Showing posts with label Asal Usul Tari Ngremo. Show all posts
Showing posts with label Asal Usul Tari Ngremo. Show all posts

Saturday, June 1, 2013

Peranan dan Fungsi Seni Tari



Beberapa peran dan fungsi seni tari sebagai berikut :

1.       Tari sebagai sarana upacara
fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini yang berfungsi sebagai ritual. tari dalam upacara pada umumya bersifat sakral dan magis. pada tari upacara faktor keindahan tidak diutamakan, yang diutamakaan adalah kekuatan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia itu sendiri ataupun hal hal diluar dirinya.

Ciri – ciri tari untuk upacara antara lain :

v diselenggarakan pada tempat dan waktu tertentu, 
v bersifat sacral dan magis,
v ada sesaji,
v dilaksanakan di tempat terbuka dan massal,
v hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat sebagai sarana untuk persembahan,
v sebagai sarana memuja dewa,
v bersifat kebersamaan dan berulang ulang,
v yang datang dianggap peserta upacara bukan penonton ,
v ditarikan oleh penari yang terpilih dan dianggap suci,
v gerak tari imitatif, meniru gerak - gerik alam sekitar,
v ungkapan gerak mirip ekspresi kehendak jiwa penarinya.

2.       Tari sebagai sarana hiburan
salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk di tonton. Tari ini memiliki tujuan hiburan pribadi lebih mementingkan kenikmatan dalam menarikan. Tari hiburan disebut tari gembira, pada dasarnya tarian gembira tidak bertujuan untuk ditonton akan tetapi tarian ini cenderung untuk kepuasan para penarinya itu sendiri. Keindahan tidak diutamakan, tetapi mementingkan kepuasan individual, bersifat spontanitas dan improvisasi. Tarian ini untuk konsumsi public. Dalam penyajiannya terkait dengan berbagai kepentingan terutama dalam kaitannya dengan hiburan, amal bahkan untuk memenuhi kepentingan public dalam rangka hiburan saja. 

Ciri – ciri tari hiburan :
v  mudah melibatkan peserta
v  pakaiannya bebas
v  relative mudah dipelajari
v  mood yang bergembira ria
v  unsure gerak gembira dan bebas

contoh tari hiburan tari tayub (jatim, jateng), ketuk tilu (jabar), gandrung (banyuwangi), jogged bumbung (bali), serampang dua belas (Sumatra), tari sekar putrid, ratu graheni

3.       Tari sebagai sarana pergaulan
Dalam hal ini tari memiliki fungsi pergaulan antara sesame manusia . contoh tari ketuk tilu, jaipongan, maengket ( Sulawesi) tari tujuah lompat (Maluku)

4.       Tari sebagai penyalur terapi
Jenis tari ini biasanya ditujukan untuk penyandang cacat fisik atau cacat mental. Penyalurannya dapat dilakukan secara langsung bagi penderita cacat tubuh atau bagi penderita tuna wicara dan tuna rungu, dan secara tidak langsung bagi penderita cacat mental. Pada masyarakat daerah timur jenis tarian ini menjadi pantangan karena adanya rasa tidak sampai hati.

5.       Tari sebagai media pendidikan
Kegiatan tari dapat dijadikan media pendidikan, seperti mendidik anak untuk bersikap dewasa dan menghindari tingkah laku yang menyimpang dari nilai – nilai keindahan dan keluhuran karena seni tari dapat mengasah perasaan seseorang.

6.       Tari sebagai pertunjukkan
tari pertunjukkan adalah bentuk momunikasi sehingga ada penyampai pesan dan penerima pesan. Tari ini lebih mementingkan bentuk estetika dari pada tujuannya. Tarian ini lebih digarap sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat’ tarian ini sengaja disusun untuk dipertontonkan. Oleh sebab itu penyajian tari mengutamakan segi artistiknya yang konsepsional yang mantab, koreografer yang baik serta tema dan tujuan yang jela. 

Ciri – ciri tari pertunjukkan:
v pola garapannya merupakan penyajian yang khusus untuk dipertunjukkan
v adanya factor imajinatif / kreativitas
v adanya ide yang mengandung dan mengarah kepada konteks pementasan yang  professional
v kadang kala pementasannya menghendaki penonton tertentu dengan harapan adanya evaluasi apresiatif yang dijalankan dengan undangan atau karcis
v lokasi pementasan di tempat yang khusus atau teater baik tempat itu berupa gedung pertunjukkan tradisional, modern, panggung terbuka, ataupun panggung tertutup.
v Contoh tari pertunjukan tari piring (Sumatra), tari ngremo(jatim), gambyong ( surakarta)

7.       Tari sebagai media katarsis
Katarsis berarti pembersihan jiwa. Seni tari sebagai media katarsis lebih mudah dilaksanakan oleh orang yang telah mencapai taraf atas penghayatan seni. Oleh karena itu, biasanya jtari ini dilakukan oleh seniman yang hakiki. Namun seorang guru pun bisa melakukannya asal dia mau berlatih dengan kesungguhan, konsentrasi yang penuh, berani dan memiliki kekayaan imajinasi.

Selain memiliki beberapa fungsi tersebut, seni tari juga memiliki peranan yang sama seperti seni – seni lainnya, yaitu tari sebagai media ekspresi, komunikasi, berpikir kreatif dan mengembangkan bakat.

Monday, February 11, 2013

Asal Usul Tari Ngremo

Mengenal dan mempelajari asal mula Ngremo kita didorong untuk menelusuri perkembangan kesenian-kesenian yang lain yang masih erat berhubungan dengan sejarah pertumbuhannya, antara lain : Tandakan/lerok/bandan/besut/topeng dalang.

Di antara kesenian-kesenian tersebut Ludruk Besutanlah dekat berhubungan dengan peristiwa kelahiran Ngremo.

Di daerah Dukuh Ngasem, Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Ludruk Besutan lahir ± pada tahun 1850 – an. Perkembangan selanjutnya dibawa oleh Pak Durrasyim ke Surabaya pada abad XIX berkisar pada tahun 1927, dengan perkembangan teaternya menjadi Sandiwara Ludruk. Dalam teater inilah tari Ngremo dilahirkan yang fungsinya untuk mengawali  pementasan sebelum ceritera Ludruk dimulai.

Ada beberapa pendapat tentang pertumbuhan tari Ngremo:
- tari Ngremo lahir sebagai ke ianjutan Ludruk Besutan.
- tari Ngremo lahir sebagai kelanjutan dari topeng dalang.

Beberapa pendapat tersebut di atas mengarahkan kita untuk mengamati lebih jauh tentang eksistensinya.
Salah satu unsur perkembangan adalah spontanitas, hal ini dapat dilihat dari adanya tari Seniti yang bermula dari tari-tarian keliling desa yang tidak banyak mempunyai perbendaharaan gerak sebagai vocabuler baku, tetapi dengan kreativitas para penari, gerak terus berkembang dengan waton-waton bentuk yang sekarang ini dianggap merupakan vocabuler tertentu dari pada Ngremo, misalnya: gedruk, singget, brajagan, nebak bumi, ayam alas, nglandak, kipatan dan sebagainya.

Dengan turun temurun keyakinan atas vocabuler tersebut tidak dapat diubah susunannya. Namun demikian masih dapat kita saksikan pada beberapa penari yang tergolong baik mempunyai bentuk-bentuk gerak khusus yang cukup kuat dan menonjol.

Kreativitas yang ada pada penari te rsebut antara lain mengancfung unsure – unsur : wiled (pengisian gerak pribadi), kecepatan, intensitas gerak, volume (bentuk dan isi), dinamik (tebal  tipisnya tegangan otot tubuh ) maupun kekavaan unsur-unsur jenis rasa (mantep gagah , mantep alus).

Hal ini bisa dinyatakan dari pernyataan beberapa Seniman Ngremo yang mengakui bahwa pada ta ri Ngremo ada yang mempu nyai kara kter gagah dan karakter alus (termasuk di dalam pengertian ini adalah penjiwaannya).

Sumber-sumber lain bisa ditelusuri sejak adanya topeng dalang di Jawa Timur ±. Pada abad I X – X III pada masa- masa Raja Kediri dengan tari Kelono yang sampai saat ini bisa kita amati pada teater topeng dalang di daerah Malang khususnya tari Beskalan.

Munali Fatah mengatakan bahwa pada mulanya tari Beskalan yang menggunakan sampur pada bahu ditarikan dengangayaputri. Kemudian berkembang dengan ditarikan dalamgayaputra, dan dalam perkembangan selanjutnya ditarikan pula Ngremogayaputri. Sampai saat  ini bentuk-bentuk tari tersebut dapat kita amati .di daerah Ma lang,Surabaya, Jombang, Mojokerto dan sekitarnya, yang bila diteliti mengenai keragaman dan kekayaan jenis solah masih banyak perbedaan. 

Sedangkan Winoto seniman tayub dari Surabaya yang lama mengikuti perkembangan Ngremo adalah seorang Seniman sejaman Ludruk Besutan dan mengikuti Durrasyim ketika mendirikan Sandiwara Ludruk di Surabaya, mengatakan bahwa Ngremo merupakan perkembangan dari tari Somo gambar yang dalam peragaannya menggunakan property tombak.

Hal ini identik dengan pengalaman yang diperoleh Kuswo seniman Ludruk Besutan dari Jombang sejak jaman awal pertumbuhannya (tahun 1900-1930) yang mengatakan bahwa Ngremo merupakan peikembangan dari tad Go ndoboyo yang menggunakan property tombok.

Beberapa hal tersebut diatas merupakansalah satu sebab dari perkembangan kekayaan jenis-jenis keragaman dan jenis so lah maupun istilah -isdlah tari.

Suatu masalah yang perlu kita kaji bersama adalah sampai seberapa jauh perkembangan bentuk-bentuk tari Ngremo, Kelono dan Beskalan tersebut di masyarakat.

Perkembangan saat ini dari wujud garap ditandai dengan adanya bebe rapa tokoh penyusun tari Ngremo yaitu :
- Munali Fatah dari Su rabaya (R RI)
- Bolet dari Jombang.



by Tri Broto Wibisono, Ngremo
Posting Lama ►
 

Total Pageviews