Showing posts with label Jenis Tari Berpasangan. Show all posts
Showing posts with label Jenis Tari Berpasangan. Show all posts

Monday, March 24, 2014

Tari Cakalele Tarian Perang dari Maluku


Cakalele adalah tarian perang tradisional Maluku yang digunakan untuk menyambut tamu ataupun dalam perayaan adat. Biasanya, tarian ini dibawakan oleh 30 pria dan wanita. Tarian ini dilakukan secara berpasangan dengan iringan musik drum, flute, bia (sejenis musik tiup).

Para penari pria biasanya mengenakan parang dan salawaku (perisai) sedangkan penari wanita menggunakan lenso (sapu tangan). Penari pria mengenakan kostum yang didominasi warna merah dan kuning, serta memakai penutup kepala aluminum yang disisipi dengan bulu putih.

Kostum celana merah pada penari pria melambangkan kepahlawanan, keberanian, dan patriotisme rakyat Maluku. Pedang atau parang pada tangan kanan penari melambangkan martabat penduduk Maluku yang harus dijaga sampai mati, sedangkan perisai dan teriakan keras para penari melambangkan gerakan protes melawan sistem pemerintahan yang dianggap tidak memihak pada rakyat.

Sumber lain menyatakan bahwa tarian ini merupakan penghormatan atas nenek moyang bangsa Maluku yang merupakan pelaut. Sebelum mengarungi lautan untuk membajak pesawat, nenek moyang mereka mengadakan pesta dengan makan, minum, dan berdansa. Saat tari Cakalele ditampilkan, terkadang arwah nenek moyang dapat memasuki penari dan kehadiran arwah tersebut dapat dirasakan oleh penduduk asli.

Monday, March 10, 2014

Jenis-Jenis Tari Angguk Berpasangan Asal Yogyakarta


Tari Angguk adalah tarian tradisional yang berasal dari Yogyakarta dan menceritakan kisah tentang Umarmoyo-Umarmadi dan Wong Agung Jayengrono dalam Serat Ambiyo. Tarian ini dimainkan secara berkelompok oleh 15 penari wanita yang berkostum menyerupai serdadu Belanda dan dihiasi gombyok barang emas, sampang, sampur, topi pet warna hitam, dan kaos kaki warna merah atau kuning dan mengenakan kacamata hitam. Tarian ini biasanya dimainkan selama durasi 3 hingga 7 jam.
Pada mulanya Tari Angguk adalah tari permainan atau hiburan yang biasa dimainkan oleh muda- mudi. Namun dalam perkembangannya Tari Angguk mulai disisipin hal-hal mistis. Konon, Tari Angguk juga dianggap bisa mengundang roh halus untuk ikut bermain dengan menggunakan media tubuh sang penari[

Jenis-jenis Angguk dan Pemain
Tarian yang disajikan dalam kesenian angguk terdiri dari dua jenis, yaitu:
Tari Ambyakan, adalah tari angguk yang dimainkan oleh banyak penari. Tarian ambyakan terdiri dari tiga macam yaitu:
1. Tari Bakti
2. Tari Srokal
3. Tari Penutup

Tari Pasangan, adalah tari angguk yang dimainkan secara berpasangan. Tari pasangan ini terdiri dari delapan macam, yaitu:
1. Tari Mandaroka
2. Tari Kamudaan
3. Tari Cikalo Ado
4. Tari Layung-layung
5. Tari Intik-intik
6. Tari Saya-cari
7. Tari Jalan-jalan
8. Tari Robisari

Pada mulanya angguk hanya dimainkan oleh kaum laki-laki saja. Namun, dalam perkembangan selanjutnya tarian ini juga dimainkan oleh kaum perempuan. Para pemain angguk ini mengenakan busana yang terdiri dari dua macam, yaitu busana yang dikenakan oleh kelompok penari dan busana yang dikenakan oleh kelompok pengiring.

Busana yang dikenakan oleh kelompok penari mirip dengan busana prajurit Kompeni Belanda, yaitu:
1. baju berwarna hitam berlengan panjang yang dibagian dada dan punggungnya diberi hiasan lipatan-lipatan kain kecil yang memanjang serta berkelok-kelok
2. celana sepanjang lutut yang dihiasi pelet vertikal berwarna merah-putih di sisi luarnya
3. topi berwarna hitam dengan pinggir topi diberi kain berwarna merah-putih dan kuning emas. Bagian depan topi ini memakai “jambul” yang terbuat dari rambut ekor kuda atau bulu-bulu
3. selendang yang digunakan sebagai penyekat antara baju dan celana
4. kacamata hitam
5. kaos kaki selutut berwarna merah atau kuning
6. rompi berwarna-warni

Sedangkan busana yang dikenakan oleh kelompok pengiring adalah:
1. baju biasa
2. jas
3. sarung
3. kopiah

Peralatan musik yang digunakan untuk mengiringi tari Angguk diantaranya adalah:
1. kendang
2. bedug
3. tambur
4. kencreng
5. rebana (2 buah)
6. terbang besar
7. jedor

Thursday, November 21, 2013

Jenis Tari Berpasangan Asal Jawa Tengah


Seni tari tidak sekedar sebagai ungkapan ekspresi saja, akan tetapi telah berkembang sesuai dengan kebutuhan sosial masyarakat Indonesia. Tari menjadi sarana upacara keagamaan, acara adat, hiburan kerakyatan, pagelaran dan pendidikan. Dalam hal ini tari mempunyai fungsi yang lebih penting dalam tata kehidupan masyarakat.

Di Jawa Tengah khususnya pada seni tari tradisi gaya Surakarta tari berpasangan dibedakan menjadi dua, yaitu : Wireng dan Pethilan

1) Jenis Tari Wireng
Tari berpasangan jenis wireng adalah bentuk tari berpasangan yang menampilkan tema keprajuritan.
Ciri-ciri tari wireng:
a. Ragam gerak (sekaran) bisa sama atau berbeda.
b. Busana kedua penari bisa sama atau berbeda.
c. Ada ragam gerak perangan.
d. Tidak ada yang kalah dan menang.

Contoh bentuk tari wireng:
a. Karakter putri:
1. Tari Retno Tinanding
2. Tari Retno Ngayudo
b. Karakter putra alus:
1. Tari karno tanding
2. Tari Panji kembar
c. Karakter putra gagah
1. Tari lawung
2. Tari bogis kembar
3. Tari bondoyudo

2) Jenis Tari Pethilan
Tari berpasangan jenis pethilan adalah bentuk tari berpasangan yang mengambil (mengangkat) cuplikan suatu peristiwa dari sebuah cerita.

Ciri-ciri tari pethilan:
a. Ragam gerak (sekaran) bisa sama atau berbeda.
b. Busana kedua penari bisa sama atau berbeda
c. Ada ragam gerak perangan.
d. Dua tokoh sejenis atau lawan jenis.
e. Ada tokoh yang kalah (mati)

Contoh tari jenis pethilan:
a. Karakter putri dengan putri:
1. Tari Srikandi Mustokoweni
2. Tari Srikandi Larasati
3. Tari Adanenggar Kelaswara
b. Karakter putri dengan gagah:
1. Tari Srikandi Cakil
2. Tari Srikandi Buriswara
3. Tari Srikandi Bisma

Selain tari berpasangan jenis wireng dan pethilan ada juga jenis tari berpasangan yang tidak menceritakan tentang peperangan tetapi bercerita tentang pencintaan (kasmaran).

Contoh tari berpasangan yang bertema percintaan adalah:
1. Tari Endah
2. Tari Karonsih
3. Tari Lambang Sari
4. Tari Dri Asamara
5. Tari Enggar-enggar

Di Jawa Tengah juga ada jenis tari berpasangan yang tidak termasuk jenis wireng maupun pethilan diantaranya adalah:
1. Tari Regol Gunungsari
2. Tari Klana Sembung Langu
3. Tari Dayun Minak Jinggo

Thursday, November 14, 2013

Ciri Khas Gerak Tari Bedhana


Tari Bedana
TARI BERPASANGAN DAERAH LAMPUNG

          Menari adalah menyusun gerak ritmis tubuh menjadi satu kesatuan  yang utuh dan harmonis. Susunan unsur gerak tersebut bersifat ritmis yang sangat ditentukan oleh keberaturan tempo ( waktu ) dan ditentukan dengan ketukan.Dalam menari juga dibutuhkan music pengiring yang berfungsi member irama atau keberaturan ketukan sebuah tari yang diiringinya.
          Tari berpasangan di daerah Lampung contohnya ; Tari Melinting, Tari Sebambangan, Trai Bedana dll. Dari sekian banyak ragam dan bentuk tari tradisional yang hidup dan berkembang di daerah Lampung,dan sekaligus merupakan cerminan tata kehidupan masyarakat, yang harus dipelihara, dibina dan dikembangkan salah satunya adalah Tari Bedana.

SEJARAH

          Menutut sejarah, kabarnya Tari Bedana hidup dan berkembang di daerah Lampung seiring dengan masuknya agama Islam.Pada mulanya Tari Bedana ditarikan oleh laki-laki secara berpasangan / kelompok,dan hanya dapat disaksikan oleh keluarga saja.Tari Bedana ditarikan pada saat anggota keluarga hatam Al-Qur’an. Melalui perkembangan zaman sekarang Tari bedana dapat ditarikan oleh laki-laki dan perempuan secara berpasangan/kelompok dan dapat disaksikan oleh masyarakat umum.
          Tari Bedana merupakan tari tradisional kerakyatan daerah Lampung yang mencerminkan tata kehidupan masyarakat Lampung sebagai perwujudan simbul adat istiadat,agama, etika yang telah menyatu dalam kehidupan masyarakat Lampung.

SINOPSIS

          Tari Bedana merupakan tari tradisional yang bernafaskan Islam,mencerminkan tata kehidupan masyarakat Lampung yang ramah dan terbuka sebagai simbol persahabatan dan pergaulan anak muda Lampung dengan komitmen beragama.

CIRI KHAS TARI BEDANA

Tari Bedana memiliki beberapa cirri khas, antara lain:
1.       Lagu pengiring tari
Lagu dalam tari Bedana merupakan keharusan,karena lagu yang dilantunkan dapat merupakan panduan untuk perubahan gerak atau komposisi.Biasanya lagu yang mengiringi tari Bedana bersifat gembira yang bersumber dari salawat nabi, sagata, adi-adi,wayak atau pantun seperti lagu penayuhan,lagu mata kipt,lagu bedana dan lain-lain.

2.       Alat musikpengiring tari
Alat music pengiring tari Bedana yang lazim dipakai adalah:
a.       Alat musik gambus lunik,yaitu sebuah alat music tradisional daerah Lampung yang dipetik berdawai empat.
b.       Ketipung atau marawis yaitu alat yang dipukul
c.       Karenceng atau terbangan,yaitu alat music yang terbuat dari kau nangka fungsinya sama dengan ketipung.
d.       Pembawa lagu atau vokalis yang selalu melantunkan lagu-lagu seirama dengan petikan gambus lunik. 

TATA RIAS DAN BUSANA

1.       Busana Tari Bedana Wanita
a.       Sanggul malang/belattung tebak
b.       Penekan rambut
c.       Gaharu kembang goyang/sual kira
d.       Kembang melati/kembang melur
e.       Subang giwir/anting-anting
f.        Buah jukum/bulan termanggal
g.       Bulu serattei/bebiting
h.       Gelang kano/gelang bibit
i.         Kawai kurung

j.         Tapis/betuppal

1.       Busana Tari Bedana Pria
a.       Kilat akinan/peci sebagai ikat kepala/ikat pujuk
b.       Kawai teluk belanga/belah buluh/kakalah bangkang
c.       Kain bidak gantung/betumpal sebatas lutut
d.       Bulu serattei/bebiting
e.       Gelang kano
f.        Celana panjang/pangal
g.   Kalung/buah jukum


1. KESEK INJING
2. KESEG GANTUNG
3. AYUN GANTUNG
4. BELITUT
5. TAHTO SEMBAH
6. GELEK
7. JIMPANG
8. GANTUNG
9. HUMBAK MOLOH

Sunday, October 27, 2013

Jenis Tari Berpasangan


Tari berpasangan secara konsep koreografi dimaknai sebagai tarian yang di tarikan oleh dua orang penari yang saling merespon satu sama lain.

Sementara untuk tari Kelompok merupakan tarian yang di tarikan lebih dari tiga orang penari yang terdiri dari kelompok kecil dan kelompok besar. Pada postingan kali ini, kami akan menjelaskan tentang jenis-jenis tari berpasangan dan kelompok di Sulawesi selatan.

Tiga jenis tari
Karya seni tari Nusantara dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu tari tunggal, tari berpasangan, dan tari berkelompok. Tari tunggal adalah tari yang dibawakan oleh seorang penari. Tari berpasangan adalah tari yang dibawakan secara berpasangan, dapat sesama jenis atau berlawanan jenis dengan penari yang berjumlah genap, dan melakukan gerakan berpasangan. Tari berkelompok adalah tari yang dibawakan secara berkelompok dengan jumlah penari tidak harus genap.
Bila kita lebih mengidentifikasi mengenai tari Nusantara, kita dapat memperoleh informasi mengenai hal-hal berikut :
  • Nama tari
  • Daerah asal tari
  • Unsur-unsur tari (gerakan tari, kostum, properti, dan iringan musik)
  • Peran tari
  • Isi/tema tari
Contoh tari berpasangan/kelompok yang ada di Nusantara antara lain adalah Tari Saman dari NAD, Tari Campak dari Bangka-Belitung, Tari Legong dari Bali, Tari Cakalele dari Maluku, Tari Ajat Temuai Datai dari Kalimantan Barat, Tari Kanjar dari Kalimantan Timur, dan Tari Serampang dua belas dari Sumatera Utara.
Posting Lama ►
 

Total Pageviews