Monday, August 18, 2014

Tari Religius Sufi (Whirling Dervishes)


Tarian Sufi ( Whirling Dervishes ) merupakan Tarian yang sangat religius dari Timur Tengah. Tarian ini merupakan inspirasi dari Filsuf dan Penyair Turki yang bernama Maulana Jalaluddin Rumi, dimana tarian ini bermakna bahwa dasar dari kehidupan di dunia dan di bumi ini adalah berputar. Tarian ini juga dianggap sebagai bentuk sebuah ekspresi dari rasa cinta, kasih, dan sayang yang maha tinggi dari seorang hamba kepada sang Robbi. Gerakan tubuh memutar berlawanan dengan arah jarum jam sebagai bentuk menyatukan diri dengan sang pencipta.
Konon ketika menari seperti itu, para penari mengalami ekstase yang di kalangan para sufi dipahami sebagai tingkat pencapaian perasaan penyatuan dengan Tuhan. Bahkan, ada pula yang mengaku gerakan yang tercipta seolah-olah bukan dari diri si penari .Para penari terus  berputar mengikuti alunan musik, dimana semakin lama, putaran itu kian cepat dan panjang. Kostum tari dengan rok lebar yang mereka kenakan berkibar indah. Meliuk seiring dengan derasnya putaran para darwis ( penari )  itu. Seolah mengalami ekstase, mereka tampak menikmati putaran demi putaran yang semakin kencang.
Sebagai sebuah pesta, SUFI MEHFIL adalah perayaan ketika seorang “pencari” bertemu “Kekasih-Kasih itu sendiri” yang ternyata berada di dalam diri. Yang menarik, inilah untuk pertama kalinya, Anand Ashram menggelar tarian sufi ini untuk khalayak umum. Biasanya, tarian ini hanya dilakukan dalam lingkungan terbatas, sebagai latihan spiritual untuk hidup secara meditatif. Menurut seorang pelaku meditasi dari Anand Ashram, meditasi memang bukan sekedar duduk diam selama berjam-jam. “Meditasi adalah sikap hidup, yang harus mewarnai setiap pikiran, perkataan dan tindakan kita. Hidup penuh kasih adalah hidup yang meditatif.” Ketika seseorang merasakan cinta yang meluap-luap, tak bisa lain, ia akan merayakan cintanya itu. Ia akan berpesta. Dan sungguh, itu bukan sebuah pesta biasa. Itulah pesta para sufi. Itulah meditasi!
Membangkitkan kembali peradaban suatu Bangsa PESTA PARA SUFI, sengaja dipersembahkan bagi masyarakat luas karena keprihatinan yang mendalam terhadap masih besarnya ancaman perpecahan masyarakat akibat pengkotak-kotakkan berdasarkan suku, etnis maupun agama, hingga saat ini – yang disebabkan karena merosotnya kesadaran akan kehalusan jiwa atau “Rasa” dalam diri manusia. Sufi Mehfil, sebenarnya, hanyalah salah satu bentuk seni bernafaskan spiritualitas dari sekian banyak bentuk lain – yang banyak berkembang di bumi Nusantara sejak dahulu kala – yang bertujuan: membangkitkan “Rasa”, ataupun “Kasih” dalam diri.” Kebangkitan “Rasa”, semestinya menjadi fungsi sekaligus tujuan seni dan budaya dalam membangkitkan kembali peradaban suatu bangsa. Kendati berasal dari tradisi Turki, Tarian Sufi, menyampaikan pesan universal yang sangat penting bagi terciptanya landasan sejati persatuan dan kesatuan Indonesia. Tarian ini, serta nyanyian dari tradisi lain yang juga akan ditampilkan, diharapkan menjadi inspirasi bagi terjadinya kerekatan beragam budaya yang “hidup” di Indonesia saat ini – baik yang datang dari tradisi “lokal” maupun dari “luar”. Persatuan dan kesatuan di Bumi Pertiwi, memang tak seharusnya terperangkap dalam pandangan nasionalisme sempit. Sebagaimana Ibu Pertiwi selama ini memperlakukan mereka yang lahir, datang maupun berkembang di pangkuannya, tanpa pilih kasih. Pengalaman kebersamaan inilah yang dipersembahkan melalui Sufi Mehfil, yang dibawakan oleh mereka yang datang dari beragam suku, etnis dan agama.

Pencipta Tarian Sufi
Pria yang lahir pada 30 September 1273 di Balkh-Afghanistan dan wafat pada 17 Desember 1273 di Konya-Turki ini meninggalkan warisan pemikiran spiritual yang banyak menginspirasi umat Islam. Tari Sufi (Sema) adalah salah satu inspirasi yang ditinggalkan Rumi yang merupakan paduan warna dari tradisi, sejarah, kepercayaan, dan budaya Turki.

Rumi, menurut Profesor Zaki Saritoprak, pakar dan pemerhati pemikiran Jalaluddin Rumi dari Monash University, Australia,berpandangan bahwa kondisi dasar semua yang ada di dunia ini adalah berputar. Tidak ada satu benda dan makhluk yang tidak berputar. “Keadaan ini dikarenakan perputaran elektron, proton, dan neutron dalam atom yang merupakan partikel terkecil penyusun semua benda atau makhluk, jelasnya.
Dalam pemikiran Rumi, lanjut Saritoprak, perputaran partikel tersebut sama halnya dengan perputaran jalan hidup manusia dan perputaran bumi. “Manusia mengalami perputaran, dari tidak ada, ada, kemudian kembali ke tiada,” ujar Saritoprak.

Manusia yang memiliki akal dan kecerdasan membuatnya berbeda dan lebih utama dari ciptaan Allah yang lain. Tarian Sema yang didominasi gerakan berputar-putar, kata Saritoprak, mengajak akal untuk menyatu dengan perputaran keseluruhan ciptaan

Prosesi Sema menggambarkan perjalanan spiritual manusia dengan menggunakan akal dan cinta dalam menggapai ‘kesempurnaan',jelas Saritoprak. Itu sebabnya, gerak berputar menjadi ciri Tari Sufi yang dikembangkan Rumi.

Untuk turut melestarikan dan menyebarkan pemikiran Rumi, baru-baru ini Lembaga Pendidikan Pribadi Depok (Jawa Barat) yang merupakan sekolah kerja sama antara Indonesia dan pemerintah Turki, menggelar pementasan Tari Sufi (Sema) Rumi di Auditorium Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Acara yang terselenggara atas kerja sama dengan Pasiad Indonesia dan sekolah Kharisma Bangsa ini menghadirkan para penari sufi (darwis) asli dari Turki. Menurut Humas Sekolah Pribadi, Bibit Wiyana, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan delapan abad filosof Islam asal Turki, Maulana Jalaluddin Rumi, sebagai orang yang memperkenalkan tarian Sema. Selain itu, kita juga ingin memperkenalkan kebudayaan Turki di kalangan masyarakat Indonesia, ujar Bibit di sela acara pementasan Tari Sufi.
Dia melanjutkan, kebudayaan Turki memiliki sejumlah kesamaan dengan kebudayaan Indonesia, terutama dalam aspek nilai-nilai kedamaian yang universal serta mistisisme Islam.
Rektor UIN Komaruddin Hidayat yang berbicara dalam acara itu bersama Saritoprak menambahkan, hal yang lebih penting dari simbolisasi Tari Sema adalah nilai-nilai cinta dan kedamaian yang diajarkan Rumi melalui tariannya. “Kesempurnaan manusia dalam pemikiran Rumi bisa digapai dengan meraih kebenaran yang didukung dengan menumbuhkan cinta dan mengesampingkan ego dalam perjalanan spiritual seseorang,jelasnya.
Manusia yang telah mencapai kematangan tersebut, lanjut Komaruddin, siap untuk melayani seluruh ciptaan, seluruh makhluk, tanpa membedakan kepercayaan, ras, derajat, dan asal bangsa. Pesan cinta dan kedamaian inilah yang sesungguhnya ingin disebarkan Rumi melalui simbolisasi Tarian Semanya, imbuh Komaruddin
Menurut dia, wajah cinta dan kedamaian yang diajarkan Rumi sebenarnya merupakan perwujudan nyata atas nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Jadi tidak benar kalau ada yang beranggapan kalau wajah Islam adalah wajah teroris yang penuh dengan kekerasan. Islam itu sangat dekat dengan kedamaian dan cinta, seperti yang ditunjukkan Rumi melalui Tarian Semanya, ujar Komaruddin.

Tuesday, August 5, 2014

Sejarah TARI GANDRUNG BANYUWANGI


Sejarah tari Gandrung Banyuwangi
Gandrung Banyuwangi adalah salah satu jenis tarian yang berasal dari Banyuwangi. Istilah Kata “Gandrung” diartikan sebagai terpesonanya masyarakat Blambangan yang agraris kepada Dewi Sri sebagai Dewi Padi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Pertunjukan
Sejarah Tari Gandrung Banyuwangii dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setiap habis panen. Kesenian ini masih satu genre dengan seperti Ketuk Tilu di Jawa Barat, Tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, Lengger di wilayah Banyumas dan Joged Bumbung di Bali, dengan melibatkan seorang wanita penari profesional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik (gamelan).Gandrung merupakan seni pertunjukan yang disajikan dengan iringan musik khas perpaduan budaya Jawa dan Bali. Tarian dilakukan dalam bentuk berpasangan antara perempuan (penari gandrung) dan laki-laki (pemaju) yang dikenal dengan “paju”.

Busana
- Pakaian :
Tata busana penari Sejarah Tari Gandrung Banyuwangi khas, dan berbeda dengan tarian bagian Jawa lain. Ada pengaruh Bali (Kerajaaan Blambangan) yang tampak.

- Bagian Tubuh :
Busana untuk tubuh terdiri dari baju yang terbuat dari beludru berwarna hitam, dihias dengan ornamen kuning emas, serta manik-manik yang mengkilat dan berbentuk leher botol yang melilit leher hingga dada, sedang bagian pundak dan separuh punggung dibiarkan terbuka. Di bagian leher tersebut dipasang ilat-ilatan yang menutup tengah dada dan sebagai penghias bagian atas. Pada bagian lengan dihias masing-masing dengan satu buah kelat bahu dan bagian pinggang dihias dengan ikat pinggang dan sembong serta diberi hiasan kain berwarna-warni sebagai pemanisnya. Selendang selalu dikenakan di bahu.

- Bagian Kepala :
Kepala dipasangi hiasan serupa mahkota yang disebut omprok yang terbuat dari kulit kerbau yang disamak dan diberi ornamen berwarna emas dan merah serta diberi ornamen tokoh Antasena, putra Bima yang berkepala manusia raksasa namun berbadan ular serta menutupi seluruh rambut penari Sejarah Tari Gandrung Banyuwangi. Pada masa lampau ornamen Antasena ini tidak melekat pada mahkota melainkan setengah terlepas seperti sayap burung. Sejak setelah tahun 1960-an, ornamen ekor Antasena ini kemudian dilekatkan pada omprok hingga menjadi yang sekarang ini.

- Bagian Bawah :
Sejarah Tari Gandrung Banyuwangi menggunakan kain batik dengan corak bermacam-macam. Namun corak batik yang paling banyak dipakai serta menjadi ciri khusus adalah batik dengan corak gajah oling, corak tumbuh-tumbuhan dengan belalai gajah pada dasar kain putih yang menjadi ciri khas Banyuwangi. Sebelum tahun 1930-an, penari gandrung tidak memakai kaus kaki, namun semenjak dekade tersebut penari gandrung selalu memakai kaus kaki putih dalam setiap pertunjukannya.

- Musik Pengiring :
Musik pengiring untuk gandrung Banyuwangi terdiri dari satu buah kempul atau gong, satu buah kluncing (triangle), satu atau dua buah biola, dua buah kendhang, dan sepasang kethuk. Di samping itu, pertunjukan tidak lengkap jika tidak diiringi panjak atau kadang-kadang disebut pengudang (pemberi semangat) yang bertugas memberi semangat dan memberi efek kocak dalam setiap pertunjukan Sejarah Tari Gandrung Banyuwangi. Peran panjak dapat diambil oleh pemain kluncing. Selain itu kadang-kadang diselingi dengan saron Bali, angklung, atau rebana sebagai bentuk kreasi dan diiringi electone.

video

TARI KEBYAR DUDUK


  • Asal Usul Tari Kebyar Duduk
Tari Kebyar Duduk disebut juga Tari Kebyar Trompong. Tarian ini diciptakan oleh I Ketut Mario  dari Tabanan pada tahun 1925. Tari ini disebut Kebyar Duduk karena sebagian besar gerak-gerakan tarinya dilakukan dalam posisi duduk dengan kedua kaki menyilang (bersila). Tari Kebyar Duduk menggambarkan kemahiran seorang pemudayang menari dengan lincahnya dengan posisi duduk mengikuti irama gamelan.


Tema tarian ini adalah tentang pantomim yaitu gerakan tarian tanpa suara dan melambangkan suatu kelincahan seorang pemuda yang sedang menari.
Tarian ini diiringi dengan memainkan instrumen trompong, maka tarian Kebyar Duduk disebut tari Kebyar Trompong. Seperti hal nya tarian Baris, Kebyar adalah tarian tunggal, tarian ini bersifat individualistic. Tarian baris mengilustrasikan gerakan-gerakan ksatria Bali pada umumnya. Dalam tarian Kebyar penekannya adalah pada penari itu sendiri yang menginsterpretasikan nuansa musik dengan ekpresi wajah dan gerakan.
Seni tari bali pada umumnya dikategorikan menjadi 3 kelompok, yaitu seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari untuk upacara, dan untuk pengunjung atau balih balihan (sebagai pertunjukan). Jika dikategorikan Tari Kebyar merupakan bagian dari kategori tari pertunjukan.

berikut adalah videonya

Tari Kebyar Duduk

Jenis-Jenis Tari Bertema

Tari Bertema

A.   TARI BERTEMA

Tema adalah penggambaran keseluruhan cerita dari sebuah tari. Tema akan menjadi sangat penting dalam menari. Dengan tema kita dapat menentukan judul tari dan sekaligus dapat diesploitasikan gerak yang mengarah pada judul tari. Jadi yang disebut tari bertema adalah sebuah tari yang mengambarkan serita secara keseluruhan dari awal sampai akhir pertunjukan. Ada dua jenis tema dalam tari yaitu :
1. Tema Baku
Tema baku adalah suatu bentuk tema yang umum terdapat pada suatu tari dan selalu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya tema kepahlawanan, tema percintaan, tema keprajuritan  dan lain-lain.
a. Contoh tari bertema kepahlawanan
§  Seudati
§  Kuda kepang
§  Ranggalawe Gugur
§  Kumbakarna Gugur
§  Anoman Rahwana
b. Contoh tari bertema keprajuritan
§  Eko Prawiro
§  Bandabaya
§  Lawung
§  Jemparingan
§  Tandingan
c. Contoh tari bertema Percintaan
§  Enggar-enggar
§  Karonsih
§  Driasmara
§  Langenasmara
§  Kusuma Ratih
2. Tema Khusus
Tema khusus adalah suatu bentuk tema yang tidak dijumpai secara umum, namun kehadirannya dapat menambah kesegaran apresiasi seni. Contoh kesenjangan social, lingkungan hidup dan lain-lain.

B.   TEKNIK TARI  ATAU ATURAN TARI TRADISI

Penguasaan teknik tari sangat penting karena dengan pelaksanaan teknik tari yang baik dan benar akan menuju suatu penjiwaan tari yang akan disajikan.
Teknik tari yang akan diuraikan disini adalah sebuah teknik dari Marta Graham, teknik tari gaya Yogyakarta, dan teknik tari gaya Surakarta.
1. Teknik Tari Gaya Marta Graham
Teknik tari gaya Marta Graham lebih menekankan pada “Relax” dan “Tension” atau tegang dan kendor yang merupakan kerja otot Waktu kendur tenaga dilepaskan napasa dikeluarkan. Pada waktu tegang tenaga dihimpun, dengan mengambil nafas dalam-dalam. Teknik dasar Marta Graham adalah merupakan teknik yang sangat umum.
2. Teknik Tari Gaya Yoyakarta
Teknik tari gaya yogyakarta dan surakarta juga dapat dijadikan bekal seorang penari yang ba,ik. Beberapa teknik tari gaya yogyakarta adalah :
a. Greget
Greget adalah semangat batin memberikan kekuatan gerak  daya tahan dan kemampuan atau kemantapan ekpresi.
b. Sengguh
Sengguh adalah sikap sadar akan harga diri yang memancarkan keanggungan, kebersihan, kewibawaan, berisi kepastian, dan kesempurnaan sikap gerak.
c. Nyawiji
Nyawiji adalah kemanunggalan lahir dan batin, pemusatan ekpresi, keprabadian batin yalng bulat, menyatu dalam penampilan, konsentrasi.
d. Nora Mingkuh
Nora mingkuh tak berkeming dari kemantapan, tak goyah dari gangguan.
Dalam pelaksanaannya  menggunakan ketentuan geRak sebagaI berikut :
a. Dada Munggal
Dada munggal yaitu mengembangkan, mewujudkan kesiapan fisik dan memudahkan  pernafasan.
b. Weteng Ngempit
Weteng ngempit yait perut dikempiskan selama menari, merampingkan bagian tengah tubuh dan menjunjung pernapasan dada.
c. Iga Kajunjung
Iga kajunjung yaitu tulang rusak terangkat keatas, merapatkan sikap dada.
d. Ula-ula ngadeg
Ula-ula ngadeg adalah yaitu tulang belakang tegak mewujudkan paras sikap tubuh yang benar, kerapian, keindahan dan sekaligus pedoman keseimbangan.
e. Tempak Kenjereng
Tempak Kenjereng adalah tulang belikat direntangkan sehingga rapi bagian belaknag, sekaligus menunjang pelebaran ronga dada  dan  melncarkan pernafasan.
f. Nafas Ajeg
Nafas ajeg yaitu tarikan nafas stabil tidak terengah-engah walaupun dalam gerakan cepat atau peperangan.
3. Teknik Tari Gaya Surakarta
Tekni tari gaya surakarta selain sebagi bekal menjadi penari yang baik juga  dapat digunkaan untuk menyusun tari dan sekaligus dapat digunkan untuk menilai sebuah karya tari. Ada tiga aturan tari atau teknik gaya surakarta yaitu :
a. Wiraga
Wiraga yaitu kemantapan yang  dilakukan sesuai dengan teknik yang benar dan sesuai dengan penari.
b. Wirama
Wirama yaitu kesesuaian antara gerak dengan irama atau iringan yang digunakan untuk mengiringi tari tersebut.
b. Wirasa
Wirasa yaitu ungkapan jiwa atau erasaan yang dimunculkan sesuai dengan karakter yang disajikan.
Selain ketiga aturan yang didapat di atas terdapat pula bentlu teknik atau aturan tari yahg disebut “ Hasta Sawada” . Hasata Sawanda memiliki arti” Hasta” mberarti delapan dan “Sawanda” adalah aturan. Jadi yang dimaksud dengan  hasta sawanda adalah delapan aturan yang digunakan untuk bekal menjadi seseorang penari yang baik. Hasta diantaranya adalah :
a. Pancak
Pancak artinya adalah patrap atau posisi. Misalnya pacak pada leher atau kepala  pada prinsipnya pancak dibagi menjadi dua yaitu pancak untuk putra dan pancak untuk putri. Pancak anggota badan meliputi lambung, badan, pundak, dan dada. Penggunaan pacak ini dapat untuk pembeda  antara pria dan wanita atau sesuai dengan karakter masing-masing.
b. Pancat
Pancat digunakan untul mengatur gerak gerik atau solah bawa. Jadi yang disebut dengan pancat adalah solah bawa yang digunakan untuk mengatur gerak gerik tari dengan irama gending gamelan sebagai penyesuaian antara tari yang dibawakan dengan irama gending.
c. Ulat
Ulat tercermin pada bagian wajah dan mulut. Polatan sangat penting bagi penari karena akan berpengaruh pada kewibawaan dan keindahan seseorang dalam menyajikan tari. Seorang penari harus bisa marah, senyum, tenang dan lain-lain apabila tarian itu membutuhkan suasana itu.
d. Lulud
Lulud adalah menyatukan irama tari dengan gending yang mengiringi, yang berarti pula seorang penari harus peka terhadap jatuhnya kethuk, kenong, kempul dan gong serta menyesuaikan irama lagu.
e. Wiled
Wiled adalah benar tidaknya seorang pernari dalam menjajikan sebuah tarian.
f. Luwes
Luwes berartli tidak kaku. Seseorang penari tidak hanya dituntut untuk hafalannya saja akan tetapi luwes lebih diutamakan. Keluwesan ini akan menambah keindahan dan keagungan. Keluwesan tidak terlepas dari pacak dan pacat  serta ekspresi yang baik akan kelihatan lebih mengagumkan.
g. Wirama
Wirama adalah untuk mengiringi seseorang dalam menari.
h. Gending
Gending  atau nama gamelan keluar dari dua tempat yaitu keluar dari alat-alat berupa gamelan dan tumbuh dari suara dan bunyi. Gamelan yang keluar dari suara dan bunyki dapat dibedakan menjadi “OTARA” yaitu alat yang membaut suara dan “GUNITA” yaitu suara yang mengandung rasa dan lagu.

C.   JENIS TARI MENURUT ISI ATAU TEMANYA

Tari-tari yang ada di Indonesia bila dilihat dari segi tema atau isinya dapat bdibedakan menjadi :
a.  Tari Pantomin
Tari pantomin adalah tari yang menirukan gerak diluar obyek diri manusia. Contonya adalah :
§  Tari kupu-kupu
§  Tari Tenun
§  Tari Nelayan
§  Tari Tani
§  Tari Bathik
b.  Tari Erotik
Tari erotik adalah tari yang mengandng unsure cerita atau percintaan. Contohnya adalah :
§  Tari Gathotkaca Gandrung
§  Tari Karonsin
§  Tari Oleg Tambulilingan
§  Tari Serampang Dua Belas
§  Tari Rara Mendhut Pranacitra
c. Tari Kepahlawanan
Tari kepahlawanan adalah tari yang mengandung unsur cerita heroik atau kepahlawanan. Contonya adalah :
§    Tari Seudati
§    Tari Kuda Kepang
§    Tari Menak Jinggo Ranggalawe
§    Tari Anoman Rahwana
§    Tari Ranggalawe Gugur
d. Drama Tari
Drama tari adalah suatu bentuk drama dan tari yang memiliki alur  cerita, plot, tema, dan biasanya dilakukan secara kelompok. Contohnya adalah :Drama Tari Rarmendhut Pranacitra
§  Dramatari Ranggalawe Gugur
§  Dramatari Gajah Mada

Tugas Tari - Jenis Tarian Beserta Contoh Tariannya

Tugas Tari - Jenis Tarian Beserta Contoh Tariannya

  1. Tari Tradisional
    • Tari Primitif
    • Tari Kerakyatan
    • Tari Jepen

      Tari Jepen, Jepen adalah kesenian rakyat Kutai yang dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu dan Islam. Kesenian ini sangat populer di kalangan rakyat yang menetap di pesisir sungai Mahakam maupun di daerah pantai. Tarian pergaulan ini biasanya berpasang-pasangan, tetapi dapat pula ditarikan secara tunggal. Tari Jepen ini diiringi oleh sebuah nyanyian dan irama musik khas Kutai yang disebut dengan Tingkilan. Alat musiknya terdiri dari gambus (sejenis gitar bedawai 6) dan ketipung (semacam kendang kecil). karena populernya kesenian ini, hampir disetiap kecamatan terdapat grup-grup Jepen sekaligus Tingkilan yang masing-masing memiliki gayanya sendiri-sendiri, sehingga tari ini berkembang pesat dengan munculnya kreasi-kreasi baru seperti Tari Jepen Tungku, Tari Jepen Gelombang, Tari Jepen 29, Tari Jepen Sidabil, dan Tari Jepen Tali.
    • Tari Klasik
      • Tari Persembahan

        Tari Persembahan, dahulu tarian ini adalah tarian wanita keraton Kutai Kartanegara, namun akhirnya tarian ini boleh ditarikan siapa saja. tarian yang diiringi musik gamelan ini khusus dipersembahkan kepada tamu-tamu yang datang berkunjung ke Kutai dalam suatu upacara resmi. Penari tidak terbatas jumlahnya, makin banyak penarinya dianggap bagus.
        Tari Ganjur

        Tari Ganjur, Tari Ganjur merupakan tarian pria istana yang ditarikan secara berpasangan dengan menggunakan alat yang bernama Ganjur (gada yang terbuat dari kain dan memiliki tangkai untuk memegang). tarian ini diiringi oleh musik gamelan dan ditarikan pada upacara penobatan raja, pesta perkawinan, penyambutan tamu kerajaan. Tarian ini banyak mendapat pengaruh dari unsur-unsur gerak tari Jawa (gaya Yogyakarta dan Solo).

        Tari Kanjar, Tarian ini tidak jauh dengan Tari Ganjur, hanya saja tarian ini ditarikan oleh pria dan wanita dan gerakannya sedikit lebih lincah. Komposisi tariannya agak lebih bebas dan tidak terlalu ketat dengan suatu pola, sehingga tarian ini dapat disamakan seperti tari pergaulan. Tari Kanjar dalam penyajiannya didahului oleh Tari Persembahan, karena tarian ini juga untuk menghormati tamu dan termasuk sebagai tari pergaulan.
        Tari Topeng Kutai

        Tari Topeng Kutai, Tari ini asal mulanya memiliki hubungan dengan seni tari dalam Kerajaan Singosari dan Kediri, namun gerak tari dan irama gamelan yang mengiringinya sedikit berbeda dengan yang terdapat di Kerajaan Singosari dan Kediri. Sedangkan cerita yang dibawakan dalam tarian ini tidak begitu banyak perbedaannya, demikian pula dengan kostum penarinya.


      • Tari Dewa Memanah

        Tari Dewa Memanah, Tarian ini dilakukan oleh kepala Ponggawa dengan mempergunakan sebuah busur dan anak panah yang berujung lima. Ponggawa mengelilingi tempat upacara diadakan sambil mengayunkan panah dan busurnya keatas dan kebawah, disertai pula dengan bememang (membaca mantra) yang isinya meminta pada dewa agar dewa-dewa mengusir roh-roh jahat, dan meminta ketentraman, kesuburan, kesejahteraan untuk rakyat.
  2. Tari Nontradisional
    • Tari Kreasi Baru
    • Tari Nguri

      Tari Nguri, Tari Nguri merupakan tari kreasi baru yang bertemakan penyambutan dan persembahan. Tari ini pada mulanya diilhami oleh suasana kehidupan seputar istana sumbawa, ketika raja ditimpa duka beruntun, maka beberapa wanita datang menghadap dengan tujuan menghibur, melahirkan ucapan yang lemah lembut (menyentuh), istilah daerahnya disebut "Kuri", sembari mempersembahkan sesuatu yang mengurangi kedukaan sang raja. pada dewasa ini Tari Nguri telah dihayati masyarakat pendukungnya. Sesuai tuntutan perkembangan zaman maka tari ini semakin membuka jendela wawasannya, sebagian tari penyambutan dalam menerima kunjungan kerja tamu terpandang dari pusat. Nampak jelas dalam gerak tari ini tercermin gerak tanak, renat, linting, sere, basalunte, dan lain-lain yang merupakan Tari Sumbawa.
    • Tari Modern/ Kontemporer
      • Balet Kontemporer

        Balet kontemporer adalah bentuk tarian yang menggabungkan unsur-unsur balet klasik dan tari modern. dibutuhkan teknik dan penggunaan pointework dari balet klasik, meskipun memungkinkan rentang yang lebih besar gerakan yang mungkin tidak mematuhi garis tubuh yang ketat yang ditetapkan oleh sekolah-sekolah teknik balet. Banyak dari konsep-konsep yang berasal dari ide-ide dan inovasi dari abad ke-20 tari modern, termasuk floorwork, gerakan balet dan andturn-dalam tari kaki.

Monday, August 4, 2014

PRAKTIK PENCIPTAAN GERAK BERIRAMA UNTUK ANAK USIA DINI



A. Perencanaan
Dalam perencanaan gerak berirama untuk anak usia dinitergambar semua aspek atau komponen atau tahapan yang harus disiapkan oleh pelaksana. Hasil dari berpikir muncullah sebuah gagasan tarian, gagasan ini berkaitan dengan tema, bentuk, dan gaya tarian yang akan dibuat. Perencanaan tari dapat disebut juga konsep tari.
Beberapa komponen yang ada dalam perencanaan tari adalah :

1. Latar belakang penciptaan tarian : berisi paparan alasan pendidik menciptakan tarian tersebut.
2. Manfaat diciptakan tarian : menjelaskan untuk apa dan harapan apa yang diinginkan oleh pendidik dengan dibuatnya tarian tersebut. 
3. Acuan teoritik : menjelaskan tentang hasil survey data yang dilakukan untuk mendukung bentuk tariannya.
4. Metode garapan : menjelaskan tentang tujuan menciptakan tarian beserta langkah-langkahnya
5. Orientasi garapan : menjelaskan tentang batasan-batasan tarian yang akan dibuat.
6. Komposisi tari : menjelaskan tentang rencana susunan berbagai unsur komposisi (gerak, desain lantai, desain atas, desain musik, dramatik, tema, tata rias, tata busana, tata pentas, tata lampu, tata suara) 
7. Daftar pustaka : berisi tentang daftar buku atau sumber yang digunakan

B. Penciptaan
Menurut Hawkins tahap yang harus dulalui oleh seorang koreografer adalah : 
1. Tahap Ekplorasi yaitu tahap dimana pikiran bekerja, berimajinasi, merasakan, dan merespon rangsang untuk menemukan berbagai gerak dari berbagai sumber dengan menggunakan semua indra. 
2. Tahap Improvisasi yaitu aktivitas yang sangat diperlukan dalam tari dengan memperoleh gerakan-gerakan spontan dan terkendali. 
3. Tahap Evaluasi yaitu kegiatan mengkaji kembali gerakan-gerakan yang sudah ditemukan dan drencanakan untuk digunakan dalam tarian. 
4. Tahap Komposisi adalah merupakan klimaks dari proses penciptaan.

Pemanfaatan Perbendaharaan Gerak Anak Usia Dini Dalam Gerak Berirama



A. Toodler
Anak usia 1-3 tahun atau toddler senang melakukan eksplorasi ruangan. Hal ini terjadi karena pada usia ini kemampuan berjalan dan menyeimbangkan badan mulai dikuasainya, serta keingintahuannya akan keadaan diluar kamarnya dan rumahnya sendiri. 

Anak usia 2-3 tahun yang masih masuk kategori toddler, anak mengalami perkembangan yang signifikan. Anak ini mulai memiliki perhatian terhadap diri orang lain. Anak mulai membutuhkan orang lain untuk bersama-sama dalam berekplorasi dan mengisi waktunya. 

B. Preschool (3-5 Tahun)
Pada usia ini anak mulai mampu bersosialisasi, dengan kemampuan seperti ini anak perlu diberi kesempatan untuk bermain dengan anak-anak lain, sehingga mereka dapat belajar mendengarkan dan menerima, serta berbagi dengan temannya. Melalui bermain dan berakivitas mereka terus menerus mengembangkan kemampuan fisiknya. 
Anak usia 4-5 tahun bergerak secara aktif, seakan energi yang dimilikinya tidak pernah habis. Pada usia ini anak menyadari simbol-simbol penting untuk nanti mereka belajar di sekolah, warna, bentuk dan namanya. Anak seumur ini membutuhkan kesempatan untuk bereksperimen dan mengembangkan rasa keingintahuannya pada hal-hal yang menarik perhatiannya dalam pelajaran di sekolah, seperti pengetahuan musik, seni rupa, dan matematika. 

C. Perbendaharaan Gerak Dasar Pada AUD
Rasa estetika pada anak preschool perlu ditumbuhkembangkan agar kelak mereka menjadi manusia yang utuh.Keindahan adalah sesuatu yang abstrak yang sangat sulit dijelaskan kepada mereka.
Berikut adalah tingkat perkembangan anak usia 2-5 tahun dalam penggunaan vocabulary gerakan : 
1. Anak usia 2 tahun
- Anak mengamati, mengidentifikasi, gerak anggota tubuh dan gerakan berpindah tempat
- Anak mengamati, mengidentifikasi elemen taran yang spesifik, karasteristik gerak
2. Anak usia 3 tahun
- Anak mengamati dan meniru tarian berdurasi pendek, mengidentifikasi gerakan anggota tubuh dan gerakan berpndah tempat, level tubuh, dan arah gerak tubuh
- Anak mengamati dan menunjukkan gerakan taran dan bila diminta untuk menjelaskan anak akan menceritakannya
3. Usia 4 tahun
- Anak mengamati sebuah tarian dan mengidentifikasi gerakan anggota tubuh dan gerakan berpindah tempat, level tubuh, arah gerak tubuh dan kualitas gerakan (pelan, berat, ringan, cepat)
- Anak akan mengamati dan menunjuk gerakan-gerakan tarian dan membedakan bagaimana gerakan-gerakan itu sama dan gerakan-gerakan itu berbeda.
4. Usia 5 tahun
- Anak mengamati dan menirunya, serta menjelaskan gerakan yang digunakan dalam tarian yang diamatinya
- Anak mengamati dan menirunya, serta menjelaskan gerakan-gerakan yang digunakan dalam tarian yang digunakannya, anak juga dapat membedakan apakah gerakan tersebut sama atau tidak.

Kemampuan Merespons Anak Usia Dini Dalam Gerak Berirama
Seperti telah kita ketahui bahwa kemampuan dasar anak usia dini, meliputi : kemampuan fisik, kemampuan intelektual, sosial, emosional, perseptual, kreatifitas dan estetika. 
1. Kemampuan intelektual dalam menari ditandai anak mampu mengendalikan gerakan agar dapat menggambarkan obyek yang ditirunya. 
2. Kemampuan emosional ditunjukkan dengan anak mampu memilih tema tarian berdasarkan pada kecintaannya pada sesuatu obyek. Kemampuan ini merupakan kemampuan merasakan dan menyalurkan perasaan yang meluap dari hatinya. 
3. Kemampuan sosial dalam menari diperlihatkan anak pada saat menari kelompok, dalam bersosialisasi dengan lngkungannya, anak akan belajar mengkomunikasikan pikiran dan perasaannya, bekerja sama dengan teman-temannya, bersimpati dan berempati dengan orang lain. 
4. Kemampuan kreativitas, akan terlihat saat anak mulai memunculkan gagasan / ide-ide unik yang kadangkala terlihat atau terdengar mustahil, misalnya tentang tema, gerakan, musik, formasi, sehingga menjadi bentuk tampilan yang menarik. 

Kemampuan perseptual akan terlihat ketika anak memperagakan gerakan-gerakan tertentu untuk menggambarkan obyek yang dilihat, didengar atau dirabanya.
Posting Lama ►
 

Total Pageviews

Copyright 2013 Macam-Macam Tarian di Indonesia Template by Hand's. Powered by Blogger