Saturday, March 1, 2014

Tarian Kotebang Asal Betawi diambil dari Unsur Musik dan Gerak



Judul karya tari ini merupakan sebuah akronim yang diambil dari unsur musik dan unsur gerak. 

Pertama, dari unsur musik Rebana Siang yang terdiri dari Rebana Kendung, Rebana Kotek dan Rebana Siang. Dari ketiga rebana tersebut yang banyak menentukan harmoni dinamik dalam tetabuhan lagu maupun musik Tari adalah Rebana Kotek, sehingga ketobang dapat diartinya sebagai bentuk kotekan-kotekan dari Rebana Biang.

Kedua, dari unsur Gerak, bahwa dalam gerak tarian ini banyak menggunakan gerak-gerak kotek yaitu sebuah sikap dari unsur gerak tangan yang menyerupai gerak kuntou pada silat China. Gerak ini banyak ditemukan dalam jurus-jurus kelabang nyebrang pada aliran silat Sabeni Tanah Abang, Kotebang artinya Kotekan kelabang nyebrang. 

Dari seluruh gagasan dapat digambarkan bahwa Karya ini merupakan manifestasi dari sebuah sikap dan etika masyarakat Setawi tentang keterbukaan, rendah hati, saling menolong dan selalu tegur sapa bila berpapasan dengan secara luwes dan penuh persaudaraan, serta ucapan kalimat Assalamu'alaikum merupakan pembuka dalam bertemu. Dan Pencak Silat sebagai suatu kewajaran yang harus dimiliki dan dipelajari dalam rangka menempuh perjalanan hid up, dimana dalam kegunaannya hanya untuk membela dan mempertahankan diri, bukan diperuntukkan untuk menyerang dan mematikan lawan maupun kawan. Pencak Silat semata-mata hanya dalam rangka menjalin silaturrohim.

Selain tarian yang sudah disebutkan di atas, dalam kegiatan Lomba Karya Tari Betawi tahun 1998 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Jakarta, telah muncul karya-karya baru seperti: Tari "Napak Ringgas", penata musik Jarot, penata tari Wefi Sofianah dari sanggar Kania Budaya, Tari "Kocek" karya tari Heni Kabul, penata musik Dedy, sebagai produksi dari sanggar Sari Laras. Kemudian tari "Topeng Jigrik 'Ndat" karya Kris Soewardjo dari sanggar Kresna Indonesia, Tari "Pajingga", yang ditata oleh Atien Kisam sanggar Ratna sari, tari "Renggong Manis" Karya Syafifudin C.s. sanggar Maya Pasundan, tari "Ronggeng Lipat Ganda" yang ditata oleh Cucu dari sanggar Padepokan Seni Mekar Muda, Tari "Ngeloneng" karya Feni Rosewidyadhari sanggar Krida Budaya, tari "Langgam Persi" yang ditata oleh Retno Marnila Wanti, produksi Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, tari "Kembang Jatoh" karya Metta Carini, dari Himpunan Mahasiswa Tari IKJ, tari "Ganjen Laras" karya Miftal:udin produksi Studio Tari Ekayana, tari "Arum Sari" karya Y. Nyoman.S.U. dari sanggar Putri Indonesia, tari "Lenong Rumpi" karya Fauzi Hambali, sanggar Cempaka Mulia, tari "Renggong Cokek" Karya Herman Sadami dari sanggar Hipta dan tari "Kotebang" karya Hidayat AR dari Studio Kinestetik.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Total Pageviews