Showing posts with label Tari Saman dari NAD. Show all posts
Showing posts with label Tari Saman dari NAD. Show all posts

Sunday, January 25, 2015

Tari Saman Makna dan Fungsi

Tari Saman adalah tarian yang berasal dari Nangroe Aceh Darussalam. Tari Saman di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam. ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah.

Makna dan Fungsi


Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.
Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.
Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan kontinu, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara group tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). Penilaian ditititk beratkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.

Paduan Suara

Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna. Tarian ini khususnya ditarikan oleh para pria.
Pada zaman dahulu,tarian ini pertunjukkan dalam acara adat tertentu,diantaranya dalam upacara memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, khususnya dalam konteks masa kini, tarian ini dipertunjukkan pula pada acara-acara yang bersifat resmi,seperti kunjungan tamu-tamu Antar Kabupaten dan Negara,atau dalam pembukaan sebuah festival dan acara lainnya.   

Nyanyian

Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :
1. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
2. Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.
3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Gerakan

Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada.Diduga,ketika menyebarkan agama islam,syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno,kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam demi memudakan dakwahnya.Dalam konteks kekinian,tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.
Tarian saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang,kirep,linga

Tarian penuh nilai ini diciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman abad ke-16 M. Pada mulanya tarian ini hanya merupakan permainan rakyat biasa yang disebut Pok Ane. Melihat minat yang besar masyarakat Aceh pada kesenian ini maka oleh Syekh disisipilah dengan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, sehingga saman menjadi media dakwah saat itu. Dahulu latihan saman dilakukan di bawah kolong Meunasah yaitu sejenis surau bangunan panggung. Sejalan kondisi Aceh dalam peperangan maka syekh menambahkan syair-syair yang menambah semangat juang rakyat Aceh. Tari ini terus berkembang sesuai kebutuhannya. Sampai sekarang tari ini lebih sering ditampilkan dalam perayaan-perayaan keagamaan dan kenegaraan.

Tarian ini secara luas dikenal sebagai tarian asli masyarakat Gayo karena tarian ini lahir di Aceh Tengah. Banyak masyarakat modern di negara-negara Asia, Australia, dan Eropa mengadopsi keharmonisan dan kecepatan gerakan tarian ini. Namun, keaslian tari ini tidak pernah bisa ditiru karena esensi tarian ini hanya akan Anda temukan di Aceh.

Dipentaskan oleh sekelompok penari tradisional dan kebanyakan mengenakan seragam berwarna-warni yang cerah, tarian ini merupakan pengembangan dari seni tari Aceh yang disebut Pok Ane. Tarian Saman diiringi alunan puisi, musik, dan nyayian yang dikombinasikan dengan tepukan tangan, tepukan di dada, dan paha. Gerakan tarian ini sangat harmonis dan cepat sehingga sanggup membuat penonton terkagum-kagum.

Tari Saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan dakwah yang mencerminkan nilai pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan. Sebelum tari saman dimulai akan ada mukaddimah atau pembukaan, dengan tampilnya seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) yang memberikan syair berisi petuah dan dakwah kepada para pemain dan penonton.

Tari Saman dimainkan dengan gerakan dinamis dan atraktif oleh 10-12 penari, akan tetapi keutuhan Saman setidaknya didukung 15 – 17 penari. Dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini dimainkan pula oleh kaum perempuan atau campuran antara laki-laki dan perempuan dengan modifikasi gerak lainnya.
Gerakan pada tari Saman sangat unik karena hanya menampilkan gerakan tepuk tangan, tepuk dada, dan gerakan-gerakan sejenis. Semua penari harus menari dengan harmonis dan biasanya tempo tari Saman makin lama makin cepat dan hal ini yang membuat tarian ini sangat menarik. Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech.

Tari Saman ditarikan dalam posisi duduk, termasuk dalam jenis kesenian ratoh duk (tari duduk) dimana posisi penari duduk berlutut, berat badan tertekan kepada kedua telapak kaki. Pola ruang pada tari Saman juga terbatas pada ketinggian posisi badan. Dari posisi duduk berlutut berubah ke posisi di atas lutut (berlembuku) yang merupakan level paling tinggi, sedang level yang paling rendah adalah apabila penari membungkuk badan kedepan sampai 45° (tungkuk) atau miring kebelakang sampai 60° (langat). Terkadang saat melakukan gerakan tersebut disertai gerakan miring ke kanan atau ke kiri yang disebut singkeh. Ada pula gerak badan dalam posisi duduk melenggang ke kanan-depan atau kiri-belakang (lingang). Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna.
Selain tari Saman, Aceh juga memiliki sejumlah tarian tradisional yang unik dan memikat, antara lain Seudati dan Rapai Geleng. Tari Saman dari Aceh ini sudah menyusul untuk didaftarkan sebagai World Intangible Heritage oleh UNESCO. Tari Saman mendapatkan registrasi 01.01.01.001 ke UNESCO agar menjadi warisan Indonesia dan dunia dalam kategori warisan budaya bukan benda.

Wednesday, November 26, 2014

7 Tari Indonesia yang Mendunia

1. TARI BALI b
Kesenian tari bali ini memang sangat di kagumi oleh banyak wisatawan asing seperti wisatawan dari AS, Tailan, Australia, Jerman, Jepang dan juga Cina, karena mereka suka dengan tarian anak bangsa indonesia yang semakin tersohor karena karya kesenian tari mereka ini. Banyak sekali turis yang mau berkunjung untuk bisa belajar tari bali karena mereka suka sekali dengan cerita dan juga pertunjukan seni bali itu sendiri, bali sangat banyak di temui sanggar tari apa itu tari seperti tari leak atau tari legong yang sudah sangat terkenal sekali. b2
2. TARI SAMAN saman
Di antara beraneka ragam tarian dari pelosok Indonesia, tari saman termasuk dalam kategori seni tari yang sangat menarik. Keunikan tari saman ini terletak pada kekompakan gerakannya yang sangat menakjubkan. Para penari saman dapat bergerak serentak mengikuti irama musik yang harmonis. Gerakan-gerakan teratur itu seolah digerakkan satu tubuh, terus menari dengan kompak, mengikuti dendang lagu yang dinamis. Sungguh menarik, bukan? Tak salah jika tari saman banyak memikat hati para penikmat seni tari. Bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari mancanegara.
3. TARI REOG PONOROGO reog
Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. Reog juga sangat menghibur turis-turis yang datang ke Indonesia dan Reogpun menjadi salah satu tarian Indonesia yang mendunia.
4. TARI PENDET pendet
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di Pura, sebuah tempat ibadat bagi umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Tarian ini diciptakan oleh I Wayan Rindi. Rindi merupakan maestro tari yang dikenal luas sebagai penggubah tari pendet sakral yang bisa di pentaskan di pura setiap upacara keagamaan. Tari pendet juga bisa berfungsi sebagai tari penyambutan. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi “tarian ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. tari Pendet hingga saat ini menjadi tontonan wajib wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.
5. TARI KECAKkecak
Kecak (pelafalan: /’ke.tʃak/, secara kasar “KEH-chahk”, pengejaan alternatif: Ketjak, Ketjack), adalah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun1930-an dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisanKera membantuRama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak berasal dari ritual Sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.
Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sigriwa.
Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.
Sekitar tahun 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya. Hingga saat ini tari Kecak menjadi tarian yang di kenal dunia lawat ciri khasnya yang tidak ada di negara manapun. Sumber : wikipedia
6. TARI KLASIK KRATON SURAKARTAklasik
Disebut sebagai tari klasik Surakarta karena bersumber pada tradisi budaya di lingkungan kraton. Semua gerakan baik itu tangan, kaki, badan maupun kepala memiliki aturan sendiri-sendiri. Gerakan tertentu bahkan memiliki filosofi yang sarat pesan, tidak sekedar melambangkan sebuah aktivitas. Belum lagi pakaian yang harus dikenakan dan musik yang mengiringi. Unsur-unsur itulah yang membuatnya berbeda dengan tari-tarian rakyat yang bersumber pada ekspresi masyakarat tempat dimana tarian itu berkembang. Menikmati tari klasik jawa di tempatnya dilahirkan, ibarat menjadi bangsawan di masa kerajaan.
7. TARI KLASIK YOGYAKARTA
Yogyakarta salah satu daerah yang amat banyak memiliki tarian tarian yang amat terkenal di dunia.
  • Tari Bedhaya Sang Amurwabhumi bedhaya
  •  Tari Bedhaya Herjuna Wiwaha1
  • Tari Bedhaya Sapta2
  • Tari Bedhaya Sabda Aji3
  • Tari Bedhaya Angron Sekar 4
  • Tari Topeng Putri Kenakawulan5
Dan masih banyak lagi tarian-tarian khas Yogyakarta yang amat terkenal di turis mancanegara.
Betapa bangganya kita orang Indonesia yang mempunyai budaya-budaya yang amat terkenal di mata dunia. Tugas kita sebagai orang Indonesia hanyalah menjaga dan melestarikannya  agar kelak anak cucu kita masih bisa melihat tarian-tarian dan tidak termakan oleh Modernisasi.

Thursday, January 30, 2014

Contoh Tari Massal atau Berkelompok


Tari berkelompok adalah bentuk penampilan tari yang ditarikan oleh banyak penari atau lebih dari dua orang. Dalam tarian berkelompok dituntut keserempakan dan keseragaman gerak yang lebih tinggi agar pertunjukan tariannya tampak lebih dinamis dan indah. Para penari perlu menyamakan presepsi akan tariannya. Semua ini dimaksudkan agar dalam pementasan mereka tampak kompak dan serasi satu sama lainnya. Berikut ini adalah beberapa contoh dari tari berkelompok, yaitu:


Tarian Srimpi ini diciptakan pada zaman Sultan Hamengku Buwono V (1822-1855), dikenal dengan nama “Srimpi Hadi Wulangun Bronto”, yaitu kisah asmara yang luhur antara Dewi Renggowati dari Bojonegoro dengan Prabu Anglingdarma dari Malowopati. Sekarang lebih dikenal dengan sebutan Srimpi Renggowati.

      Berlainan dengan tari srimpi yang umumnya terdiri atas empat orang penari, srimpi Renggowati ini dilakukan oleh lima orang penari wanita. Akan tetapi, penari srimpi itu sendiri memang empat orang, yang kelima adalah penari sebagai Dewi Renggowati. Ketika keempat penari Srimpi itu menari, Dewi Renggowati diam saja. Baru setelah yang keempat duduk, ia mulai menari.

      Pada bentuknya yang kuno, pakaian srimpi ini menggunakan paes (kostum) seperti pengantin lengkap dengan gelung bokornya. Di samping itu, menggunakan cara berkain pinjungan, yaitu cara gadis kecil memakai kain, tetapi masih ditambah dengan kemben yang dililitkan seputar dada, yang ujungnya diikat seperti selendang kecil yang panjang menjuntai hamper sampai lutut.

      Dalam pertunjukkan lain Srimpi Renggowati menggunakan gaya zaman Sultan Hamengkubuwono VII akhir, yaitu tetap masih dengan paes dan gelung bokor, tetapi memakai baju seperti srimpi umumnya dengan kain dan seredan sebelah kiri.

      Sesuatu yang khas dalam rangkaian gendhing yang mengiringi tari srimpi ini adalah karena dua pathet dalam laras slendro sanga dan pathet manyura telah disatukan dalam komposisi gendhing secara utuh bersambung. Pada permulaannya mempergunakan lagu-lagu laras slendro pathet sanga, namun berakhir dengan lagu-lagu laras slendro pathet manyura.




      Tari Kecak berasal dari Bali. Tari Kecak merupakan sebuah pertunjukan seni khas Bali yang sudah banyak terkenal di penjuru dunia. Tari Kecak pertama kali dilakukan sekitar tahun 1930. Lagunya diambil dari ritual tarian Sanghyang kuno yang sampai saat ini masih dilakukan beberapa desa.

      Selama tarian Sanghyang, seseorang akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur, dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya pada masyarakat. Yang membuat Tari Kecak istimewa adalah semua music dan suara berasal dari manusia. Suara manusia yang kompak dan beruntun membuat suasana benar-benar hidup. Hanya ada beberapa suara yang berasal dari krincingan di kaki beberapa penari.

      Di awal pertunjukan, sekitar lima puluh orang penari lelaki yang berlengging dan hanya memakai sarung poleng dengan corak kotak hitam putih duduk di dalam satu bulatan melingkari sebuah kayu dengan beberapa lilin di atas kayu tersebut. Tinggi kayu tersebut kira-kira dua meter. Sambil duduk melingkar, orang-orang itu membagi diri dalam beberapa nada suara sehingga jika dipadukan akan terdengar bagus, kompak dan hidup.

      Tari kecak bercerita tentang kisah Ramayana, Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, Sugriwa, dan nama-nama lain muncul dalam wujud penari. Rama dibuang dari kerajaan Ayodya karena dikhianati. Dengan diiringi oleh istrinya yang setia, Shinta, dan adiknya Laksmana, mereka masuk ke sebuah kawasan hutan bernama dandaka. Raja raksasa, Rahwana, bertemu dengan mereka tatkala mereka di dalam hutan dan Rahwana terus menggilai Shinta yang jelita. Dengan ditemani oleh patihnya, Marica, Rahwana mencari jalan untuk menculik Shinta. Dengan menggunakan kekuatan ajaibnya, Marica mengubah dirinya menjadi seekor kijang emas. Shinta yang melihat kijang emas yang cantik itu lantas meminta suaminya untuk memburu kijang istimewa ini.

      Rama dan Laksamana pergi memburu kijang emas yang diidamkan Shinta. Ketika Rama dan Laksamana pergi, Rahwana pun menculik Shinta dan membawanya pulang ke istananya, Alengka (alkisah, pada waktu Rahwana mau menculik Shinta, Jatayu mencoba melawan, tetapi dapat dikalahkan oleh Rahwana). Rama yang mengetahui penculikan Shinta oleh Rahwana lantas mencari jalan untuk menyelamatkan istrinya ini. Ketika itu, datanglah Hanoman, raja segala monyet, membantu. Tarian Kecak ini diakhiri oleh penari yang menjadi Hanoman menendang sabut yang sedang terbakar. Bagian ini dikenal dengan tarian api atau fire dance.



Tati Saman adalah sebuah tarian suku Gayo di daerah Nanggroe Aceh Darussalam. Tarian ini biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Selain itu tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun sekarang, Tari Saman juga dapat kita lihat pada festival-festival tari maupun lomba Tari Saman. Dalam beberapa literature menyebutkan Tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama berasal dari Gayo di Aceh Tenggara.

Tari Saman merupakan salah satu media untuk pencapaian dakwah. Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan. Sebelum Saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Tarian dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syekh yang biasanya duduk ditengah-tengah deretan penyanyi. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna.

Tarian Saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian Saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama islam, Syeikh Saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam demi memudahkan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religious ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.

Tari Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo).

Jumlah penari Tari Saman biasanya banyak, sampai berpuluh-puluh orang. Lebih baik jika jumlah penari ini ganjil. Setelah sering dilombakan, muncullah semacam ketentuan, yaitu yang duduk berjajar bersaf-saf itu jangan sampai kurang dari sepuluh orang.



Tari Cakalele adalah tarian perang tradisional Maluku yang digunakan untuk menyambut tamu ataupun dalam perayaan adat. Biasanya, tarian ini dibawakan oleh 30 pria dan wanita. Tarian ini dilakukan secara berpasangan dengan iringan musik drum, flute, bia (sejenis musik tiup).

Para penari pria biasanya mengenakan parang dan salawaku (perisai) sedangkan penari wanita menggunakan lenso (sapu tangan). Penari pria mengenakan kostum yang didominasi warna merah dan kuning serta memakai penutup almunium yang disisipi dengan bulu putih. Saat Tari Cakalele ditampilkan, terkadang arwah nenek moyang dapat merasuki penari dan kehadiran arwah tersebut dapat dirasakan oleh penduduk asli.


        
      Tari Tor Tor adalah salah satu jenis tari yang berasal dari suku batak di Sumatera Utara. Menurut salah satu pakar tari Tor Tor dan juga mantan anggota anjungan Sumatera Utara 1973-2010, tari Tor Tor sudah menjadi budaya Batak sejak abad ke 13. Jika anda mendengar ada sebuah tari yang akan diklaim oleh Malaysia waktu dekat ini, adalah tarian Tor Tor.

      Menurut sejarahnya, Tor Tor sudah ada sejak abad ke 13 di Sumatera Utara. Nenek moyang orang Mandailing diperkirakan berasal dari suku Karen yang tinggal di perbatasan Burma dan Myanmar. Tari Tor Tor digunakan dalam acara ritual yang berhubungan dengan roh. Di masa lalu, tari ini dilakukan oleh patung-patung batu yang telah dimasuki roh. Roh itu menggerakkan batu seperti menari namun dengan gerakan kaku.

      Ada beberapa jenis tari Tor Tor. Ada Tor Tor Pangurason atau tari pembersihan yang digelar pada saat membersihkan tempat sebelum adanya pesta agar diberi kelancaran dan dijauhkan dari mara bahaya. Selain itu ada juga yang dinamakan Tor Tor Sipitu Cawan atau Tari Tujuh Cawan yang digelar pada saat pengukuhan raja yang menceritakan tentang tujuh bidadari yang mandi di Gunung Pucuk Buhit. Apabila sebuah desa dilanda musibah, maka pada tanggal musibah tersebut akan digelar Tarian Tor Tor dengan maksud meminta petunjuk atas masalah tersebut.

      Tari Tor Tor termasuk sangat sederhana dalam hal gerakan. Para penari Tor Tor cukup membuat gerakan tangan yang cukup terbatas dengan gerakan kaki jinjit-jinjit mengikuti iringan musik yang disebut sebagai magondangi yang terdiri dari alat-alat musik tradisional seperti gondang, suling, terompet batak dan lain-lain.

      Busana Tari Tor Tor sangat sederhana. Pria dan wanita yang ingin menarikan Tari Tor Tor cukup mengenakan baju biasa yang dikenakan saat pesta. Baju ini dilengkapi dengan aksesoris berupa tenunan khas batak yang bernama Ulos. Ulos yang digunakan ada dua jenis, yaitu ulos yang berupa ikat kepala dan ulos yang berupa selendang. Motif selendang ulos yang digunakan tergantung dari pesta apa yang sedang digelar. Dengan properti busana yang sangat sederhana seperti ini membuat semua orang yang menghadiri suatu pesta dapat menari Tor Tor bersama-sama.

Sunday, October 27, 2013

Jenis Tari Berpasangan


Tari berpasangan secara konsep koreografi dimaknai sebagai tarian yang di tarikan oleh dua orang penari yang saling merespon satu sama lain.

Sementara untuk tari Kelompok merupakan tarian yang di tarikan lebih dari tiga orang penari yang terdiri dari kelompok kecil dan kelompok besar. Pada postingan kali ini, kami akan menjelaskan tentang jenis-jenis tari berpasangan dan kelompok di Sulawesi selatan.

Tiga jenis tari
Karya seni tari Nusantara dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu tari tunggal, tari berpasangan, dan tari berkelompok. Tari tunggal adalah tari yang dibawakan oleh seorang penari. Tari berpasangan adalah tari yang dibawakan secara berpasangan, dapat sesama jenis atau berlawanan jenis dengan penari yang berjumlah genap, dan melakukan gerakan berpasangan. Tari berkelompok adalah tari yang dibawakan secara berkelompok dengan jumlah penari tidak harus genap.
Bila kita lebih mengidentifikasi mengenai tari Nusantara, kita dapat memperoleh informasi mengenai hal-hal berikut :
  • Nama tari
  • Daerah asal tari
  • Unsur-unsur tari (gerakan tari, kostum, properti, dan iringan musik)
  • Peran tari
  • Isi/tema tari
Contoh tari berpasangan/kelompok yang ada di Nusantara antara lain adalah Tari Saman dari NAD, Tari Campak dari Bangka-Belitung, Tari Legong dari Bali, Tari Cakalele dari Maluku, Tari Ajat Temuai Datai dari Kalimantan Barat, Tari Kanjar dari Kalimantan Timur, dan Tari Serampang dua belas dari Sumatera Utara.
Posting Lama ►
 

Total Pageviews