Showing posts with label tari yapong. Show all posts
Showing posts with label tari yapong. Show all posts

Thursday, March 19, 2015

Tarian Daerah dari Jakarta

Tarian Daerah dari Jakarta

Tari Topeng Betawi

Tari Topeng cukup lama dikenal dan berkembang dalam masyarakat Betawi. Tarian ini merupakan paduan aspek tari, musik, dan teater. Penggunaan topeng dalam tarian ini didasarkan atas kepercayaan dahulu masyarakat Betawi bahwa topeng mempunyai kekuatan magis yang dapat menolak bala, bahkan menghilangkan rasa duka. Oleh karenanya, Tari Topeng biasanya dipentaskan untuk memeriahkan pesta-pesta penting, misalnya pada acara pernikahan dan khitan.
Tari Yapong

Tari Yapong pertama kali diperkenalkan pada tahun 1977 dalam rangka mempersiapkan acara ulang tahun kota Jakarta ke-450. Tari Yapong telah diciptakan oleh Bagong Kussudiarjo. Nama tari ini berasal dari bunyi nyanyian lagunya “ya, ya, ya”  dan alunan musik yang berbunyi “pong, pong, pong.” Gerakan tarian ini sangat dinamis dan gembira sehingga sering dipentaskan dalam acara-acara sambutan.
Tari Cokek

Tarian khas Betawi ini ditarikan berpasangan dan sangat kental dengan budaya etnik Cina. Kata cokeksendiri berasal dari bahasa Cina cukin yang berarti selendang yang dipakai para penari wanitanya guna menarik pasangannya. Tarian Cokek ini diiringi oleh musik Gambang Kromong dan ciri khasnya adalah goyangan pinggul yang dinamis.
Tari Lenggang Nyai

Tari Lenggang Nyai juga sering disebut sebagai tari Lenggang Betawi. Tarian ini telah diciptakan oleh Wiwik Widiastuti pada tahun 1998 hingga tarian ini bisa dianggap masih baru. Tarian ini didasarkan pada cerita rakyat setempat, yakni tentang Nyai Dasimah yang telah berhasil keluar dari perkawinan yang merenggut kebebasannya. Seperti Tari Cekok, Tari Lenggang Nyai juga banyak dipengaruhi oleh budaya Cina. Sekelompok gadis belia berjumlah 4 atau sampai 6 orang biasanya yang membawakan tarian ini dan sering dipentaskan pada acara-acara resmi penyambutan tamu penting atau pernikahan.
Tari Japin

Tarian ini merupakan adaptasi dari Tari Zapin yang dipengaruhi oleh budaya Arab adan Melayu. Konon, pengubahan kata zapin menjadi japin dikarenakan kebiasaan masyarakat Betawi menyebut kata Z dengan huruf J. Tari Japin diiringi oleh musik dan lagu Betawi, yang terdiri dari alat musik gambus dan marwas. Keunikan Tari Japin Betawi ini dilihat dari kelincahan para penarinya yang melompat-lompat dan biasanya ditarikan secara berpasangan.

Saturday, March 1, 2014

5 Tari-Tarian Khas dari Betawi

Berikut ini adalah 5 Tari-Tarian Khas dari Betawi, yaitu :

1. Tari Ondel-Ondel

Setiap ada gelaran hajatan di kalangan warga Betawi, arak-arakan ondel-ondel seperti tidak pernah ketinggalan. Ondel-ondel adalah boneka besar yang tingginya sekitar 2.5 meter dengan garis tengah 80cm yang dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul di dalamnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki dicat merah, sedang perempuan dicat warna putih.

2. Tari Yapong

Tarian ini kadangkala berfungsi sebagai tari pergaulan untuk mengisi acara menari sesuai permintaan, karena tarian ini penuh dengan variasi. Tari Yapong merupakan tarian yang penuh kegembiraan dengan gerakan yang dinamis dan erotis. Tari ini kemudian diolah dengan unsur-unsur tari pop antara lain unsur tari daerah Sumatera. Selain juga dipengaruhi oleh unsur kesenian Tionghoa, misalnya dalam kain yang dipakai oleh para penari terdapat motif naga dengan warna merah menyala. Pengembangan pakaian tarian ini juga berasal dari tari Kembang Topeng Betawi yang terlihat jelas dari hias tutup kepala serta selempang dadanya, yang disebut toka-toka.

3. Tari Kembang Topeng

Tari ini termasuk yang paling kaya dengan unsur tari dan juga terpadu dengan unsur teater. Dalam bahasa Betawi, perkataan topeng dapat berarti tontonan, pertunjukan teater, penari atau primadona. Pemain Topeng Betawi biasanya dianggap sebagai primadona, kostumnya paling unik, serba meriah, dan gemerlapan. Dalam upacara "Kaulan" penari Kembang Topenglah yang diberikan kehormatan bersama tuan rumah dan anak yang dikaul, bersama memegang piring berisi ketupat kaul pada waktu mantera kaulan diucapkan, karena memang kebudayaan Betawi masih identik dengan upacara keagamaan.

4. Tari Samrah

Biasanya para penari samrah menari berpasang-pasangan dengan gerakan tari bermacam-macam, yang salah satunya dipengaruhi oleh gerakan silat. Tokoh dalam bidang musik samrah adalah Ali Sabeni.

5. Tari Cokek

Tarian ini biasanya digunakan untuk mengiringi tari pertunjukan kreasi baru, pertunjukan kreasi baru, seperti tari Sembah Nyai, Sirih Kuning, dan sebagainya. Tarian ini ditarikan berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Tarian ini juga diwarnai oleh budaya China. Tarian ini kerap identik dengan keerotisan penarinya, yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Pakaian penari cokek biasanya terdiri dari baju kurung dan celana panjang dari bahan semacam sutera berwarna.

Beragam tarian dari Betawi ini membuktikan kekayaan budaya yang terkandung di sana. Bagi orang Betawi, tentu tarian ini salah satu tarian yang harus dilestarikan. Namun, bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, kita patut bangga.
Posting Lama ►
 

Total Pageviews

Copyright 2013 Macam-Macam Tarian di Indonesia: tari yapong Template by Hand's. Powered by Blogger