Saturday, June 28, 2014

Sejarah Tari Patuddu Dari Provinsi Sulawesi Barat


Tari patuddu merupakan tarian tradisional suku Mandar, yakni suku yang sebagian besar mendiami provinsi Sulawesi Barat. Tarian ini dimainkan untuk menyambut para tamu- tamu kehormatan yang datang baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Tradisi penyambutan tamu kehormatan di Sulawesi Barat ini agak berbeda dengan daerah- daerah lainnya. Para tamu kehormatan tidak hanya disambut dengan pagar ayu atau pengalungan bunga, tetapi juga dengan Tari Patuddu.
Sejarah Tari Patuddu Dari Provinsi Sulawesi Barat

Dahulu tarian ini dimainkan oleh orang dewasa, namun pada saat ini tari Patuddu dimainkan oleh anak- anak Sekolah Dasar. Mereka menari dengan iringan irama gendang sambil membawa tombak dan pedang. Karena tarian ini menggunakan tombak dan pedang, tarian ini juga disebut tari perang. Disebut tari perang karena sejarah tarian ini memang untuk menyambut balatentara Kerajaan Balanipa yang baru saja pulang dari berperang. Balanipa dulu merupakan salah satu kerajaan yang berdiri di daerah provinsi Sulawesi Barat. Menurut sebagian besar masyarakat Suku Mandar, Tari Patuddu lahir karena dahulu sering terjadi huru-hara dan peperangan antara balatentara Kerajaan Balanipa dan Kerajaan Passokorang, dua kerjaan yang dulu berada di Sulawesi Barat.

Setiap kali pasukan perang pulang, warga kerajaan tersebut selalu melakukan penyambutan dengan tarian Patuddu. Tarian ini memiliki makna, bahwa telah datang para pejuang dan pahlawan negeri. Tari Patuddu cocok dipentaskan untuk menyambut para tamu istimewa hingga saat ini.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Total Pageviews