Thursday, September 11, 2014

Tari Indang Dari Minangkabau Sumatera Barat Tarian Bercampur Tradisi Tutur



Tradisi tutur wilayah Minangkabau yang kaya dipadukan dengan tarian dan menjadi tari indang yang mempesona.

Tari Indang Dari Minangkabau Sumatera Barat Tarian Bercampur Tradisi Tutur
Banyak tarian yang ditarikan secara berkelompok di Sumatra Barat, namun tari indang memiliki tempat istimewa karena memadukan tradisi tari dan tutur. Keunikan inilah yang membuat tari indang sangat terkenal, karena selain ada unsur gerakan juga ada unsur musik dan tutur yang bernapaskan tradisi Islam yang memang sangat kental di Sumatra Barat. Gerakannya yang dinamis dan keunika perpaduan unsur-unsurnya menjadikan tari indang sangat menarik untuk ditonton.

Tarian indang ini pertama kali muncul sekitar abad ke-14 dan memang dimaksudkan untuk menggabungkan aspek budaya Minangkabau dan Islam. Tujuannya adalah memperkenalkan aspek dakwah Islam dengan cara yang lebih mudah diterima masyarakat lokal yaitu dengan kesenian.

Paduan Lagu dan Dakwah
Bagi yang kurang paham dengan latar belakang tarian ini mungkin akan menyangka bahwa tari indang ini adalah tarian berkelompok biasa, dengan jumlah penari yang mencapai 7 orang dan biasanya terdiri dari penari pria plus seorang yang bertugas sebagai ‘tukang zikir,’ yang menyampaikan pesan lisannya sekaligus memberi isyarat pada ‘anak-anak indang’nya untuk melakukan gerakan tarian.

Tarian ini kebanyakan dilakukan sambil duduk, dan para penarinya membawa rebana. Sambil duduk, para penari melakukan gerakan-gerakan dinamis, dan Anda mungkin familiar dengan kata-kata “din din ba din din” yang merupakan bagian dari pujian terhadap Allah SWT serta kebesaran-Nya. Karena itulah ada juga yang menyebut tarian ini dengan tarian badindin.

Makna Tari Indang
Tari indang menyimpan makna yang sangat dalam soal kebesaran Islam dan Allah SWT dalam gerakan serta nyanyiannya. Unsur-unsur nada dan irama yang bersifat pujian dimasukkan ke dalam tarian ini. Secara umum, jika diikuti dari awal sampai akhir lalu dibedah, isi tarian ini adalah kisah kedatangan awal agama Islam di Minangkabau, yang banyak membentuk corak budaya di daerah ini hingga sekarang.

Akan tetapi, bahkan bagi yang bukan muslim atau orang luar Sumatra Barat, tarian ini tetap dianggap sebagai salah satu tarian khas Sumatera Barat yang dinamis, unik dan sangat berkesan. Selain itu, tarian indang sendiri sebenarnya merupakan satu bentuk dokumentasi sejarah dan budaya, karena ‘merekam’ kisah awal masuknya Islam ke Sumatra Barat.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Total Pageviews