang lebih baik untuk memberitahu kualitas sebuah didgeridoo. Dengan rekaman online kami Anda juga dapat dengan mudah membandingkan didgeridoos berbeda.

Anda juga harus menyadari fakta bahwa pemain didgeridoo yang sangat baik dapat membuat didgeridoo suara kualitas suara cukup miskin cukup baik, terutama jika Anda tidak mendengar didgeridoos lainnya untuk perbandingan. Ini adalah alasan lain mengapa orang ingin Anda untuk memanggil mereka: Anda tidak akan mendengarkan didgeridoos terlalu banyak sehingga satu atau dua didgeridoos Anda mendengarkan tidak dapat realistis dibandingkan dengan didgeridoos lain sebanyak yang Anda bisa lakukan pada didjshop.com.
Karena didgeridoos sangat bervariasi dalam kualitas suara mereka kami sarankan Anda juga belajar bagaimana untuk bermain pertama pada PVC atau serupa sehingga Anda dapat memberitahu kualitas suara dari suatu didj sendiri atau Anda hanya membeli dari pemasok yang bisa Anda percaya untuk memberikan suatu tujuan penilaian didj tersebut. Ingat itu adalah kepentingan mereka untuk hype didjes mereka dan hampir semua dari mereka melakukannya.

Alat Musik Bagpipe Asal Romawi


Bagpipe adalah instrumen infanteri Romawi sementara sangkakala digunakan oleh kavaleri.

Bagpipe ada dalam berbagai bentuk di banyak tempat di seluruh dunia. Di setiap negara adalah instrumen dasar yang sama, sebuah tas dengan pelantun dan satu atau lebih drone. Beberapa dari mereka mulutnya ditiup sementara yang lain menggunakan lampiran bellow untuk memasok udara. Tas yang disediakan nada berlanjut sementara musisi mengambil napas dan dibiarkan beberapa nada dimainkan sekaligus.

Asal-usul pipa di Skotlandia tidak pasti. Ada yang bilang itu impor Romawi. Lain percaya bahwa instrumen itu datang dari Irlandia sebagai hasil dari penjajahan. Teori lain adalah bahwa mereka dikembangkan di sana independen. Sejarawan hanya bisa berspekulasi mengenai asal usul klan Skotlandia 'piob mhor, atau Highland bagpipe besar, tetapi Highlanders adalah yang untuk mengembangkan instrumen untuk batas yang paling penuh dan membuatnya, baik dalam damai dan perang, instrumen nasional mereka.

Pipa-pipa asli di Skotlandia mungkin punya, paling-paling, sebuah pesawat tak berawak tunggal. Dengungan kedua ditambahkan ke pipa di pertengahan hingga akhir tahun 1500. Penyebutan tertulis pertama dari "Pipa Agung" itu pada tahun 1623 ketika seorang peniup seruling dari Perth dituntut untuk bermain pada hari Sabat. Dengungan ketiga, atau dengung besar, mulai dipakai di awal 1700-an.

Di Dataran rendah Skotlandia, piper menduduki posisi baik didefinisikan sebagai piper kota, performer untuk pernikahan, pesta dan pameran. Tidak ada direkam "master piper" juga tidak ada sekolah pipa. Piper dataran rendah memainkan lagu dan musik dansa, seperti yang diharapkan oleh penonton mereka. Selama gunung dan lembah, bagaimanapun, piper Highland sangat dipengaruhi oleh latar belakang mereka dari legenda Celtic dan sifat liar dari Highlands. Piper Highland menempati posisi tinggi dan dihormati dalam sistem Clan. Untuk menjadi piper sudah cukup dan jika ia bisa bermain dengan baik, tidak ada lagi yang akan diminta darinya.

Seperti menggunakan bagpipe pudar di sebagian besar Eropa, suatu bentuk musik baru mulai di Dataran Tinggi. Dimulai dengan Iain Odhar, yang tinggal di pertengahan 1500-an, keluarga MacCrimmon bertanggung jawab untuk mengangkat musik pipa Highland ke tingkat yang baru, menurut sejarawan. Musik ini disebut piobaireachd (diucapkan piobroch). Ini musik klasik adalah sebuah bentuk seni yang dapat membandingkan dengan musik negara lain dan sebagian besar ditulis 100 tahun sebelum piano dan tanpa notasi tertulis.

Piper Clan judul kebanyakan keturunan dan dihormati banyak. Yang diketahui terbaik adalah MacCrimmons, piper untuk MacLeod dari Dunvegan, sedangkan MacAuthurs, piper untuk MacDonald dari Kepulauan, yang Mackays, piper ke MacKenzie, sedangkan Rankins, piper untuk MacLearn dari Duart.

Sebagai alat musik perang, Pipa Besar Dataran Tinggi itu tanpa sama, menurut sejarawan. Catatan nyaring dan menembus bekerja dengan baik dalam gemuruh dan hiruk-pikuk pertempuran dan pipa bisa didengar pada jarak hingga 10 mil. Karena pentingnya bagpipe untuk setiap tentara Highland, mereka diklasifikasikan sebagai instrumen perang oleh pemerintah Loyalis selama pemberontakan Highland pada 1700-an. Setelah kekalahan Pangeran Charlie Bonnie di 1745, kilt dan bagpipe yang dilarang, pipa-pipa yang diklasifikasikan sebagai instrumen perang.

Jenis Jenis Batik dan cara membuat batik

Bagaimana cara membuat batik


Untuk membuat batik, peralatan yang diperlukan adalah : kain mori (bisa terbuat dari sutra, katun atau campuran kain polyester), pensil untuk membuat desain batik, canting yang terbuat dari bambu, berkepala tembaga serta bercerat atau bermulut, canting ini berfungsi seperti sebuah pulpen. Canting dipakai untuk menyendok lilin cair yang panas, yang dipakai sebagai bahan penutup atau pelindung terhadap zat warna. gawangan (tempat untuk menyampirkan kain), lilin, panci dan kompor kecil untuk memanaskan.

Langkah - langkahnya adalah sebagai berikut : 

  1. Langkah pertama kita membuat desain batik diatas kain mori dengan pensil atau biasa disebut molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda. Ada yang lebih suka untuk membuat motif sendiri, namun yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif-motif umum yang telah ada.
  2. Langkah kedua adalah menggunakan canting yang telah berisi lilin cair untuk melapisi motif yang diinginkan. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena. Setelah lilin cukup kering, celupkan kain ke dalam larutan pewarna.
  3. Proses terakhir adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus dengan air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu kuatir, pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah Anda gambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur).

Maka hasilnya adalah kain batik yang dikenal dengan kain batik tulis. Penamaan itu diberikan, karena disamping batik tulis, ada juga batik cap, batik printing, batik painting dan sablon.

Pengelompokan Batik  berdasarkan metode pembuatannya adalah sebagai berikut :
  1. Batik tulis
    yaitu batik yang motifnya dibentuk dengan tangan, yaitu digambar dengan pensil dan canting untuk penutup atau pelindung terhadap zat warna (lihat cara membuat batik tulis).
  2. Batik cap
    yaitu batik yang pembuatan motifnya menggunakan stempel. Cap ini biasanya terbuat dari tembaga yang telah digambar pola dan dibubuhi malam (cairan lilin panas).
  3. Batik sablon
    yaitu batik yang motifnya dicetak dengan klise / hand print.
  4. Batik painting
    yaitu batik yang dibuat tanpa pola, tetapi langsung meramu warna di atas kain.
  5. Batik printing
    yaitu batik yang penggambarannya menggunakan mesin. Jenis batik ini dapat diproduksi dalam jumlah besar karena menggunakan mesin modern. Kemunculan batik printing dipertanyakan oleh beberapa seniman dan pengrajin batik karena dianggap merusak tatanan dalam seni batik, sehingga mereka lebih suka menyebutnya kain bermotif batik.

Jenis Tari di Tanah Kutai Kartanegara

1. Tari Gantar

Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya.

Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.

Tari Perang
Tari Perang

2. Tari Kancet Papatai / Tari Perang

Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari. 

Dalam tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe.






Tari Kancet Ledo
3. Tari Kancet Ledo / Tari GongJika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya Tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin.

Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dan pada kedua tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong.

4. Tari Kancet LasanMenggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.

5.Tari LelengTarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak dicintainya. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. Tarian gadis suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan diiringi nyanyian lagu Leleng.


Tari Hudoq
6. Tari HudoqTarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak.

7. Tari Hudoq Kita'
Tarian dari suku Dayak Kenyah ini pada prinsipnya sama dengan Tari Hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang, yakni untuk upacara menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih pada dewa yang telah memberikan hasil panen yang baik. Perbedaan yang mencolok anatara Tari Hudoq Kita' dan Tari Hudoq ada pada kostum, topeng, gerakan tarinya dan iringan musiknya. Kostum penari Hudoq Kita' menggunakan baju lengan panjang dari kain biasa dan memakai kain sarung, sedangkan topengnya berbentuk wajah manusia biasa yang banyak dihiasi dengan ukiran khas Dayak Kenyah. Ada dua jenis topeng dalam tari Hudoq Kita', yakni yang terbuat dari kayu dan yang berupa cadar terbuat dari manik-manik dengan ornamen Dayak Kenyah.

8. Tari Serumpai
Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu).

Belian
Tari Belian Bawo

9. Tari Belian Bawo
Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian, tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian lainnya. Tarian ini merupakan tarian suku Dayak Benuaq.

10. Tari Kuyang
Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.

11. Tari Pecuk KinaTarian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.

12. Tari DatunTarian ini merupakan tarian bersama gadis suku Dayak Kenyah dengan jumlah tak pasti, boleh 10 hingga 20 orang. Menurut riwayatnya, tari bersama ini diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo Kayan yang bernama Nyik Selung, sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas kelahiran seorang cucunya. Kemudian tari ini berkembang ke segenap daerah suku Dayak Kenyah.

13. Tari Ngerangkau
Tari Ngerangkau adalah tarian adat dalam hal kematian dari suku Dayak Tunjung dan Benuaq. Tarian ini mempergunakan alat-alat penumbuk padi yang dibentur-benturkan secara teratur dalam posisi mendatar sehingga menimbulkan irama tertentu.

14. Tari Baraga' Bagantar
Awalnya Baraga' Bagantar adalah upacara belian untuk merawat bayi dengan memohon bantuan dariNayun Gantar. Sekarang upacara ini sudah digubah menjadi sebuah tarian oleh suku Dayak Benuaq.
Seni tari suku Kutai dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni Seni Tari Rakyat dan Seni Tari Klasik.

Seni Tari Rakyat 
Merupakan kreasi artistik yang timbul ditengah-tengah masyarakat umum. Gerakan tarian rakyat ini menggabungkan unsur-unsur tarian yang ada pada tarian suku yang mendiami daerah pantai.
Yang termasuk dalam Seni Tari Rakyat adalah:

1. Tari Jepen
Jepen adalah kesenian rakyat Kutai yang dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu dan Islam. Kesenian ini sangat populer di kalangan rakyat yang menetap di pesisir sungai Mahakam maupun di daerah pantai.

Tarian pergaulan ini biasanya ditarikan berpasang-pasangan, tetapi dapat pula ditarikan secara tunggal. Tari Jepen ini diiringi oleh sebuah nyanyian dan irama musik khas Kutai yang disebut dengan Tingkilan. Alat musiknya terdiri dari gambus (sejenis gitar berdawai 6) dan ketipung (semacam kendang kecil).

Karena populernya kesenian ini, hampir di setiap kecamatan terdapat grup-grup Jepen sekaligusTingkilan yang masing-masing memiliki gayanya sendiri-sendiri, sehingga tari ini berkembang pesat dengan munculnya kreasi-kreasi baru seperti Tari Jepen Tungku, Tari Jepen Gelombang, Tari Jepen 29, Tari Jepen Sidabil dan Tari Jepen Tali.

Seni Tari Klasik
Merupakan tarian yang tumbuh dan berkembang di kalangan Kraton Kutai Kartanegara pada masa lampau.
Yang termasuk dalam Seni Tari Klasik Kutai adalah:

1. Tari PersembahanDahulu tarian ini adalah tarian wanita kraton Kutai Kartanegara, namun akhirnya tarian ini boleh ditarikan siapa saja. Tarian yang diiringi musik gamelan ini khusus dipersembahkan kepada tamu-tamu yang datang berkunjung ke Kutai dalam suatu upacara resmi. Penari tidak terbatas jumlahnya, makin banyak penarinya dianggap bagus.

Tari GanjurTari Ganjur

2. Tari GanjurTari Ganjur merupakan tarian pria istana yang ditarikan secara berpasangan dengan menggunakan alat yang bernama Ganjur (gada yang terbuat dari kain dan memiliki tangkai untuk memegang). Tarian ini diiringi oleh musik gamelan dan ditarikan pada upacara penobatan raja, pesta perkawinan, penyambutan tamu kerajaan, kelahiran dan khitanan keluarga kerajaan. Tarian ini banyak mendapat pengaruh dari unsur-unsur gerak tari Jawa (gaya Yogya dan Solo).

3. Tari Kanjar
Tarian ini tidak jauh berbeda dengan Tari Ganjur, hanya saja tarian ini ditarikan oleh pria dan wanita dan gerakannya sedikit lebih lincah. Komposisi tariannya agak lebih bebas dan tidak terlalu ketat dengan suatu pola, sehingga tarian ini dapat disamakan seperti tari pergaulan. Tari Kanjar dalam penyajiannya biasanya didahului oleh Tari Persembahan, karena tarian ini juga untuk menghormati tamu dan termasuk sebagai tari pergaulan.

4. Tari Topeng Kutai
Tari ini asal mulanya memiliki hubungan dengan seni tari dalam Kerajaan Singosari dan Kediri, namun gerak tari dan irama gamelan yang mengiringinya sedikit berbeda dengan yang terdapat di Kerajaan Singosari dan Kediri. Sedangkan cerita yang dibawakan dalam tarian ini tidak begitu banyak perbedaannya, demikian pula dengan kostum penarinya.
Tari Topeng Kutai terbagi dalam beberapa jenis sebagai berikut:
01. Penembe
02. Kemindhu
03. Patih
04. Temenggung
05. Kelana
06. Wirun
07. Gunung Sari
08. Panji
09. Rangga
10. Togoq
11. Bota
12. Tembam

Tari Dewa MemanahTari Dewa Memanah
Tari Topeng Kutai hanya disajikan untuk kalangan kraton saja, sebagai hiburan keluarga dengan penari-penari tertentu. Tarian ini juga biasanya dipersembahkan pada acara penobatan raja, perkawinan, kelahiran dan penyambutan tamu kraton.

5. Tari Dewa MemanahTarian ini dilakukan oleh kepala Ponggawa dengan mempergunakan sebuah busur dan anak panah yang berujung lima. Ponggawa mengelilingi tempat upacara diadakan sambil mengayunkan panah dan busurnya keatas dan kebawah, disertai pula dengan bememang (membaca mantra) yang isinya meminta pada dewa agar dewa-dewa mengusir roh-roh jahat, dan meminta ketentraman, kesuburan, kesejahteraan untuk rakyat.

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Total Pageviews

Copyright 2013 Macam-Macam Tarian di Indonesia Template by Hand's. Powered by Blogger